Menurut keterangan Tetua Leak, Fani ditangkap oleh Genk Kambing Hitam Tanduk Banteng. Ahui pun bergegas pergi untuk menyelamatkan Fani tanpa memberitahu Edi dan Boy. Karena tidak ingin mengganggu latihan spiritual mereka untuk menolong Didi bersama Mahaguru Haite. Ahui pergi bersama rombongan Tetua Siluman yakni Tetua Monyet, Tetua Silver Gargoyle dan Tetua Golem Batu bata Emas.
Saat bertemu Genk Kambing Hitam Tanduk Banteng, mereka dengan senang hati menyambut kedatangan Ahui tanpa niat untuk berperang. Ahui terbingung, mengapa mereka begitu ramah, sambil menatap ke arah Tetua Monyet Sakti. Tetua Monyet membisiki Ahui, "Mereka gila uang, jika kau bisa bertaruh dengan permainan uang, dengan mudah mereka melepaskan Fani". Diliriknya ke arah Tetua Golem Batu Bata Emas, sambil berbisik kepada Tetua Monyet,"Hei, kau tidak akan mengorbankan si Golem dalam hal ini kan?". Tetua Monyet sambil tersenyum,"Ide bagus, akan kucari cara untuk membuat sesuatu dengannya". Tetua Monyet langsung mengajak Tetua Golem berbisik-bisik dibelakang Ahui dan Tetua Gargoyle.
Sesampainya bertemu dengan Ketua Kambing Hitam Tanduk Banteng. Langsung disambut dengan meriah, "Ha ha, akhirnya Ahui Sang Pewaris Kristal Cahaya pun datang, tanpa banyak basa basi, sahabat dekatmu pasti tau bagaimana berbisnis denganku, sambil melirik ke arah Tetua Monyet, sudah pasti kalian datang untuk menyelamatkan gadis cantik ini kan, (ditunjukan Fani yang tengah pingsan dalam sebuah penjara kayu seolah mereka telah merampas energinya dengan nafsu bejat mereka), jangan berpikir buruk padaku, itu semua ulah Si Ular Kepala 3 Sedenk yang merusak jiwa murninya dengan racun pemburu nafsu milik Mimix dan Ninin. Selamanya Fani hanya akan menjadi pemburu nafsu, kecuali Fani menemukan cinta sejatinya dan menikah dengan pria itu, barulah jiwa murni Fani bisa kembali setelah meminum darah suami tercintanya". Ahui pun tersentak, "Tapiii, Fani sudah kehilangan Didi, cinta sejatinya, bagaimana mungkin dia bisa sembuh?". Ketua Kambing Hitam menjawab, "Oooh, sungguh kasihan, Didi yang sekarang sudah terpilih menjadi Pertapa Brahmana pengganti gurunya, Haite. Tapi jangan khawatir, Genk kami punya banyak cara menyembuhkan dia, asalkan kau mampu membayarnya dengan harga yang sangat tinggi, hahahaha..".
Ahui menjawab,"Baiklah berapa harga yang kau minta?". Tetua Monyet pun bergegas menyela pembicaraan, "Ooh, kami sudah siapkan hadiah menarik untukmu, taaa daah (Sekejab Tetua Monyet mengeluarkan batu ukiran emas murni yang berbentuk Patung Ketua Kambing Hitam Tanduk Banteng), hadiah ini sangat berharga tinggi dan paling mewah untukmu, Ketua Kambing terhormat." Ketua Kambing pun sangat senang melihat sosok patung dirinya yang mengkilau emas murni, hingga berdiri tertawa senang, "Wahahaha, luar biasa, kau tau betul seleraku ini, hahaha.. baiklah akan aku beritahu obatnya. Fani bisa sembuh asalkan dia dapat jatuh cinta kembali dengan pria sejati, tidak harus cinta sejatinya, tapi mereka harus terus bersama dan yang terutama harus merelakan dirinya untuk cinta dan nafsu hingga pria itu berhasil meninggalkan kekasihnya demi nafsu dan cinta sesaat. Nah, aku berikan obat penawar ini berupa ramuan penumbuh cinta sesaat yang dapat melupakan cinta sejati untuk selamanya, yang harus diberikan terutama kepada Edi, kekasih Ahui. Masalahnya, apakah Ahui rela mengorbankan kekasihnya, Edi untuk diberikan kepada Fani, untuk selamanya? Karena setelah Edi meminum ramuan ini, Edi akan melupakan Ahui untuk selamanya. Dan hanya menganggap Ahui sebagai orang asing yang tak dikenalinya lagi". Ahui terenyuh sakit hati sedih luar biasa, tapi karena demi sahabatnya, Fani, maka Ahui pun rela. "Baiklah, akan saya lakukan demi menolong Fani". Tetua Monyet segera merampas obat dari Ahui dan menyahut,"Tidak!!! seluruh jiwa batinmu bisa hancur bila melakukan ini, bukankah kau sangat mencintai Edi dan hanya ada Edi di hatimu?".
