Wednesday, May 23, 2018

- KARMA -


 
Karma Cafeteria : Tidak menyediakan menu, anda akan menerima "hidangan" yang sesuai dengan apa yang anda harus terima. 
Entah itu "hidangan" yang pahit, kecut masam, asin, pedas, maupun manis. 
Semua rasa yang dihidangkan adalah yang pantas dan sesuai dengan apa yang harus anda terima.

Definisi Karma dari bahasa sansekerta yang disebut "karman", artinya aksi atau tindakan, kegiatan, reaksi dari suatu kegiatan kerja. Kemudian termasuk hasil atau nilai dimana dari aksi tersebut menghasilkan suatu reaksi selanjutnya. Menyangkut dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam semua unsur/aspek kehidupan universal di dunia dari aksi reaksi tersebut.

Mengacu kepada hukum dimana setiap aksi kegiatan memiliki nilai yang sama/seimbang atau sesuai dari reaksi tersebut, dalam waktu yang sangat singkat dekat ataupun dalam kondisi waktu di masa yang akan datang.

Sebab dan akibat, anda akan menuai apa yang anda taburkan. Seperti halnya menanam benih tanaman dalam proses pertanian, apa yang ditaburkan, itulah yang akan berbunga dan berbuah nantinya.

Benih/bibit yang buruk dan jelek, pastilah akan menghasilkan buah yang buruk dan jelek juga. Begitu pula sebaliknya, menanam bibit yang baik dan bagus, pastilah akan menghasilkan buah yang baik dan bagus juga.  

Bila menanam yang baik, jangan lupa dipupuk, dijaga, dirawat dan diperhatikan, agar bibit itu tumbuh menjadi buah yang manis.

Apa yang terjadi maka terjadilah. Segala sesuatu yang akan dan maupun harus terjadi maka pasti akan terjadi, sebab dan akibat yang sudah pasti terjadi.

Karma tidak pernah kehilangan alamat. Terkadang selalu meragukan, menunggu-nunggu kapan karma itu akan berbuah? atau bertanya dan merasa jengkel karena tidak sabar atas suatu perlakuan yang buruk, merasa tidak adil akan suatu hal yang menyakitkan, lantas menyalahkan hukum karma yang tidak adil. Tidak mungkin, tidak merasa yakin dan menyangkal pada suatu hal yang tidak seharusnya terjadi. Apa yang terjadi bukan semata-mata tidak mungkin, sebagai contoh suatu musibah dan bencana : angin topan, banjir, badai, longsor perubahan iklim dan cuaca ekstrem, hingga gempa sekalipun adalah suatu proses yang terjadi karena waktu dan kondisi. 

Waktu dan kondisi yang tepat, sangat memungkinkan karma itu berbuah pada waktu yang hampir bersamaan. 

Proses sebab yang terjadi dalam kurun waktu yang telah lama terus terjadi secara terus-menerus dan signifikan, akibat dari pengrusakan alam karena ulah tamak, rakus dan serakahnya manusia, maka janganlah heran jika bencana dan musibah itu pun datang dengan sendirinya. Karma tidak memiliki tanggal batas waktu. Saat kondisi yang tepat, waktu yang pasti, matangnya buah, dengan hasil seimbang/sama dan sesuai.

Memaafkan kepada sesama manusia dan atas segala aksi dari tindakannya, janganlah memberikan lagi kebencian/kemarahan, lepaskanlah, bebaskanlah dan biarkanlah karma yang akan mengurus semuanya, apa yang seharusnya akan terjadi maka terjadilah. 

Membenci/marah tidak akan menyelesaikan masalah.
Memaafkan, tersenyum dan teruskanlah melanjutkan perjalanan hidup, karma yang akan mengurus sisanya.

Untuk apa membuang-buang waktu berbuat buruk dengan membenci/marah, hanya akan menghambat jalan kehidupan diri sendiri.
Tetaplah tenang, sabar, tabah dan ikhlas, biarkanlah karma yang akan menyelesaikan semuanya.

Tidak perlu diri sendiri harus ikut menanam keburukan, dengan marah, dengki, benci dan dendam, tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali menyakiti diri sendiri, akhirnya jalan kehidupan sendiri menjadi menderita karena diri sendiri yang tidak mampu memaafkan, apa yang terjadi sudah terjadi dan maafkanlah semuanya, tenangkanlah diri dan foskuslah pada perjalanan yang belum terjadi selanjutnya.  

Tidak perlu untuk membalas dendam, membalas luka, membalas sakit hati, membalas benci/marah dengan membalas semua dengan amarah yang sama. Hanya perlu kembali duduk dengan tenang dan bersabarlah. Siapapun itu yang menyakiti/melukai anda, pada akhirnya akan mengacaukan jalan kehidupan dirinya sendiri, dan apabila anda beruntung, Tuhan akan mengizinkan anda untuk melihat apa yang akan terjadi nantinya.
 

"Anda tidak akan pernah memahami/mengerti kerusakan/kehancuran yang anda perbuat/lakukan, sampai pada saat orang lain melakukan hal yang sama kepada diri anda, itulah mengapa adanya karma."

Sebagai contoh : Akibat sering membuang sampah sembarangan, sering mengotori sungai, sering menebang hutan sembarangan, dan membuat polusi udara dengan asap kotor, maka diri sendiri pula merasakan sulitnya memperoleh udara sehat, lingkungan sehat, bahkan air yang bersih dan sehat, malah seringnya memperoleh musibah bencana alam.

Akibat sikap-sikap buruk yang dilakukan diri sendiri, akhirnya ditiru buruk oleh semua orang, maka dampaknya meluas menjadi bencana banjir, longsor, polusi, penyakit dan bahkan perubahan iklim cuaca yang ekstrem/buruk. 

Membersihkan Karma : selalu bersyukur pada Tuhan atas berkat karuniaNya, bertindak dengan cinta kasih sayang pada alam lingkungan dan semua makhluk Tuhan, periksa kembali motif anda dengan introspeksi/bercermin diri (apakah sudah baik/benar), awasi jaga sikap diri sendiri, dan memaafkanlah.

Semua siklus kehidupan ini saling berputar, saling berkaitan semuanya, anda tidak dapat menyalahkan siapapun ataupun apapun juga, karena semuanya belum tentu telah bertindak baik/benar, diri sendirilah yang harus mengakui salah, tanpa harus terus menyalahkan yang lainnya, apa yang semuanya terjadi merupakan proses dari timbunan banyaknya prilaku buruk, jelek, salah dan tidak baik yang terjadi mengakibatkan hal yang serupa. Begitu pula sebaliknya, bila diri sendiri berubah menjadi lebih baik dan benar, maka lingkungan sekitar, alam, sesama, keluarga, saudara, kerabat, bahkan semua makhluk dalam seluruh semesta alam ini pun juga akan berubah dan menirukan kebaikan/kebenaran yang sama juga. 

23052018Written by : Kepik Romantis/PVA


Sumber Photo : quotabulary.com; scoopwhoop.com; kwiksweep.co.uk; www.spiritual-knowledge.net
verylifequotes.com; www.insightstate.com; clipground.com; 24x7meditation.blogspot.co.id;
picturequotes.com; wisdomquotesandstories.com; psychickarina.com; www.talktiveman.com
www.quora.com; lonerwolf.com

Sunday, April 29, 2018

Were in The Blank Places

Running out the time...
Being bored in life time...
Then got unfortunate time...
No ways to run out from the curse...
Between death and life,
Cause the curse of disease,
Confusing like torture...
No ways to run in balance...
Like torture of injustice...
When all gone out from the outline,
Being victim of lie...
That is why came of the colonization to ignorance...
Knowing time are run out then one by one are walking to the darkness desire.

Translate :

Berada di Tempat Kosong

Kehabisan waktu ...
Menjadi bosan dalam kehidupan ...
Kemudian mendapat waktu penuh kesialan ...
Tidak ada cara untuk keluar dari kutukan ...
Antara kematian dan kehidupan,
Menyebabkan kutukan penyakit,
Membingungkan seperti penyiksaan ...
Tidak ada cara untuk berjalan seimbang ...
Seperti penyiksaan dari ketidakadilan ...
Ketika semua keluar dari garis luar,
Menjadi korban dari kebohongan ...
Itu sebab datang dari penjajahan pada ketidaktahuan / kebodohan ...
Mengetahui waktu habis maka satu demi satu mulai tampak berjalan menuju kegelapan nafsu keingian.
 
29042018 Written by : Kepik Romantis / PVA
Picture Source : nationalgeographic.co.id

Tuesday, March 20, 2018

I Wanna See You (saya ingin melihatmu) Lyrics - Hi.ni - OST The Third Hospital

 
(Feat. SNSD Sooyoung on MV)
English Translation:
Don’t look back, don’t be weak
When time passes it will be all right
Don’t come near me, don’t make me suffer
It won’t be easy but I will forget you
I took out your photo that I gathered one by one
And I cried
The pains came to me one by one
And I tried to remove them
But it doesn’t seem to work, I guess this is what breakup is
I wanna see you, I wanna see you a lot
I have to stand it, I have to endure it
It is an ended love, I cannot see you again
An empty day, what can I do now
It hurts
Only after I drink alcohol emptying one shot and another
I could go to bed
The dream-like times that I had with you
I tried to forget them
But it doesn’t seem to work, I guess it really is a breakup
It doesn’t seem I can, it doesn’t seem
I can bury you
You are going further continuously, further away
I look for you like I am crazy
Don’t go, don’t go away
Is it over, is it all over
I guess it is a breakup again
I wanna see you, I wanna see you a lot
I have to stand it, I have to endure it
It feels like choking, what can I do now
How can I live, am I alone now
It hurts
Indonesia Translation : 
Jangan melihat ke belakang, jangan lemah
Ketika waktu berlalu itu akan baik-baik saja
Jangan mendekatiku, jangan membuatku menderita
Itu tidak akan mudah tapi saya akan melupakan Anda

saya mengambil foto Anda yang saya kumpulkan satu per satu
dan saya menangis
Rasa sakit datang kepadaku satu demi satu
dan saya mencoba untuk menghapusnya
Tetapi tampaknya itu tidak berhasil, saya rasa ini adalah perpisahan

saya ingin melihatmu, saya ingin melihatmu lagi
saya harus bertahan, saya harus menanggung derita ini
Ini adalah cinta yang berakhir, saya tidak dapat melihat Anda lagi
Hari kosong, apa yang bisa saya lakukan sekarang
Ini menyakitkan

Hanya setelah saya minum alkohol mengosongkan segelas demi gelas dan lagi
saya bisa tertidur
Mimpi kembali seperti waktu itu, saat saya bersamamu
saya mencoba melupakan semuanya

Tetapi tampaknya tidak berhasil, saya kira itu telah benar-benar berakhir
Sepertinya saya tidak mampu, sepertinya begitu
saya bisa menguburmu

Anda akan dapat terus berjalan lanjut, berjalan lebih jauh lagi
saya mencarimu seperti saya sudah gila
Jangan pergi, jangan pergi lagi
Apakah sudah berakhir, apakah semuanya telah berakhir
saya kira ini adalah perpisahan lagi

saya ingin melihatmu, saya ingin melihatmu kembali
saya harus bertahan, saya harus menanggung deritanya
Rasanya seperti tersedak, apa yang bisa saya lakukan sekarang
Bagaimana saya bisa hidup, apakah saya sendiri sekarang?
Ini menyakitkan.

Romanized:
Dorabojima yakhaejijima
Sigani jinamyeon gwaenchanhajil geoya
Dagaojima himdeulge hajima
Swipjin anketjiman neoreul jiullae
Han jang du jang moadwotdeon neoui sajineul
Kkeonaeboda ureosseo
Hana dul ssik millyeooneun i apeumdeureul
Eobsaeboryeo haebwasseo
Geuge andoena bwa ige ibyeoringa bwa
Niga bogo sipeunde neomu bogo sipeunde
Igeol chamanaeya hae igeol gyeondyeonaeya hae
Kkeutnan sarangijanha dasin bol su eobtjanha
Teong bin haru ije naneun eotteoke
Apa
Hanjan dujan biwodaemyeo sureul masyeoya
Jameul jal su isseosseo
Kkumman gatdeon neowa hamkkehan sigandeureul
Ijeoboryeo haebwasseo
Geuge andoena bwa jinjja ibyeoringa bwa
Naneun andoena bwa andoena bwa
Neol mudeul su eomna bwa
Gyesok meoreojinda deo meoreojyeo ganda
Neol michin deut chatneunda
Gaji marayo gaji marayo
Kkeuchin geoni da kkeutnaneun geoni
Tto ibyeoringa bwa
Bogo sipeunde neomu bogo sipeunde
Igeol chamanaeya hae igeol gyeondyeonaeya hae
Sumi makhil geot gata ije naneun eotteoke
Saragani ije honjain geoni
Apa

Translation Credits: kpoplyrics.net
Romanizations by: kpoplyrics.net

Sumber Lyric : http://www.kpoplyrics.net/hi-ni-i-wanna-see-you-lyrics-third-hospital-ost.html

Sumber Youtube :



Sumber Photo :





Sunday, February 25, 2018

Si Taji Sakti, Janggo III - The Mighty Rooster, Janggo III - (Session 3)

Berita kemenangan Janggo pun disambut dengan berita duka cita dari siaran televisi diberitakan telah tewas Yubie, Ayam Bekisar, akibat jarum beracun mematikan yang menusuk seketika akibat ulah salah sasaran kejahatan Ayam Brazillian. Yubie merupakan paman Chici yakni adik ke dua dari Tenhun, ayahnya Chici. Seluruh keluarga besar Chici dan Janggo pun berduka cita atas kematian Yubie, beserta kumpulan para grup MC dan diikuti dukacita dari banyak perwakilan mengirim karangan bunga dan ucapan belasungkawa dari seluruh komunitas ayam di seluruh dunia. 

Masa duka membawa berkah bagi Jagger, adik Janggo. Jagger jadi punya kesempatan sering bertemu dengan Bitsy, ayam balenggek. Karena Bitsy mewakili grup MC duet bareng para ayam khusus penyanyi paduan suara yang ikut membantu menyebarkan berita dan mengisi acara kebaktian duka dari keluarga besar Tenhun, ayahnya Chici.

Lewat masa duka, memasuki awal tahun baru di musim semi, banyak tawaran datang menanti Janggo dari berbagai pihak untuk bertarung, tetapi Janggo memilih untuk hidup berkeluarga dan tidak ingin meneruskan kariernya. Keluarga dan sodara Janggo pun sepakat membuat acara sederhana untuk melangsungkan acara pernikahan tiga pasangan ayam yakni Joebo (ayam pelung jantan) dan Kuntili (ayam ketawa betina), Jagger (ayam kate jantan) dan Bitsy (ayam betina balenggek), terakhir Janggo (ayam serama kate jantan) dan Chici (ayam betina ras  campuran jadi ayam kecil berbulu kapas abu-abu kaki hitam dari pernikahan antara ayam kapas / silkie dari tiongkok, Chimy dan ayam hitam cemani, Tenhun). Saat acara pesta pernikahan dimulai, Joebo, Kuntili dan Bitsy pun bernyanyi lagu "It's delightful to be married", di hari kebahagiaan mereka bersama diikuti Janggo, Chici dan Jagger bernyanyi bersama dengan penuh suka cita berdansa bersama para ayam, burung, bebek dan angsa.

Rencana semula keluarga Janggo ingin adakan acara besar sekaligus menyambut kemenangan Janggo di pantai Maldives, tetapi sejak terjadi musibah kedukaan keluarga Chici, maka Janggo memilih acara sederhana bagi Chici mengingat keluarga Chici masih dalam suasana duka jadi pantai Sanur dipilih Janggo untuk sekaligus mengajak serta keluarga, kerabat, saudara dan sahabat agar berlibur bersama-sama mengobati kedukaan. 

Tidak ada kemewahan dan berita-berita yang menghebohkan, hanya acara kumpul, jalan-jalan liburan sambil makan bersama para kerabat ayam dan para sahabat ayam seperti undangan untuk keluarga : kura-kura, penyu, katak, burung pipit, berang-berang, bebek, angsa, burung puyuh, burung merak, cendrawasih, kalkun, monyet, panda, kuda zebra dan penguin. Tidak lupa Ayam Burma pun datang menghadiri pernikahan Janggo dan Chici. Sementara  itu yang berhalangan hadir adalah raja rimba, jerapah, gajah, kudanil, badak, beruang, trenggiling, elang, burung hantu,  dan bison. Dikarenakan raja rimba pun sedang sibuk mengadakan pesta ulang tahun besar-besaran bagi kelahiran anak pertama laki-lakinya.

Ayam Burma, Chuboq mendapat info penting dari rapat perkumpulan persaudaraan para ayam di dunia agar para sahabat, keluarga, saudara, kerabat ayam dan burung, beserta keluarga katak, kura-kura, penyu, bebek dan juga angsa, dimana mereka semua para hewan yang bertelur harus berhati-hati karena para mafia hewan pemangsa telur sedang mengintai di masa-masa perkawinan dan musim bertelur. Para pemangsa telur yang dikenal ganas adalah keluarga bangsa : ular, biawak dan babi hutan.

Lewat beberapa hari usai pernikahan mereka, para ayam betina : Chici, Bitsy dan Kuntili, mereka tengah dinyatakan hamil oleh dokter ayam. Maka para ayam jantan pun harus terus bersiaga dan menjaga sampai kelahiran anak-anak dari telur-telur mereka menetas.

Bitsy hanya bertelur dua, Kuntili bertelur tiga, sedangkan Chici yang merupakan keturunan ras ayam Silkie hen, yang dapat bertelur sangat banyak hingga mampu lebih dari selusin banyaknya, Chici bertelur empat selama tiga hari berturut-turut sehingga total telur Chici ada selusin alias dua belas telur. Otomatis Janggo harus meminta tolong kepada ibunya Chici, Chimy dan juga Jesminy, ibunya Janggo untuk membantu mengerami telur-telur Chici.

Sementara para ayam jantan yakni Janggo, Jagger, Joebo, Jamboel Emas dan Tenhun, harus terus berjaga di sekeliling rumah, komplek dan kampung selama 21 hari sambil mencari pakanan untuk diberikan pada para pasangan betina mereka masing-masing sampai dengan anak-anak mereka menetas. 