Ahui pun merampas kembali obat itu dari Tetua Monyet, "Sebagai Pewaris Kristal Cahaya, aku harus merelakan apapun juga demi menolong semua makhluk, Fani adalah sahabatku. Waktu akan menyembuhkan luka batinku!!!". Ahui pun langsung pergi meninggalkan Tetua Monyet sambil membawa ramuan obat itu dan menarik Tetua Gargoyle untuk menggendong Fani yang pingsan untuk segera pulang ke Kuil Macan Terbang. Sementara Ketua Kambing Hitam berbincang dengan Tetua Monyet dan Tetua Golem sebelum mereka pulang sambil mencari akal bagaimana menolong Ahui.
Ketua Kambing Hitam : "Hmm, ini memang cobaan berat baginya, tapi memang jalan dia harus begini, sebab dia harus melewati kesulitan ini untuk dapat naik level yang lebih tinggi, dia harus melepaskan keterikatan cinta pada kekasihnya dan mengubah perasaannya menjadi kasih sayang dan kebijaksanaan yang murni, hanya kau (Tetua Monyet) yang mampu membantu dan mendorongnya, karena kaulah yang ditugaskan melindungi dan menjaganya sampai dia berhasil meraih kekuatan cahaya tanpa batas untuk menyelamatkan orang-orang gila (para penguasa gelap) itu agar bertobat menjadi waras kembali".
Tetua Monyet : "Aku tidak tahu apakah mampu mendorongnya, aku sendiri takut karena sebagai makhluk biasa, kita pun terkadang bisa jatuh dalam perasaan manusia, dalam hal ini terkadang kita bisa tergoda dalam derita manusia, bagaimana kita bisa naik level bila kita terjatuh dalam perasaan manusia yang penuh cinta duniawi ini".
Tetua Golem : "Aku mengerti bagaimana perasaan mu, karena kau takut setelah Ahui kehilangan Edi, dia jadi dekat denganmu dan kau takut semakin terikat dengan perasaan Ahui dan menjadi tenggelam dalam cinta keduniawian".
Semuanya : Menghela nafas dalam-dalam, sambil Tetua Golem dan Ketua Kambing menepuk-nepuk pundak Tetua Monyet Sakti.
Ketua Kambing Hitam: "Tenanglah, kalaupun cinta terjadi diantara kalian, pasti takdir kehidupan akan memiliki jalannya sendiri, Tuhan/Allah Yang Maha Kuasa pasti punya jalan dan solusinya dari setiap masalah. Selama kita masih percaya akan mukjizatNya. Sebab kita pun ditugaskan untuk memberikan cobaan kepada mereka. Agar mereka berhasil menemukan jalan terbaik bagi hidupnya masing-masing".
Tetua Monyet dan Tetua Golem : "Tumben, kau bijak sekali, sudah bertobat rupanya, hahaha. Baiklah sampai nanti..." Mereka pun pergi dari tempat Genk Ketua Kambing Hitam dan pulang mencari Ahui di Kuil Macan Terbang.