Benar saja dugaan Chuboq, Ayam Burma, ternyata kawanan para mafia pemangsa telur tengah mendapat berita dari Raja Tikus yang masih dendam kepada Janggo pasca kematian banyak anak-anaknya dimangsa kucing hutan akibat kalah melawan Janggo dua pekan lalu. Raja Ular Piton, Raja Biawak dan Raja Babi hutan tengah menyusun strategi dan siasat untuk memangsa telur-telur ayam, bebek, angsa, kura-kura, penyu dan burung. Beruntung kali ini katak tidak masuk daftar hitam para calon dimangsa oleh Raja Ular Piton, mengingat nasehat dari Raja Biawak dan Raja Babi hutan bahwa banyak bahaya dari para katak yang beracun sangat mematikan. Di sela-sela perbincangan mereka, ternyata tengah didengar oleh Raja Burung Hantu yang tidak sengaja menguping, saat sedang berkeliaran untuk berburu Tikus di malam hari. 

Dengan sangat hati-hati Raja Burung Hantu terbang perlahan-lahan pergi mencari karibnya Raja Kelelawar yang suka berkeliaran juga tengah malam mencari makanan, agar segera memberi informasi pada Raja Katak yang biasanya tengah bersantai bernyanyi di dekat kolam ikan sambil mencari mangsa para serangga. Bergegas Raja Kelelawar menemui Raja Katak dan menceritakan informasi dari Raja Burung Hantu. Raja Katak teriak dan terkaget, "Bahaya!!!, saya harus segera memberitaukan pada para ayam, bebek, angsa, penyu dan kura-kura, harus bersiap menghadapi serangan mereka!!!". Sementara itu Raja Burung Hantu mengirim pesan pada para kerabat burung puyuh, burung pipit, burung merak, cendrawasih dan kalkun, agar juga bersiap siaga dan berhati-hati atas serangan mafia Raja Ular, Raja Biawak dan Raja Babi hutan.

Keesokan harinya Raja Katak langsung memberitakan kabar buruk itu pada Raja Ayam Jamboel Emas, Raja Angsa, Raja Bebek, Raja Kura-kura ninja, dan Raja Penyu. Maka Raja Ayam Jamboel Emas pun langsung memanggil semua kawanan kerabat para jantan dari keluarga para : burung, ayam, bebek, angsa, penyu, dan kura-kura ninja untuk rapat darurat perang melawan para mafia pemangsa telur.

Rencana darurat disusun, para burung, ayam, bebek dan angsa mengumpulkan batu coral dan jerami yang dicari oleh para katak, sedang para penyu dan kura-kura ninja mengumpulkan kapas dari pohon kapuk, bulu-bulu ayam, burung, angsa dan bebek betina yang rontok. Mereka menyiapkan perangkap sarang-sarang telur palsu untuk mengelabui dan menangkap para mafia pemangsa telur. Dan Jamboel Emas juga meminta Janggo untuk mengirim surat kilat express untuk meminta bantuan pertolongan, yang dikirim via burung merpati kepada Raja Rimba dan Chuboq, Ayam Burma. Sementara itu para betina mempersiapkan tempat khusus perlindungan telur-telur dan serta untuk para induk betina yang sedang mengerami telur-telur mereka di ruangan khusus yang dijaga banyak perangkap tikus, agar para tikus tidak mudah menyerang mereka.

Tibalah tengah malam yang ditunggu-tunggu, bagian para katak yang sedang berjaga-jaga. Kawanan para Ular dan Biawak telah bergerak lebih dulu merayap, sedang para Babi hutan ditemani para Tikus berjalan mengendap-endap di semak-semak belukar, untunglah para kelelawar dan para burung hantu melihat aksi mereka dari kejauhan. Burung hantu memberi sinyal suara 3x berbunyi tanda bahaya datang, para kelelawar membangunkan para katak, kura-kura ninja dan penyu untuk bersiap di pos perangkap masing-masing. Para ayam, bebek dan angsa diberi lensa kontak khusus buatan professor kura-kura agar berguna melihat di tengah malam menjelang subuh.

Kelompok Raja Biawak mulai menyerang lebih dulu dan langsung menyerang sarang-sarang palsu, para ayam, bebek dan angsa yang menjaga sarang palsu, berpura-pura melarikan diri ketakutan dan berteriak-teriak meminta tolong. Melihat serangan Raja Biawak begitu mudah, Kelompok Raja Babi hutan pun langsung ikut menyerang sarang penyu dan kura-kura. Giliran terakhir kelompok Raja Ular Piton, para anggota Ular Piton sudah menyerang sarang-sarang burung karena kelaparan mengikuti kelompok Raja Babi hutan. Tetapi Raja Ular Piton yang licik mulai curiga, "Mengapa begitu sepi dan mudahnya menyerang? Apa jangan-jangan ini sebuah jebakan?!", pikir Raja Ular Piton sambil melihat dari kejauhan. 

Sampai pada saat semua kelaparan dan tidak tahan mencium aroma bulu-bulu burung, ayam, bebek dan angsa. Sebagian dari mereka melahap dan menelan telur-telur palsu itu dan berteriak kesakitan tenggorokan dan perut mereka, "Aaaaaaccchh, ini semua Palsuuu!!!!" Raja Ular Piton pun langsung mengejar dan  menghampiri ingin melihat dan menolong semuanya, tetapi terlambat sudah semuanya tengah sudah terkurung termasuk Raja Ular Piton yang terkejut dan masuk jebakan, tiba-tiba jaring-jaring ikan yang besar terjatuh dari atas pohon yang tinggi sekali, dilepaskan oleh bantuan para burung hantu dan burung kelelawar. 

Sebagian para ular kecil dan biawak kecil berusaha kabur dengan menembus gorong-gorong tikus tanah, sedang para kawanan Babi hutan dan Ular Piton besar berusaha memberontak untuk merusak jaring-jaring ikan tersebut. Para ular, biawak dan babi hutan yang memakan telur-telur palsu dari batu coral itu, tengah sekarat kesakitan tidak mampu bergerak dan pasrah menjelang mati. 

Melihat perangkap jaring mulai terkoyak, para kawanan burung, ayam, kura-kura, penyu, angsa, bebek dan katak pun menyerang mereka semua yang terperangkap dengan melemparkan batu-batu, mencakar, menyiramkan minyak tanah, dan para serangga malam memercikkan api untuk membakar mereka.

Menjelang subuh menuju pagi hari, para Tikus tanah takut kawanan mafia pemangsa telur kalah dan mati terbakar semuanya, maka Raja Tikus tanah mengerahkan pasukan tikusnya berusaha menyelamatkan dengan menyerang para serangga pembawa api agar gagal membakar perangkap jaring-jaring tersebut. Pertarungan hebat pun terjadi, Raja Babi hutan mengamuk dengan seluruh kekuatan taringnya merobek jaring-jaring tersebut beserta Raja Ular Piton dan Raja Biawak besar mengibas ekornya yang panjang sehingga membuat para ayam, para angsa, bebek, katak, kura-kura dan penyu tepukul dan terpental jauh. 

Gagalnya perangkap mereka untuk membakar, membuat Janggo dan Ayahnya, Jamboel Emas dan Raja Burung Hantu menyerang Raja Ular Piton dan Raja Tikus tanah, Jagger ditemani Raja Angsa, Raja Bebek dan Raja Kelelawar menyerang Raja Biawak, Sedangkan Joebo bersama Raja kura-kura ninja, Raja penyu, dan Raja Katak melawan Raja Babi hutan. 

Dengan cakar taji Janggo dibantu Raja Burung Hantu berhasil melumpuhkan kedua mata Raja Ular Piton menjadi luka dan sulit melihat, Jamboel Emas pun berhasil mencakar dan melumpuhkan Raja Tikus tanah, dan langsung disantap Raja Burung hantu yang lapar dan marah.

Sementara itu, Jagger dibantu Raja Angsa, Raja Bebek dan Raja Kelelawar berhasil dengan mudah melumpuhkan Raja Biawak dengan memutuskan ekor, merobek wajah, perut dan juga membutakan kedua matanya. 

Sementara Joebo, Raja Katak, Raja kura-kura ninja dan Raja penyu masih kesulitan untuk mengalahkan Raja Babi hutan yang bertenaga sangat besar, kulitnya tebal dan mengamuk membabi buta, sehingga semua hewan ketakutan karena sulit sekali melumpuhkan Raja Babi hutan. Cakaran tajam para kura-kura ninja dan Joebo pun tidak terlalu menyakiti tubuh Raja Babi hutan yang besar, kuat dan tebal kulitnya. Sehingga begitu mudahnya Raja Babi hutan pun dapat kabur dan melarikan diri, pada saat tibanya gerombolan Ayam Burma bersama Raja Rimba, Raja Beruang, Raja Elang dan Raja Gajah berlarian datang menjelang matahari terbit.

Raja Ular Piton pun yang kesakitan pasrah diserang dan disantap Raja Rimba dan Raja Beruang, sementara Raja Elang langsung menghabisi dan menyantap para tikus tanah dan biawak yang terlambat kabur. Kemenangan disambut sorak gembira semua hewan disertai tangisan haru dari para hewan betina, karena tengah menyisakan kesedihan bagi para keluarga hewan yang gugur dilahap para kawanan mafia ular, babi hutan dan biawak. Tetapi yang terpenting bagi mereka adalah keselamatan telur-telur bagi generasi penerus keturunan mereka semua yang berhasil dilindungi dengan selamat dari bahaya santapan para mafia hewan pemangsa telur.