Setelah Fani diselamatkan, Gargoyle hendak membawa Fani untuk ketemu Didi, tapi Boy dan Edi melarang karena Mahaguru Haite berpesan dikala masa sakit dan tuanya, agar Didi meneruskan tugas Mahaguru Haite mengurus Kuil Macan Terbang. Mengetahui hal ini, maka Ahui pun meminta Gargoyle untuk diam-diam memberikan ramuan obat kepada Fani dan setengah obatnya dicampurkan pada minuman Edi saat makan siang.
Suatu ketika Boy mengatakan kebenaran pada Ahui, bahwa Edi tengah menghibur Fani dan sering bepergian berdua. Ahui pun pernah tidak sengaja ingin menjenguk Fani tapi setelah melihat Fani bahagia tertawa bersama Edi, maka Ahui pun enggan datang menemui mereka. Terlebih Edi pun mulai sering memberikan banyak barang kesukaan Fani agar bahagia.
Tidak lama kurang dari dua minggu, cinta mereka pun semakin dalam dan kuat, akhirnya mereka pun resmi menikah atas restu saudara dan keluarga Fani. Maka mereka pun tinggal bersama di rumah keluarga Fani. Fani yang sudah kehausan nafsu pun berhasil menggigit tubuh Edi dan meminum darahnya hingga akhirnya Fani menjadi pulih dan sadar sepenuhnya bahwa Fani telah menghancurkan pernikahan Edi dan Ahui karena tanpa sadar oleh cinta dan nafsu sesaat Fani. Tapi telah terlanjur sudah, penyesalan pun tak berguna, dosa sudah terlanjur dilakukannya dan Fani pun telah mengandung anak Edi. Fani pun menyadari keanehan yang terjadi pada Edi, kalau Edi sudah sepenuhnya melupakan Ahui selamanya.
Menyadari keanehan ini, Fani langsung mencari Tetua Gargoyle (menurut info Edi, Tetua Gargoyle yang membawa Fani pulang ke Kuil Macan Terbang) dan meminta penjelasannya mengenai apa yang terjadi saat Fani pingsan lalu diselamatkan oleh Gargoyle. Maka diceritakanlah semuanya kepada Fani oleh Gargoyle, bahwa Ahui mengorbankan Edi untuk menyelamatkan Fani dari racun pemburu nafsu milik Mimix dan Ninin. Fani pun sangat sedih, memohon agar Gargoyle membawanya menemui Ahui untuk memohon maaf. Sebab Ahui pasti sangat hancur hatinya dan Fani sangat takut bila Ahui sampai bunuh diri karena kehilangan cintanya, Edi. Tapi Tetua Gargoyle menahan Fani untuk tidak menemui Ahui, lebih baik Fani merawat dan menjaga bayi yang dikandungnya untuk kebahagiaan Edi, sebab itu adalah permohonan terakhir Ahui kepada Fani. Dan saat ini, Ahui sedang menenangkan dirinya menyepi di puncak gunung salju. Fani pun hanya bisa menangis sedih penuh penyesalan dan kembali pulang ke rumahnya.