Seminggu lebih setelah kejadian peperangan tersebut, satu per-satu telur-telur ayam, burung, bebek, angsa, kura-kura dan penyu pun mulai menetaskan kelahiran anak-anak mereka.

Jagger dan Bitsy memberi nama kedua ekor anaknya, yang jantan diberikan nama Jimboy dan yang betina diberikan nama Jerbity. Sementara Kuntili dan Joebo memberi nama ketiga anaknya yang dua jantan adalah Kurboe dan Joerkey, lalu yang bungsu betina diberi nama Kunilie. 

Paling bingung adalah Janggo dan Chici meminta tolong pada Jamboel Emas dan Jesminy, serta Tenhun dan Chimy, lalu Chogrey dan Anyrosa, terakhir bibi Funghiy dan paman Tohiko dari Jepang untuk menolong mencarikan dan memberikan nama bagi selusin anak-anak Janggo dan Chici. Alhasil mereka menamakan kedua belas anaknya yakni : 
- Jeky (jantan)
- Jibo (jantan)
- Jaggo (jantan)
- Chiko (jantan)
- Chipi (betina)
- Chipo (jantan)
- Chucu (betina)
- Chiti (betina)
- Jenna (betina) 
- Jessy (betina)
- Choco (jantan)
- Jigge (betina)

Dari selusin anak Janggo dan Chici, dua kembar tetapi beda jenis kelamin, yakni Chipi dan Chipo. Lalu yang memiliki kelebihan sama bertaji tajam adalah Jeky, Jibo dan Jaggo. Jeky bertubuh kekar namun kurus dan pendek, Jibo bertubuh besar, kuat, berotot dan pendek, sedangkan Jaggo hampir mirip sekali serupa dengan Ayahnya, Janggo hanya berbeda bulunya yang lebih lembut seperti Ibunya, Chici berbulu kapas. Sementara Chiko, Chipo dan Choco punya kelebihan cakar yang lebih runcing tajam sehingga dapat kuat mencengkram dan menggali tanah dan bulu-bulunya berwarna sangat bagus dan lembut, namun taji mereka tidak setajam Jeky, Jibo dan Jaggo. 

Anak betina yang sangat mirip Chici adalah Chucu, sedang Chipi dan Chiti tidak terlalu mirip karena berbeda bentuk bulunya sedikit campuran mirip bulu Janggo, dan yang anak betina lainnya punya tubuh kuat, berotot, galak dan berani seperti Janggo, Ayahnya adalah Jenna, Jessy dan Jigge.
Sumber Photo : dandansa.wordpress.com

Kebahagiaan pesta kelahiran anak-anak ternyata bukan berarti masalah sudah berakhir. Mengingat kembali Raja Babi hutan yang masih hidup melarikan diri bersama kawanan ular kecil dan biawak kecil yang berhasil kabur, melaporkan kejadian kepada Ratu Biawak dan Ratu Ular Piton yang murka dan sangat dendam atas kematian suami-suami mereka disantap Raja Rimba. Mereka pun berencana kejam, mengadu domba dan menghasut Raja Srigala gunung Alaska untuk melawan Raja Rimba. Mereka berusaha meyakini Raja Srigala Alaska mampu menjatuhkan kursi kepemimpinan Raja Rimba melalui bantuan para kawanan srigala, rubah dan hyena. Karena kawanan rubah punya dendam yang serupa dengan ular piton dan biawak, mereka pun bersama-sama meyakinkan Raja Srigala Alaska dan Raja Hyena untuk bekerja sama menjatuhkan kekuasaan Raja Rimba.

Raja Srigala Alaska yang terkenal arogan dan berambisi ingin mendapatkan tahta Raja Rimba mudah terkena hasutan adu domba Raja Babi hutan, Ratu Ular dan Ratu Biawak tanpa mengetahui sebab-sebab terbunuhnya Raja Ular Piton, Raja Biawak dan Raja Tikus. Alasan Ratu Ular yang licik mengatakan Raja Rimba membunuh mereka karena ingin menyampaikan kekuasaannya menantang Raja Srigala, karena selama ini Raja Ular dan Raja Biawak selalu hormat tunduk dan membantu kerajaan Srigala selama tinggal di pegunungan Alaska. 

Rencana keji pun dilangsungkan, saat Raja Rimba sibuk mempersiapkan pesta ulang tahun perkawinannya. Pada saat itu, seluruh kawanan hewan jantan pergi berkumpul bersama untuk mempersiapkan acara lomba. Sedang para hewan betina sedang sibuk mengurus anak-anaknya. Semula Raja Srigala tidak setuju dengan rencana licik Raja Babi hutan, Ratu Ular dan Ratu Biawak, tetapi ambisinya membutakan hatinya karena keinginannya untuk menjadi Raja Rimba. Para kawanan Hyena dan rubah pun menyerang para betina yang sedang menyusui anak-anak mereka. Ratu rimba sangat murka kepada Raja Srigala karena berani menyandra para hewan betina dan anak-anak hanya demi mengancam Raja Rimba untuk bertarung di Bukit Jurang Arizona. 

Sepulangnya Raja Rimba beserta kawanan hewan jantan harimau dan singa lainnya yang tengah mengajak seluruh satwa hutan membuat acara lomba lari pagi tadi, langsung terkejut dengan adanya kedatangan ancaman dari Burung pemakan bangkai yang memakan  tulang belulang salah satu bayi harimau betina dan membunuh istri salah satu kawanan harimau. 

Raja Rimba murka dan mengancam burung bangkai untuk memberitau siapa pelaku semuanya ini. Karena burung bangkai tiba terlambat, dia bersumpah tidak mengetahui prihal kematian yang terjadi sebelumnya, dia hanya mengetahui saat tengah tercium bau bangkai tadi siang. 

Untunglah Raja Detektif Burung Elang menjadi saksi bisu dibalik pepohonan tersebut sambil melihat tapak-tapak darah kaki anjing di tanah kejadian peristiwa. Raja Elang meminta Raja Rimba melepaskan burung bangkai yang tidak bersalah dan Raja Elang menceritakan penglihatannya saat lewat tadi pagi, melihat gerombolan Srigala, Hyena dan Rubah datang.

"Keparat, Srigala akan kuhabisi mereka!!!", ucap Raja Rimba yang murka. "Tahan emosimu sobat, ingat para betina dan anak-anak disandra, kita harus utamakan keselamatan mereka lebih dulu, saya akan meminta bantuan semua hewan untuk mencari keberadaan mereka", jawab Raja Elang.

"Lihat di sini ada jejak darah lagi!!!", ucap salah satu harimau jantan. Mereka mengejar jejak darah itu ke sebuah batu besar yang dibaliknya ada harimau betina yang sekarat sambil berkata, "Cepat ke Bukit Jurang Arizona, merekaaa di lembah..., besok pagi akan dii..buu..(nafasnya berhenti lalu mati)". Harimau betina tersebut adalah satu-satunya yang sengaja disiksa racun dan diremukkan tulang-tulangnya oleh Ratu Ular Piton untuk diberi kesempatan menyampaikan pesan sebelum mati kepada Raja Rimba.

Raja Burung Elang langsung disuruh memberitaukan ke semua hewan, akan ada pertarungan antara Raja Srigala dan Raja Rimba di Bukit Jurang Arizona, para hewan diminta untuk bekerja sama menyelamatkan Ratu Rimba, para Harimau betina dan anak-anaknya yang disandra di Lembah Bukit Arizona.

Janggo, Jamboel Emas, Chuboq, Joebo, Jagger, Raja Katak, Raja Bebek dan Raja Angsa ikut mencari keberadaan Lembah tersebut bersama para Harimau jantan. Sementara Raja Elang pergi menemui Raja Beruang untuk menyelamatkan Raja Rimba dalam bahaya kemungkinan masuk perangkap Raja Srigala Alaska.

Tugas utama Janggo dan kawan-kawannya adalah menemukan dan menyelamatkan induk para betina dan anak-anaknya yang disandra di lembah. Mendengar Raja Rimba dalam bahaya, Raja Beruang memanggil Raja Monyet (Gorila) untuk membantu Janggo dan kawan-kawannya. Semula Raja Monyet menolak karena Raja Rimba begitu sombong dan selalu mengejek merendahkannya, tetapi mengingat Janggo dan kawan-kawan yang dalam bahaya, Raja Monyet setuju untuk membantu melindungi mereka.

Pagi hari yang mencekam pun tiba, Raja Rimba datang memenuhi panggilan Raja Srigala Alaska. Di tebing bukit jurang Raja Rimba mengamuk saat melihat Raja Alaska, "Lepaskan mereka!!!". "Hoho, santai kawan, tidak semudah itu, boleh saja saya melepaskan mereka, asalkan kamu memberikan kekuasaanmu kepada saya!!!", ucap Raja Srigala Alaska.

"Oh, jadi selama ini kamu iri dan menginginkan kekuasaan saya?", jawab Raja Rimba. "Bukan cuma itu, tapi juga membalas kematian para satwa yang tidak berdosa kamu bunuh seenaknya, dan sekarang hari ini kamu harus membayar nyawa mereka yang tengah kamu bunuh atau (Raja Srigala meminta Hyena menunjukkan Putera Raja Rimba yang masih kecil menangis ketakutan dicekram diberikan ke Raja Srigala) anakmu yang harus membayarnya!!!", jawab Raja Srigala Alaska.