Ahui mengetahui semua perihal Fani dan Edi dari informasi Tetua Leak. Ahui pun menghela nafas tidak ingin marah dan memilih mengurung diri berdiam menyendiri dalam sedih dan marahnya di puncak gunung salju. Seketika Ahui sedih karena merasa sepi, tiba-tiba cahaya terang datang menemui Ahui. Terdengar suara Master Boante padanya, "Ahui, segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kekal, semua berproses dan bisa berubah sewaktu-waktu. Mungkin dulu memang ikatan jodoh karmamu dan Edi sangat kuat, tetapi tidak ada yang tau akan masa depan, bahwa perasaan dan pikirannya Edi bisa berubah melupakanmu. Itu sebabnya rasa cinta di hatimu pun bisa berubah menjadi luka, benci, duka dan sedih. Tetapi janganlah kau tanamkan rasa benci dan amarah pada Edi. Sebab Edi yang sekarang bukanlah Edi yang kau kenal dulu, jadi perlahan cobalah untuk melupakan Edi, demi kebahagiaan Fani. Suatu ketika, cahaya kebenaran sejati akan menuntunmu menemukan jalan pembebasan dari derita, kecewa dan sedih karena cinta. Edi bukan lagi milikmu melainkan milik Fani saat ini. Inilah mengapa kamu harus belajar melepaskan semua keterikatan dan kemelekatan pada pikiran dan perasaanmu itu. Kasih sayang yang sejati hanyalah milik Allah/Tuhan Yang Maha Kuasa. Ingatlah segala sesuatu apapun di dunia fana ini tidak ada yang abadi, semua akan musnah, hilang, hancur dan kembali ke asalnya." "Tapi Shifu, aku sudah kehilangan kebahagiaan dalam hidupku, engkau lebih tau, bagaimana Ayahku sudah membohongi, memanfaatkan, menghancurkan kebahagiaan ibuku, bahkan memfitnah dan membuat keluarga kakakku membenciku, apa aku harus kehilangan satu-satunya harapan cinta bagi hidupku juga?". "Ahui, memang pahit, pedih dan menderita jalan hidup bagi pewaris dan pelindung kristal cahaya, ini semua adalah ujian berat yang harus kamu lalui, aku mengerti bagaimana kesedihan dan penderitaanmu, aku pun tidak mampu berbuat apa-apa, sebab aku sudah tidak memiliki raga, hanya bisa mendoakan memberkati jalanmu, sebab kristal cahaya itu sendiri yang telah memilihmu. Ketahuilah, kamu tidak akan sendirian Ahui, akan ada yang datang dengan tulus, jujur dan setia menemanimu, janganlah terikat pada cinta duniawi yang tidak kekal itu, ingatlah akan kasih Allah yang Maha Kuasa dan semua makhluk akan senantiasa menjaga, melindungi dan menyayangimu". Ahui pun tiba-tiba terbangun dan melihat sosok cahaya Master Boante yang datang menghibur kesedihannya lalu terbang mengikuti cahaya matahari terbit seraya tersenyum padanya.
Mendengar semua penjelasan Master, Ahui pun perlahan-lahan mulai belajar melepas semua keterikatan perasaannya. Ditulisnya sepucuk surat perpisahan pada Fani dengan mengembalikan semua barang kenangan milik Ahui saat bersama Edi (isyarat tanda Ahui melepaskan Edi, berpisah atau bercerai untuk selamanya, Ahui berkata pada Fani bahwa ikatan jodoh karma Ahui dengan Edi sudah berakhir selamanya, dan doanya agar Edi dan Fani berbahagia selamanya). Surat dan barang-barangnya dititipkan pada Tetua Tengkorak Pencabut Nyawa dan Tetua Genderuwo Buang Sial, untuk diberikan kepada Fani dan Edi. Ahui juga menulis permohonan maaf untuk berpamitan pergi bertapa di gunung salju dan tidak mengatakan bahwa dia pergi untuk berperang, dia ingin semua kerabat, saudara, teman dan semua yang dikenalnya selalu selamat dan bahagia, sebab hanya Ahui penjaga dan pewaris kristal cahaya sejati yang dapat menyelamatkan dunia dari kehancuran.
Sementara itu Tetua Tengkorak Pencabut Nyawa dan Tetua Genderuwo Buang Sial, berjaga dan melindungi keberadaan Mahaguru Haite di Kuil Macan Terbang dan Tetua Babi beserta Tetua Kelelawar Haus Darah menjaga Sister Chihante di Chapel Merpati Biru.
Maka Ahui pun diam-diam berangkat pergi untuk menemui Raja Naga Laut Timur bersama para Tetua Sakti. Dimana hanya Tetua Sakti dan kawanan Tetua lainnya yang mengetahui keberadaan Istana Raja Naga Laut Timur. Diperjalanan perahu layar, Tetua Monyet ingin menghibur Ahui, tapi dilihatnya Ahui terus menangis menatap lautan luas tak bertepi, membuat Tetua Monyet enggan mendekatinya.
Tetua Leak menarik Tetua Monyet untuk berbicara, "Hei, biarkan dia sendiri dulu, memang saat ini dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya." "Tapi, aku tak tega melihatnya terus bermurung seperti itu, bagaimana dia bisa berperang melawan musuh, dia bisa mati terbunuh bila seperti ini terus, sama saja mengantarkan nyawa pada musuh", jawab Tetua Monyet. "Hmmmph... yah kau benar, tapi jika kau berpikir di posisinya saat ini, kau akan tau betapa sulit keadaannya saat ini. Hanya ada satu obat yang bisa menyembuhkan keadaannya di situasi seperti ini, yaitu Ahui membutuhkan kasih sayang yang dapat menyembuhkan luka hatinya, dan itulah yang jadi tugas kita saat ini, membuat dia sadar bahwa kita tidak pernah meninggalkan dirinya. Suatu ketika Ahui akan menyadarinya dan akan membuka jalan terang kesadarannya yang akan bersinar menyinari semua kegelapan hati." "Tapi di satu sisi aku sendiri takut, bila terlalu dekat dan melindunginya, jalan keabadiaan kita yang tengah setara di alam dewa langit pun bisa terjatuh dalam cinta dan nafsu di alam manusia ini", ujar Tetua Monyet. "Yah kau benar, tapi aku pun sudah dengar banyak cerita, bahwa terkadang peraturan langit pun bisa goyah karena masalah percintaan umat manusia yang terlalu indah dan rumit ini". "Hahaha, maksudmu, kisah pelarian beberapa para dewa langit yang mencari cinta dan nafsu di alam dunia manusia?", timbal Tetua Monyet."Nah, hahaha, bukankah kau lebih tahu banyak cerita itu. Bahkan mereka sengaja menguji manusia itu, dan juga sekaligus mengubah kekuatan cinta dan nafsunya menjadi jalan menuju penemuan kesadaran sejatinya, sehingga mereka berhasil menolong dan mengangkat level derajat manusia itu juga ke tingkat yang lebih tinggi untuk terlahir di alam yang lebih tinggi".
"Cerdas sekali kau, tapi aku juga butuh makhluk yang lebih bijak dalam hal ini, maka dari itu aku harus mencari Raja Naga Laut Timur yang lumayan hebat dalam hal berbicara dan membujuk hati wanita seperti Ahui, karena hanya dia yang dapat membuka hati Ahui. Kalo aku terlalu gegabah, kurang sabaran dan takut menyakiti hati yang terlalu lembut seperti Ahui", ucap Tetua Monyet. "Tapi, apa kau tidak iri dan cemburu bila Raja Naga yang terlalu dekat dengan Ahui? Hahahaha... (Melihat wajah Tetua Monyet yang agak bingung mendengar ucapan Tetua Leak)", seraya menepuk-nepuk bahu Tetua Monyet. "Hmmmph, kau benar-benar menjengkelkan, tapi tak apa, paling tidak aku bisa bersaing dengan Raja Naga yang bijaksana, itu sepadan, hahaha...dari pada bersaing dengan manusia", jawab Tetua Monyet.
Seketika tiba-tiba datanglah Tetua Gargoyle memberi kabar penting dari penyelidikannya di Istana langit dan Tetua Golem datang memberi laporan penting dari penyelaman dalam lautan. Mereka menceritakan bahwa : Raja Naga dikurung dirantai dalam penjara istana Laut Timur oleh Genk Tikus Got Bau Busuk, yang dikepalai oleh Belut Listrik Kepala Tikus Got (Yoyol) dan gerbang pintu istana Laut Timur pun dari kejauhan tengah dijaga oleh Keluarga Raja Nyamuk Raksasa Pembunuh Jiwa (Zipet). Diketahui Raja Naga Laut Timur mengepalai semua Keluarga Raja Naga Laut di semua Istana Naga 8 penjuru arah angin. Maka dari itu semua Raja Naga pun tunduk dan ikut terperangkap dalam penjara istana Laut Timur akibat ulah licik dari Genk Tikus Got dan Belut Listrik (Yoyol). Sementara itu Raja Naga Langit (saudara muda Raja Naga Laut Timur) ditangkap Raja Laba-laba Beracun (Koperth) dan Raja Kutu Busuk Penggaruk Kulit (Lekine), yang dikurung dan di penjara Istana Pusaran Tengah Laut Lubang Cincin lingkar hitam, dimana daerah itu sangat mengerikan penuh kebencian dan dendam, sebab khusus untuk membuang para tawanan perang yang mati akibat kalah perang.