"Keparat!!!!, Lepaskan dia, Apa maksudmu, kenapa putraku harus kamu libatkan dalam masalah ini?", tanya Raja Rimba. "Halah, gak usah pura-pura bego, Raja Ular, Raja Tikus dan Raja Biawak, mati terbunuh karena ambisi kekuasaanmu!!!", jawab Raja Rimba.

"Kamu salah sangka!!!! Mereka pantas mati karena membodohimu, mereka itu penjahat, lebih banyak membunuh anak-anak dan menyantap telur-telur keturunan para satwa!!!", jawaban Raja Rimba sempat membuat Raja Srigala diam karena tidak tahu prihal tersebut, tapi karena sudah terlanjur murka dan gila tahta ingin mendapatkan kekuasaan Raja Rimba, rasa malu karena kebodohannya pun tidak membuatnya mundur dan tersadar, dia tetap keras hati ingin menjadi Penguasa Rimba. "Cukup omong kosongmu, saya tidak perduli lagi, saya hanya mau menguasai kerajaan rimba ini!!!", ucap Raja Srigala sambil mengangkat tinggi putera Raja Rimba dan melemparnya ke jurang.

"Tidaaaaakkkk!!!!", teriak Raja Rimba yang ikut melompat ke jurang demi menyelamatkan puteranya. Melihat hal itu, Raja Monyet dan Raja Beruang yang sebelumnya tengah memancal pohon dan bebatuan dari bawah bukit jurang, mereka telah bersiap persis di tengah jurang berjaga-jaga bila bahaya terjadi, mereka langsung cepat dan sigap menangkap Raja Rimba dan puteranya yang hampir jatuh tewas ke lembah jurang. 

"Aaaach, Sialaann!!!", ucap Raja Srigala, karena tidak berhasil membunuh mereka. "Cepat cari, tangkap dan habisi mereka semua!!!", teriak perintah Raja Srigala menyuruh kawanan rubah, hyena, babi hutan dan ular.

Sementara Beruang dan Monyet menyelamatkan Raja Rimba dan Puteranya. Kawanan Janggo, Jamboel Emas, Joebo, Chuboq, Jagger, Para Angsa, Bebek, Burung Elang dan Katak mencari dan menemukan tempat para betina dan anak-anaknya yang disandra, setelah melepaskan mereka, ternyata kawanan Ratu Ular, Ratu Biawak, Ratu Tikus, Ratu rubah, Ratu Hyena dan Ratu Srigala telah bersiap menyerang saat mereka akan datang ke lembah. Ratu Monyet dan Ratu Beruang datang membantu, terjadi peperangan sengit antara mereka semua. Janggo dan kawan-kawan melepaskan para sandra dan memberi obat penawar racun dari berupa kumpulan air liur para ayam. Di sisi lain pasukan Harimau dan Singa jantan lainnya menyerang pasukan para Srigala, Rubah dan Hyena yang mengepung mereka bertarung habis-habisan.

Setelah berhasil menyelamatkan Raja Rimba dan puteranya. Mereka (Raja Rimba, Raja Monyet dan Raja Beruang) bergabung melawan pasukan Hyena, Rubah dan Srigala. Tibalah pertarungan sadis dimulai, sementara Putera Raja Rimba dititipkan kepada Raja Monyet yang membawanya ke tempat yang aman di atas lubang pohon kayu jati besar di tengah jurang yang sulit diraih oleh hewan manapun juga kecuali harus memanjatnya, Raja Monyet meminta seluruh anak buah monyet melindungi pohon tersebut dari serangan hewan manapun.

Pertarungan mengerikan tidak dapat dihindari, Raja Srigala Alaska yang datang mencari Raja Rimba yang jatuh ke dasar lembah pun langsung disambut dengan serangan langsung oleh Raja Rimba yang mengamuk atas perbuatan Raja Srigala Alaska. Cakar-cakaran, pukulan-pukulan, dan darah pun mengalir deras bercucuran di antara mereka semuanya. 

Melihat hal tersebut, Ratu Ular, Ratu Biawak dan Ratu Tikus melarikan diri dengan cepat mengikuti petunjuk dari Raja Babi hutan yang memberi isyarat untuk berlari ke arahnya di ujung lorong lembah yang telah dilubangi Raja Babi hutan dengan taringnya bersiap untuk mengurung mereka semua agar mati dalam lembah tersebut. Cuaca hujan deras semakin memudahkan Raja Babi hutan untuk bekerja, dia menabrakkan taring-taring kuatnya dibantu para babi-babi hutan lainnya ke dinding-dinding tebing agar runtuh dan longsor agar dapat menimbun mereka semua tewas dan terkubur tanah tebing yang licin dan longsor. Setelah usaha mereka berhasil, para Babi hutan, kawanan Ular, biawak dan tikus pun pergi dan melarikan diri dengan suka cita dan tertawa senang merasa puas lega karena usaha balas dendam mereka pun telah berhasil.

Burung-burung yang mendengar pertarungan mengerikan tersebut, menyampaikan berita kepada Raja Gajah, Raja Kuda, Raja Badak dan Raja Bison (kerbau gunung). Mereka bersama langsung bergegas berlari ke arah tebing yang dilihatnya mulai longsor dan runtuh berjatuhan akan menewaskan menimbun mereka semua yang bertarung mati-matian di dasar lembah. Taring-taring gajah dan cula-cula badak pun bersiap menahan melindungi para hewan dari reruntuhan tebing yang longsor, sambil meminta para ayam, bebek, angsa, katak naik ke punggung para bison, gajah, kuda dan badak yang berlari. Tak lupa Raja Jerapah pun datang membantu memberi isyarat agar para hewan berlindung dan berlari keluar dari lembah yang longsor tersebut.

Raja Monyet yang melihat kejadian tersebut bergegas melompat berlari secepatnya menyelamatkan putera raja rimba, dan membawanya pergi dari lembah yang longsor tersebut yang akan menewaskan semuanya.

Nahas bagi beberapa hewan pun tidak selamat, selain para hewan yang sekarat karena kalah bertarung maupun yang sedang bertarung juga ditambah korban lain diantaranya Ayam Burma Chuboq, Ratu Rimba, Raja Rimba, Raja Srigala Alaska, Raja dan Ratu Hyena. Untung hewan-hewan rubah, anak-anak Hyena, para anak harimau dan singa, serta kawanan monyet berhasil berlindung dan diselamatkan oleh kawanan Beruang.

Duka mendalam di kerajaan rimba, akibat kejadian mengerikan tersebut. Hingga satu dekade masa masih menyisakan trauma yang menyedihkan, namun hal ini menjadi pelajaran baru bagi kerajaan rimba agar dapat saling hidup rukun, damai dan tenang. Setelah putera raja rimba dewasa, kelak dialah yang menjadi pewaris kerajaan rimba selanjutnya di cerita populer "The Lion King".

Sementara kawanan babi hutan, ular, biawak dan tikus, mendapat karmanya masing-masing, bukan lagi para hewan yang akan membalas kejahatan mereka tetapi para manusia-manusia cerdik, lebih licik dan kejam yang akan menangkap, memburu,  menguliti, dan menghabisi mereka.

Sedangkan para angsa, bebek, ayam, burung dan monyet menjadi kawan peliharaan para manusia yang dilindungi, dijaga dan dilestarikan hidupnya. Tidak jarang juga para manusia membuatkan hutan lindung bagi semua hewan yang jinak, langka dan baik hidupnya, agar dilestarikan, dipelihara dan dijaga sehingga tidak cepat punah. TAMAT. 250218Written by : Kepik Romantis / PVA

NB : Akhir kata cerita ini sepenuhnya ditulis hanyalah dongeng karangan hayalan belaka. Pesan penulis agar selalu cintai dan jagalah alam lingkungan sekitar beserta isinya sehingga selalu lestari, indah, aman, tenang, damai dan tidak punah.

Keterangan Photo : dandansa.wordpress.com/2017/11/09/lukisan-ayam-super-indah-karya-dandan-sa/

Friday, January 5, 2018

Kristal Kehidupan - Crystal of Life 2A "Overlords The Yellow Crystal"

Benua Ambifun adalah daerah wilayah yang terbentang luas kaya akan unsur logam, permata, tambang besi, baja dan hasil bumi dari tembaga, besi, perak, emas, permata, dll, maka negara-negaranya pun kebanyakan kaya raya, tetapi lahan pertaniannya kurang subur, banyak tanah kekeringan, bila musim panas membawa dampak terburuk hingga terjadi kesulitan memperoleh air bersih di tengah tanah penuh bebatuan dan kering. Karena hal inilah menjadikan wilayah kota-kotanya dibangun sangat modern dengan teknologi canggih menghasilkan gedung-gedung bertingkat dari hasil ekspor penjualan tambang hasil bumi di daerah masing-masing negara bagian.

Daerah Ambifun sangat mahal untuk memperoleh air jernih dan bersih. Setiap penduduknya terkena biaya pajak yang tinggi hanya untuk dapat memperoleh air bersih. Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat maju dan canggih, kecerdasan intelektual masyarakatnya terbilang sangat kreatif dan mampu bersaing dengan sportif. Tapi sangat disayangkan daerah ini justru yang paling mudah pertama kali diracuni dengan doktrin politik kekuasaan dan ambisi. Dikarenakan rakyatnya kurang perduli pada kelestarian lingkungan maupun kepedulian sosial, banyaknya kesenjangan sosial terjadi membuat daerah ini menjadi pusatnya makelar pasar gelap siluman terbesar di dunia. 