Sementara mereka melaporkan berita pada Tetua Monyet, Ahui yang telah diberikan air minum ramuan doa dan mantra penyejuk jiwa oleh Tetua Leak untuk menyembuhkan batin Ahui yang terluka. Seketika Ahui meminumnya, Ahui merasa terkantuk perlahan-lahan, dirangkulnya Ahui yang hanya setinggi bahu pundak Tetua Monyet. Ahui tiba-tiba menangis sedih dalam rangkulan Tetua Monyet Sakti. "Menangislah, biarkan seluruh kesedihanmu keluar dari dalam relung hatimu, dan esok hari kamu akan lupa dan kembali ceria seperti dulu", ucap Tetua Monyet Sakti dalam bisikan suara batinnya yang terdengar dalam hati Ahui yang pilu. Ahui pun seketika lelah dan tertidur lelap di bahu Tetua Monyet. Gargoyle, Tetua Leak, Tetua Golem, dan Tetua Monyet pun memeluk Ahui erat-erat sambil perlahan-lahan membawanya ke tempat duduk panjang membaringkannya tidur dalam mimpi indah sejenak dan sambil merapal mantra dan mendoakan Ahui dalam doa penyembuhan sepanjang malam.
-------------------------------------------------------
Crystal of Life 3B2
Bagian 2
Malam itu Tetua Monyet menyusun rencana, sebelum Ahui terbangun dari tidurnya. Maka diputuskan Tetua Gargoyle dan Tetua Golem akan menyerang Raja Nyamuk Raksasa Pembunuh Jiwa (Zipet) untuk mengalihkan perhatian mereka, agar Tetua Monyet dan Tetua Leak dapat menerobos masuk ke dalam gerbang pintu Istana Laut Timur untuk menyerang Genk Tikus Got dan Belut Listrik Kepala Tikus Got (Yoyol). Sementara mereka berperang hingga menjelang subuh, Tetua Monyet dan Tetua Leak langsung menyusup mencari penjara istana yang sangat dalam di level paling dasar bawah laut yang sulit ditemukan.
Tetua Gargoyle mulai kewalahan bersama Tetua Golem berperang melawan ribuan keluarga Nyamuk Raksasa Pembunuh Jiwa di sekitar kawasan gerbang pintu Istana Laut Timur yang tengah terbelah dan penuh lautan darah Nyamuk Raksasa berjatuhan. Ahui terbangun karena bisingnya keributan para Nyamuk Raksasa, bak bunyi ratusan terbang pesawat tempur lewat, serta besarnya gelombang ombak yang mengguncang karena banyaknya mayat Nyamuk Raksasa berjatuhan ke lautan.
Ahui pun langsung berubah menjadi Raksasa Monyet Salju yang membantu Tetua Gargoyle dan Tetua Golem melawan ribuan Nyamuk Raksasa Pembunuh Jiwa. Dipinjamkan pemukul baseball dari batu emas buatan Tetua Golem pada Ahui dan Tetua Gargoyle, agar lebih mudah memukul habis serangan ribuan Nyamuk Raksasa itu. Namun serangan pukulan mereka tidak mampu menghancurkan seluruh Nyamuk Raksasa tersebut.
Sementara itu, Tetua Monyet dan Tetua Leak terperangkap dalam jebakan Genk Tikus Got dan Belut Listrik Kepala Tikus Got (Yoyol). Karena mereka terperangkap dalam labirin buatan para Tikus Got. Tetua Leak memutuskan untuk menghadapi ribuan serangan Tikus Got Bau Busuk dan meminta Tetua Monyet terus mencari Penjara Istana tempat dimana Raja Naga Laut Timur dikurung oleh Belut Listrik Kepala Tikus Got (Yoyol).
Tetua Leak pun harus mengerahkan seluruh kekuatan saktinya memecah dirinya menjadi Ribuan Kepala Leak Terbang untuk menggigit, memakan dan menghancurkan Ribuan Tikus Got yang menyerangnya bertubi-tubi.
Kewalahan mencari jalan di tengah-tengah labirin buatan Tikus Got, maka Tetua Monyet pun habis kesabarannya dan membelah dirinya menjadi Ribuan Monyet berkeliaran menghancurkan semua labirin buatan Tikus Got.
Akhirnya Tetua Monyet berhasil menemukan pintu gerbang Penjara Istana Laut Timur dimana Raja Naga Laut Timur beserta semua para Raja Naga Laut dan seluruh keluarganya dikurung disana. Namun Tetua Monyet belum sempat menyelamatkan semua Raja Naga beserta seluruh keluarganya sebab langsung dihadang oleh Raja Belut Listrik Kepala Tikus Got (Yoyol). Tanpa basa-basi Raja Belut Listrik langsung menyerang Tetua Monyet dengan membelitnya seperti ular piton yang licin sulit dilepaskan disertai sengatan listrik yang luar biasa mengerikan, oleh karena berada di dasar lautan sehingga kekuatan listriknya menjadi sangat hebat luar biasa. Tetua Monyet yang sakti pun hampir mati berteriak kesakitan dibuatnya karena sengatan listrik yang dahsyat itu hampir membakar habis dan mencekik mati Tetua Monyet.
Teriakan Tetua Monyet membuat Tetua Leak pun mengamuk sejadi-jadinya, langsung dikeluarkan nya mantra kutukan badai angin bahorok yang menerbangkan semua Tikus Got Bau Busuk habis dibawa pusaran angin hingga terbang ke luar angkasa. Tetua Leak langsung berlari berusaha menolong Tetua Monyet dan sebagian tubuhnya lagi membelah diri untuk menghancurkan semua rantai listrik dan menyelamatkan seluruh Raja Naga dan para keluarganya.
Kekuatan angin bahorok Tetua Leak sempat membuat Belut Listrik Yoyol kehilangan kekuatannya karena tarikan pusaran angin yang sangat kuat membuatnya sulit membelit Tetua Monyet. Dengan sekuat tenaga disaat belitan Yoyol melemah, Tetua Monyet menggigit tubuh licin Yoyol dan menusuknya dengan kekuatan giginya hingga Yoyol pun kesakitan dan kehilangan kekuatan listriknya. Setelah kekuatan Yoyol melemah, Tetua Monyet pun dengan mudah menarik dan menyobek seluruh tubuh Yoyol hingga berkeping-keping hingga binasa seketika.
Setelah menyelamatkan seluruh Raja Naga dan keluarganya. Mereka semua bergegas membantu Ahui, Tetua Gargoyle dan Tetua Golem yang masih bertarung melawan Ribuan kawanan genk Raja Nyamuk Raksasa Pembunuh Jiwa (Zipet). Mungkin ini hari yang sangat melelahkan bagi Ahui yang telah kehilangan semangatnya, tatkala tenaganya mulai melemah karena kepungan ribuan Nyamuk, seketika Ahui pun tertusuk salah satu Nyamuk Raksasa tersebut, dalam hitungan menit Ahui pun kehilangan keseimbangannya tumbang tak sadarkan diri. Melihat Ahui terjatuh, Tetua Golem mengamuk dan mengeluarkan senjata Samurai Batu Emas miliknya untuk melawan Raja Nyamuk Raksasa Pembunuh Jiwa (Zipet). Seketika dibelahnya semua Nyamuk itu dengan jurus sabitan kilat Tetua Golem dan seketika itu juga Raja Nyamuk Zipet pun hancur terbelah oleh kesaktian Tetua Golem. Tetua Gargoyle langsung berlari berusaha menolong Ahui. Tapi terlambat sudah Ahui sudah pingsan, tidak sadarkan diri. Datanglah rombongan para Raja Naga Laut dan keluarganya disertai Tetua Monyet dan Tetua Leak.