Tidak heran jika mulai adanya pasar gelap ini, maka semakin banyak pula bermunculan terjadi penyakit-penyakit aneh hingga banyak zombie muncul berkeliaran di jalan. Wabah itu mudah sekali menyebar, sekali tergigit dan ataupun tergores luka hewan ataupun manusia yang telah mengidap racun zombie, maka dalam waktu hitungan kurang dari lima belas menit, mereka sudah dipastikan tertular, bagi yang berjenis kelamin betina atau perempuan baik pada hewan ataupun pada manusia, mereka akan menjadi inang, perut mereka akan membuncit dan akan pecah mengeluarkan ratusan telur kecoak, cacing dan ular hitam. Sementara yang berkelamin jantan atau laki-laki menjadi zombie yang menularkan virus dan bakteri kecoak, cacing dan ular hitam.

Salah seorang keluarga korban berhasil meminta tolong dan menemui Master Alberte di pusat studi dan laboratoriumnya. Setelah Alberte meneliti sel darah korban, maka dengan cepat Alberte meminta Boy untuk mengirim pesan dan photo hasil pemeriksaan laboratorium menggunakan Handphone dan email/surat pada Boante. 

Boante yang telah membaca pesan dan surat dari Alberte, dengan segera meminta Ahui untuk menghubungi Master Tabib perempuan, Sister Chihante yang ahli pengobatan tradisional untuk meracik resep obat serum penetralisir racun atau elexir untuk menyembuhkan penyakit menular tersebut. 

Setelah menerima pesan dari Ahui, bergegaslah Chihante mencari dan mengumpulkan air liur dari para hewan berikut yakni komodo, kadal/tokek, katak beracun, ayam hitam, kucing bulu tiga warna dan beruang putih. Namun terdapat pesan khusus dari Sister Chihante bahwa ramuan ini hanya dapat benar-benar efektif 100% bila dimasak terlebih dahulu dan diminum selagi hangat dengan temperatur air hangat kira-kira 40 sampai 46 derajat celcius. Bila diminum dalam keadaan dingin atau sejuk, hanya efektif 75% saja kesembuhan racunnya, khususnya yang betina dan perempuan meskipun seluruh inang bibit benih jahat sudah hancur ternetralisir, tetapi keseluruhan tubuhnya belum kembali normal alias sehingga kemungkinan manusia ataupun hewan itu masih memiliki efek buruk, negatif atau buas, jahat, dan menakutkan pada tubuhnya.

Obat dan resep pun segera dikirim secepatnya oleh Chihante untuk Alberte di benua Ambifun. Dengan teknologi cloning tercepat milik Alberte, maka sebuah elexir dapat di-clone/diduplikasi dalam jumlah banyak hingga ratusan yang dikumpulkan dalam lemari pendingin agar tidak mudah kadaluwarsa, untuk dapat dibagi-bagikan secara cepat kepada para korban di daerah sekeliling pusat laboratorium dan masyarakat lainnya yang membutuhkan pertolongan segera.

Semakin banyaknya pasien yang tertolong oleh bantuan Master Alberte dan muridnya Boy, membuat Sedenk dan Titink menjadi murka karena tujuannya menguasai benua Ambifun jadi terhalang kembali. 

Sedenk dan Titink berangkat ke pasar gelap dimana terdapat banyak siluman pedagang yang menjual berbagai macam keperluan dan kebutuhan untuk manusia. Ada Siluman bercorak Abu yang dapat menjadi baik dan maupun buruk sesuai kebutuhan dan juga ada yang hitam untuk khusus buruk/jahat saja. Mereka datang untuk menemui para siluman pelacak yang dapat dibayar untuk mencari lokasi Master guru di benua Ambifun. Tentu saja, mereka dapat menemukan : Siluman Tikus, Kelinci dan Rubah, sangat mudah mengetahui keberadaan Master Alberte dengan indra penciuman dan genk kelompoknya sangat cerdik, cekatan dan jumlahnya sangat banyak tersebar di seluruh pelosok dunia. Sementara siluman dan jin lainnya seperti Siluman Kambing, Babi, Monyet, Tengkorak, dan Kelelawar, mereka adalah siluman yang kurang suka berbuat terlalu jahat, kecuali dibayar dengan harga yang sangat tinggi. Semua siluman pedagang ini tersebar juga di benua-benua lainnya.

Indra penglihatan Boante mengetahui bahaya yang akan dihadapi Alberte. Bahkan muridnya Ahui pun tiba-tiba berlari datang tergesa-gesa menemui Boante yang sedang bermeditasi di kuil.
Ahui : "Shifu!!!, saya mimpi buruk!!!"
Boante : "Iya..saya mengerti, kita harus bersiap-siap!!! Hari ini kamu bawa lilin-lilin ini yang ada di altar, saat kamu tidur malam, nyalakan di sekeliling tempat tidurmu.."
Ahui : "Shifu, Apa gak bahaya kebakaran?"
Boante : "Ya ambil lilinnya jangan yang besar-besar, dan nyalainnya jangan dekat-dekat banget sama kasur dan benda-benda yang mudah kebakar, agak jauh-jauhlah sedikit dan diberi alas yang tahan panas seperti porcelain."
Ahui : "Shifu, Kenapa harus pakai lilin? Kan biasanya juga gak perlu..."
Boante : "Eh, kamu kan liat sendiri dalam mimpi buruk. Lilin itu sudah saya doakan untuk melindungimu dari bahaya, karena unsurmu api cahaya, bila cahayamu lemah, kamu bisa celaka nanti."
Ahui : "Kan ada lampu listrik lebih aman Shifu dari pada lilin nanti kebakaran."
Boante : "Hadewh anak ini ngeyel mulu kalo dibilangin, eh.. lampu bisa aja tapi sapa yang mau pasang banyak kan boros listrik mahal, nanti ayahmu ngamuk lagi. Udah, dengerin makanya, yang penting hati-hati aja pasangnya."
Ahui : "Hehehe, iya juga ya. Oke Shifu.."

Sementara itu, di tempat Alberte, rombongan Sedenk dan Titink sudah berhasil mengetahui lokasi Alberte berkat bantuan Siluman Tikus got hitam, Kelinci hutan hitam dan Rubah ekor empat. Alberte menyuruh Boy untuk pergi menyelamatkan diri, sementara Alberte mengeluarkan senjata magnet listrik bercahaya untuk menyerang Sedenk dan Titink. Tetapi Boy menolak pergi, dia tetap ingin menemani master gurunya.

Sedenk : "Hehehehe, guru dan murid yang sangat luar biasa."
Titink : "Hahahaha, iya sungguh tersentuh..., sudah berikan saja kristal kuning itu pada kami, jadi kami tidak perlu capek berperang melawan kalian, yang buang-buang waktu sajah!!!"
Alberte : "Boy!!!, kamu bukannya pergi sekarang!"
Boy : "Tidak!!!, saya tidak mau tinggalkan Master Guru sendiri hadapi orang-orang gila ini!!!"
Sedenk : "Hallah bacot semua berisik!!! Habisi ajah semua!!"
(Seraya, mereka berubah dan mengeluarkan bentuk aslinya, Sedenk menjadi Ular Hitam Raksasa kepala dua dan Titink menjadi Kecoak raksasa yang memuntahkan banyak cacing ular menjijikan dan ribuan kecoak kecil terbang)

Alberte dan Boy menembakkan pistol listriknya, namun hanya ratusan cacing yang mati, sementara kecoak terbang sudah mulai menempel dan menggigiti mereka. Ular kepala dua dengan cepat memperhatikan ada cahaya kuning di balik dalam topi Alberte. Dengan cepat Sedenk (Ular raksasa kepala dua) melilit mereka berdua hingga kesulitan menembak, sementara Titink (Kecoak raksasa) diberi tanda untuk memukul, dan merampas serta mencabut sejata mereka. Pukulan beracun Titin menyambar ke wajah, dada dan tangan mereka, seketika dengan mudah langsung melumpuhkan mereka yang teriak kesakitan tidak berdaya. 

Kemudian Sedenk dengan cepat merampas topi milik Alberte yang bercahaya kuning dengan gigitan dari salah satu kepala ularnya, sedang satu kepalanya lagi melihat ada cahaya embun gelembung besar yang datang tiba-tiba ke arahnya hingga membuatnya terkejut seketika.

Sebuah getaran besar seperti gema gelombang suara air seolah merusak pendengaran Sedenk yang langsung melepaskan lilitannya pada Alberte dan Boy, serta membuat Titink pusing hingga berputar-putar karena gelombang gema mantra doa itu bunyinya sangat menyakitkan mereka berdua.

Cahaya embun gelembung itu adalah Boante dan Ahui yang terus membacakan mantra doa membentuk gelembung besar untuk menyelamatkan Alberte dan Boy yang sedang dalam bahaya. 

Sedenk berusaha menahan sakit langsung menghempaskan ekornya ke lantai membuat getaran bunyi retakan tanah hebat hingga suara retakan pecahan tanah dan lantai ubin itu membentur getaran gelembung cahaya. Membuat kedua getaran bunyi saling pecah hingga meluluh lantak kaca-kaca seluruh gedung, bangunan dan rumah hancur seketika dalam radius 5 (lima) kilometer.

Boante sadar kekuatan siluman ular hitam berkepala dua ini sangat dahsyat hingga membuatnya dan Ahui jatuh dan terpental terluka dalam akibat getaran ekornya. Saat Ahui berusaha bertahan dan hendak mencoba langsung berlari untuk menyelamatkan Alberte dan Boy, dia dihadang oleh Titink yang baru sadar setelah dentuman kaca pecah, melihat Ahui yang sedang berlari, langsung diserang salah satu kakinya yang panjang dan berduri hingga kedua kaki Ahui terperosok terjatuh dan kedua tangannya Ahui ditarik ditangkap oleh tangan berduri Titink, dan tubuh Ahui langsung digigit gigi-gigi beracun Sedenk yang sekejap memangsanya. Seperdetik sebelum Ahui hampir ditelan oleh Sedenk, Boante menghilang seperti kilat terbang memotong satu kaki, satu tangan Titink dan memenggal salah satu kepala Ular Sedenk dengan pedang tipis panjang namun setajam silet yang ada dalam tongkat berukir "Naga Emas" milik Boante.

Sedenk kesakitan, langsung secepatnya melarikan diri ketakutan dengan sebelah kepalanya lagi yang masih menggigit topi kristal kuning yang sudah dirampasnya, sedang Titink pun terbang sambil kesakitan karena kehilangan sebelah tangan dan kakinya terburu-buru mengikuti suaminya Sedenk yang melarikan diri. 

Boante membantu melepaskan Ahui yang masih tergigit kepala Ular hitam yang mati, dibelahnya kepala ular itu hingga terbelah tiga untuk menyelamatkan Ahui. Setelah itu, Boante langsung mengambil obat serum elexir yang masih tersisa di lemari pendingin, dan disuntikkan ke Alberte, Boy dan Ahui, karena tidak akan ada waktu lagi untuk memanaskan obatnya, sebab racunnya sudah lebih dulu menyebar dalam darah di tubuh Alberte, Boy dan Ahui. 

Sementara rombongan Chihante, Gusdante, Dhigante, Haite dan para muridnya baru datang sangat terlambat setelah Sedenk dan Titink melarikan diri. Mereka terlambat karena di daerah masing-masing pun tengah terjadi banyak musibah dan bencana yang beragam, sehingga harus lebih dulu menolong para korban, barulah dapat datang menyusul menolong Alberte. Sedangkan Maha guru Sinthe tidak dapat ikut datang hadir menolong mereka karena alasan penting tidak dapat meninggalkan kristal hitam yang paling berbahaya. 

Mereka pun langsung berusaha menyelamatkan Boy dan Alberte. Namun naas, Alberte yang sudah tua, tidak dapat bertahan lebih lama karena luka parah beracunnya sudah menyebar hingga ke paru-paru menuju jantung. Dalam sekaratnya, Alberte meminta dan berpesan pada Haite, Gusdante dan Dhigante untuk segera membakar dan mendoakan jasad tubuhnya sebelum berubah menjadi Zombie, dan Alberte meminta Chihante untuk menjaga, mendidik, menolong dan menyelamatkan muridnya Boy.

Seselesainya Alberte mengucapkan pesannya yang terakhir, Haite secepatnya langsung menotok nadi urat aliran darah dan nafas Alberte setelah racun masuk ke jantung, lalu Dhigante dan Gusdante membantu mengangkat jenazah Alberte untuk dimasukkan ke dalam mesin pendingin yang ada di dalam laboratorium milik Alberte, dengan memasang suhu dingin paling maksimal dibawah nol derajat, membuat jenazah Alberte membeku dan tidak akan berubah menjadi zombie selama masih dalam pembekuan, namun hal tersebut tidak dapat bertahan lama mengingat listrik yang digunakan pun terbatas, mereka harus segera mempersiapkan tempat untuk mengkremasikan dan mendoakan jenazah Alberte sebelum voltase listrik habis dan turun pada waktunya. 

Chihante segera meminta Chika membantu mengikat Boy dengan besi baja di sekelilingnya, karena melihat reaksi Boy sudah sangat keracunan. Benar saja, Boy pun berubah perlahan-lahan menjadi macan hitam yang sangat ganas. Belum beres menyelamatkan Boy, dan masing-masing sedang sibuk semua untuk mengkremasikan jenazah Alberte, tiba-tiba saja Ahui pun mengamuk karena keracunan dan berubah sangat mengerikan dari ukuran kecil, semakin membesar hingga menjadi monster raksasa, karena sangat kaget dan ketakutan, maka Ahui pun teriak dan berlari secepatnya ke dalam hutan menuju pegunungan salju yang dingin membeku karena seluruh tubuh Ahui sangat kepanasan akibat efek racun dan obat serum elexir yang masih berperang di dalam tubuhnya. 

Boante yang mengetahui hal ini menahan para maha guru untuk mengejar Ahui. Boante hanya meminta Edi untuk menemaninya, sementara para maha guru lain diminta Boante untuk mendoakan Alberte, lalu menyembuhkan Boy dan segera menolong Sinthe yang terluka parah karena kekuatan peperangan dengan ilmu hitam tadi membuat kristal hitam juga dapat melukai Sinthe. 

Dengan terbatuk-batuk keluar darah segar, Boante terus berjalan perlahan-lahan sambil terus dipapah oleh Edi mengikuti jejak kaki Ahui yang berlari memasuki hutan pegunungan salju. Sampai pada sebuah telaga es bening yang sangat beku dan dingin, mereka berhenti karena kehilangan jejak.

Boante : "Edi, kita istirahat dulu.."
Edi : "Tapi Shikung, kita masih belum menemukan jejaknya?"
Boante : "Tenanglah..., kita istirahat dulu, (uhuhuk..terbatuk lagi), saya sudah benar-benar lelah.."
Edi : "Baiklah Shikung.."
Boante : "Edi, tolong kamu pecahkan sedikit es di telaga itu dengan tongkat ini (Tongkat Naga Emas) dan ambil air di dalam lubang pecahan es tadi sedikit saja pada daun agar saya dapat meminumnya."
Edi : "Baik Shikung..." (Edi berjalan ke telaga dan perlahan berusaha memecahkan melubangi es-nya dengan tongkat dan mengambil airnya dengan daun).

Sementara Ahui memperhatikan Edi dan Boante dari kejauhan, Ahui takut dan bersembunyi di balik batang pepohonan yang besar dalam hutan. Boante mengetahui hal ini namun dibiarkannya dengan santai dan tenang, hingga Edi datang membawakan air dan Boante meminumnya dengan lega.

Boante : "Aaacch..segarnya.., kau juga harus mencobanya.."
Edi : "Shikung minum dulu aja, saya bisa nanti gampang sekalian.."
Boante : "Ehhmm..., Edi.., saya mau tanya tapi kamu harus jawab dengan sangat jujur ya.."
Edi : "Iya Shikung..tanya saja."
Boante : "Apa kamu mencintai Ahui?"
Edi : "Ach, Shikung ini ada-ada saja, mana mungkinlah, saya ini kan sama seperti Shikung sudah memilih menjadi pertapa, mana mungkin saya begitu.."
Boante : "Hahahaha (tertawa sambil mengelus jenggot putih tebal panjangnya) berarti kamu belum jujur pada dirimu sendiri dan kepada saya."
Edi : "Nggh..." (bingung, malu, dan takut tertunduk diam hingga tak mampu berbicara)
Boante : "Hahahaha, itulah yang membuatmu (Edi) dan Ahui menjadi samanya berat, susah dan sulit berkembang. Apa kamu (Edi) masih juga berpikir sama dengan Ahui bahwa Pencerahan hanya dapat diperoleh dengan satu jalan bertapa saja? "
Edi : "Tapi...Shikung, bukankah jika ada kemelekatan dari perasaan itu saja sudah membuat kita menderita dan berarti kita semakin sulit untuk melepaskan penderitaan dari perasaan itu, apalagi.. mana mungkin untuk Pencerahan? Bukankah perasaan itu sendiri juga selalu berubah-ubah setiap saat, bisa saja cinta lalu jadi berubah benci, marah dan kecewa."
Boante : "Edy, ketahuilah bahwa Cinta kasih sayang itu tidak pernah salah. Sedang yang Salah adalah Pikiran yang tidak jernih/bersih. Perasaanmu berubah-ubah karena dimulai dari pikiranmu negatif dan buruk, kotor menjadi muncul perasaan benci, kesal, kecewa, jengkel, marah, dan sebagainya. Jangan salahkan hati/perasaan, bila mulai dari pikiranmu saja tidak mampu kamu kendalikan sendiri."
Edi : "Shikung membuat saya jadi makin bingung..."
Boante : "Itulah makanya saya katakan kamu (Edi) dan Ahui jadi sama sulit berkembang, karena sama-sama tidak pernah belajar menjadi diri sendiri. Setiap makhluk hidup punya jalannya masing-masing untuk Pencerahan, tidak ada yang sama. Meskipun kamu selalu takut pada gurumu dan kamu selalu berpikir ingin seperti gurumu, Haite, tetap saja kamu bukanlah Haite. Gurumu, Haite tetap menjadi Haite, dan kamu adalah kamu, dirimu sendiri, jalannya hidup kamu tidak akan sama dengan jalannya hidup gurumu, Haite. Meskipun kamu berusaha ingin seperti Haite ataupun ingin seperti saya, Boante, sampai kapanpun juga tidak akan sama, pasti selalu akan berbeda jalannya, itulah yang disebut takdir, tidak akan sama."
Edi : "Tapi takdir kan bisa berubah dan diubah sesuai kemauan kita."
Boante : "Hahahahaha, Edi..., ingatlah meskipun kamu merasa yakin mampu begitu, tetap saja Tuhan itu Maha Kuasa, apa kita merasa mampu untuk melebihi Kuasa Tuhan? Manusia itu sangat tidak berdaya apa-apa, sesaat saja manusia kehilangan nyawanya, apa kita masih mampu untuk hidup?"
Edi : ".....hmm..." (tertunduk diam)
Boante : "Sekali lagi saya tanya, kamu jawab dengan jujur, apa kamu mencintai Ahui?"
Edi : "Iya... Shikung..."
Boante : "Nah, haha.. begitu saja kok susah banget, cukup jujur saja kan tidak sulit. Lalu saya tanya sekali lagi, tetapi dengan kejernihan ketenangan pikiranmu, Apabila di Masa Lalunya Ahui sangat buruk, kelam dan hitam hingga akhirnya menjadi monster buruk menakutkan seperti sekarang, apa kamu masih akan selalu mencintai, mengasihi dan menyayanginya?"
Edi : "Shikung, dengan jernihkan tenangkan pikiran, saya jadi merasa iba, sedih dan sangat kasihan padanya, yang sangat menderita."
Boante : "Yaah..memang itulah yang dinamakan perasaan Cinta dan kasih sayang terhadap sesama, mengapa kamu selalu menyangkal dan tidak jujur. Menjadi jujur bukan hanya pada orang lain, tetapi juga kepada dirimu sendiri. Nah, saatnya gantian, sekarang kamu ambil air di telaga tadi untuk kamu minum airnya sendiri dengan secarik daun ini." (Sambil Boante menyodorkan daun kering yang jatuh di dekatnya).
Edi : "Baik Shikung.." (Edi berjalan dan mengambil air di telaga es dan meminumnya perlahan-lahan dengan daun).

Setelah minum dan merasa segar, Edi berjalan kembali menuju tempat istirahat Boante, namun ternyata Boante telah menghilang entah kemana. Dilihatnya di depan matanya perlahan-lahan muncul sosok Ahui dari balik pepohonan besar dan tinggi, yang telah menjadi Monster Salju yang mengerikan dan menakutkan.
Edi : "Aa..hui..., kaukah itu?"
Ahui : "......" (terdiam hanya dapat menatap Edi) 
Edi : "Ahui, kemarilah.."
Ahui : "...." (terdiam)
Edi : "Ahui, kamu jangan takut.."
Ahui : "......(terdiam)..."
Edi : "Ahui.., saya... suka.."
Ahui : "Bohong!!! saya ini buruk!!!"
Edi : "Ahui..., kamu tidak buruk, jangan takut, saya mau menolong dan menyembuhkanmu.."
Ahui : ".....(menangis...sedih hingga terduduk), kamu Bohong, saya sangat buruk dan menakutkan..."
Edi : "Tidak.., saya mau jadi teman Ahui selamanya.."
Ahui : "Bohong...(sambil terus menangis)"

Tiba-tiba Boante yang menghilang mencari tempat sembunyi untuk buang air kecil, lalu muncul dari belakang Edi yang sedang terdiam.
Boante : "Ahui..., kenapa sedih? Kamu malu dan takut akan keburukanmu? Ahui, semua manusia punya kekurangan, keburukan dan kelemahan masing-masing, tidak ada yang sempurna, karena manusia gudangnya suka lupa, tidak sadar, selalu pernah berbuat salah, buruk dan keliru. Ahui.., ingat apa yang pernah saya ajarkan padamu.., tenangkan dirimu, jernihkan hati dan pikiranmu.."
Edi : "Ahui..., kendalikan amarahmu/emosimu yang hanya akan menyakiti dan melukaimu..., ikhlas sabar dan tabahlah..."
Ahui : "....(menangis masih terus berusaha mengendalikan diri)..."

Hingga hampir setengah jam terdiam, Boante dan Edi terus melafalkan doa mantra suci agar Ahui tenang dalam hati dan pikirannya. Ahui yang mulai tenang pun sedikit demi sedikit mulai mengecilkan tubuh raksasanya hingga kembali normal menjadi sebesar manusia, namun masih seperti monster. Boante mengisyaratkan Edi agar mengambil air di tempat telaga es tadi dan membawakan untuk diminum oleh Ahui yang masih menangis sesegukan.
Boante : "Ahui..., minumlah dulu..., kamu pasti lelah..., lihatlah.. Edi datang membawakan air untukmu, coba tenangkan dirimu.."
Ahui : "...." (terdiam dan perlahan-lahan mengambil dan meminum air pada daun yang ada di tangan Edi yang duduk di samping menemani Ahui yang terus menangis)
Edi : "...." (terdiam, perlahan-lahan membantu memegang tangan Ahui yang gemetaran sangat kedinginan tubuhnya, Edi langsung memeluknya untuk menenangkannya)
Boante : "...." (hening, berjalan perlahan sambil terus melafalkan doa, dan membuka jubah luarnya, lalu jubahnya diselimutkan ke tubuhnya Ahui untuk menutupi tubuh Ahui agar tidak ketakutan dan kedinginan lagi, dengan memberi isyarat Edi untuk menggendong membawanya berjalan pulang)

Perlahan-lahan tubuh Ahui yang masih seperti monster pun berubah kembali menjadi manusia namun banyak bekas luka gigitan menyakitkan dan luka parutan perih di tubuhnya, untung ada jubah Boante yang menutupi tubuhnya yang dingin, sakit dan setengah terbuka, sambil Ahui memeluk Edi yang menggendongnya di punggung Edi karena tubuhnya Ahui sangat lemas keluar banyak darah, tak akan mampu berjalan pulang bila tanpa bantuan Edi yang setia mendampinginya, dan doa yang terus dilantunkan oleh Boante sambil membuka jalan di depan, mereka pun kembali ke kuil dengan selamat. 

Sesampainya di kuil, Boante meminta Edi untuk mengambil beberapa tanaman obat yang ada di taman belakang kuil untuk meracik dan membuatkan obat tradisional untuk Ahui. Sementara Boante berusaha menjelaskan pada Ipenk dan Judit, kedua orang tua Ahui yang cemas dan khawatir akan keselamatan Ahui. Setelah kedua orang tua Ahui tenang, barulah Boante dapat duduk bermeditasi untuk memulihkan kesehatannya yang terluka dalam saat melawan Sedenk dan Titink.

Di lain tempat setelah Haite, Dhigante dan Gusdante selesai mengkremasikan dan mengubur abu jenazah Alberte dengan doa, mereka berangkat menuju tempat Sinthe. Dimana mereka melihat Sinthe yang tengah muntah-muntah darah, terluka sangat parah karena kekuatan kristal hitam. Dengan cepat, mereka membantu memberikan dorongan energi untuk Sinthe dengan bermeditasi dan doa bersamaan dengan para murid (Otoy, Pitet, Qisenk, Rini, Didi dan Fani) mengalirkan energi bersama untuk melawan kekuatan energi kristal hitam yang tengah melukai tubuh Sinthe sangat parah.

Sementara Chihante baru berhasil memulihkan Boy yang tadinya menjadi macan hitam telah berubah menjadi macan berbulu putih yang jinak, dan Chika yang penyayang diminta Maha guru Gusdante untuk menenangkan hati Boy yang sedang gelisah dan takut. Boy yang juga menyukai Chika, dengan kekuatan kasih sayang Chika membuat Boy melemah dan mulai perlahan kembali ke wujud manusia normal, sambil dibantu dengan memberi minum serum elexir yang dibuat oleh Chihante dibantu muridnya Geri dan Hana. Serta dengan harapan lain dari Gusdante dan Chihante adalah agar Boy dan Chika dapat menjadi pasangan yang serasi dan menikah dengan bahagia, sesuai pesan Alberte agar para pewaris penjaga kristal kehidupan memiliki keturunan yang baik untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. 

Di antara para murid pewaris penjaga kristal kehidupan, hanya tinggal tiga pasangan yang belum menikah karena rumitnya dan kacaunya kehidupan mereka yakni : Ahui dan Edi, Didi dan Fani, serta Boy dan Chika. Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Adakah harapan menuju kebaikan cinta kasih ataukah malah keadaan semakin buruk dengan timbulnya kekacauan yang lebih rumit dan memusingkan? - Bersambung -

020118Written and picture design by : Kepik Romantis / PVA

NB: Kisah ini hanyalah karangan Fiksi misteri belaka, bila ada kesamaan nama, bentuk, tempat, simbol, gambar, dan tulisan, semuanya semata-mata hanya dalam imajinasi karangan belaka.

Saturday, December 30, 2017

Mimpi Liburan



Liburan terindah, saat melihat pemandangan langit penuh suka-cita, meski kita dalam keadaan belum tentu seindah pemandangan lukisan bintang-bintang di langit yang cerah. 

Semoga keindahan alam dapat selalu membawa kedamaian dan ketenangan. Meski alam yang indah itu sekarang mungkin sudah banyak yang berubah, hilang, bahkan banyak yang rusak, sehingga keindahan alam itu terkadang hanyalah sebuah lukisan imajinasi, impian, fantasi dan ilusi semata.

291217Written by : Kepik Romantis / PVA
Picture Source : anggit.ga