Melihat kondisi Ahui, Raja Naga Laut Timur bersedih dan meminta seluruh keluarganya untuk melindungi dan merawat tubuh Ahui. Tetua Gargoyle memberi info pada Raja Naga Laut Timur, "Ahui terkena Racun Pembunuh Jiwa milik Raja Nyamuk, bagaimana cara menolongnya?". "Hmmm...hanya Raja Naga Langit yang tahu cara mengobatinya, saya tidak mampu menolongnya, sebab Raja Naga Langit lebih tinggi kesaktiannya dari padaku. Tetapi sekarang Raja Naga Langit (saudara muda Raja Naga Laut Timur) ditangkap Raja Laba-laba Beracun (Koperth) dan Raja Kutu Busuk Penggaruk Kulit (Lekine), yang dikurung dan di penjara dalam Istana Pusaran Tengah Laut tepatnya dalam Lubang Cincin lingkar hitam, dimana daerah itu sangat mengerikan penuh kebencian sebab khusus untuk membuang para tawanan perang yang mati akibat kalah perang. Pusaran itu letaknya di dasar palung laut yang paling dalam, dimana terdapat istana kegelapan yang letaknya harus mengakses ke terowongan bawah tanah, yang dimana dapat mengakses ke seluruh pintu penjuru dunia. Dan kita hanya punya waktu 3 hari sebelum tubuh Ahui benar-benar membeku dan membatu karena racun yang mematikan. Kita semua harus bersama-sama menolong Raja Naga Langit demi menolong Ahui. Maka saya perintahkan semua Raja Naga untuk menyerang ke semua gerbang pintu menuju terowongan bawah tanahnya. Sementara seluruh anggota keluarga Raja Naga membantu menyalurkan energi untuk tetap menjaga tubuh Ahui di Istana Laut Timur. Masing-masing Tetua boleh mengikuti salah satu dari Raja Naga untuk mengakses jalur terowongan bawah tanahnya menuju Istana Pusaran Tengah Laut Lubang Cincin lingkar hitam dan tugas kami (Raja Naga Laut Timur dan Tetua Monyet) mencari keberadaan Penjara dimana Raja Naga Langit dikurung. Kita tidak punya banyak waktu lagi, secepatnya kita harus berangkat menolong Raja Naga Langit".
Dalam waktu 48 jam, Mereka semua berhasil menemukan Penjara Istana Pusaran Tengah Laut Lubang Cincin Lingkar Hitam. Namun perjalanan menyelamatkan Raja Naga Langit tidaklah mudah, sebab yang dapat melewati jaring-jaring laba-laba beracun hanyalah Tetua Golem, Tetua Monyet dan Tetua Leak. Sementara Tetua Gargoyle dan Para Raja Naga Laut hanya dapat berperang melawan genk Raja Kutu Busuk Penggaruk Kulit (Lekine) beserta para arwah tawanan perang disana yang menjaga kawasan lubang hitam itu.
Tibalah saat Tetua Monyet, Tetua Golem dan Tetua Leak melawan kawanan genk Raja Laba-laba Beracun (Kopeth) dikarenakan mereka bertiga sangat kebal dengan racun apapun. Tetua Leak mengeluarkan jurus saktinya untuk membakar hancur semua jaring Laba-laba dan beserta ribuan para kawan Laba-laba Beracun lainnya. Sementara Tetua Golem segera membebaskan Raja Naga Langit yang dirantai beracun. Tetua Monyet dengan kesaktiannya dengan mudah menangkap Raja Laba-laba karena tubuhnya yang kebal dengan racun apapun, memaksa Raja Laba-laba untuk memberikan penawar racun bagi Raja Naga Langit. Raja Laba-laba pun terpaksa memutus salah satu kaki dan giginya untuk diberikan pada Tetua Monyet sebagai penawar racun dan juga sebagai permohonan ampun untuk melepaskan nyawanya. Tetua Monyet pun melepaskan Raja Laba-laba dengan syarat tidak akan mengusik dan mengganggu perjalanan misinya.
Setelah Raja Naga Langit memakan obat penawar racunnya, dengan mudah dia terbang dan membakar semua genk Raja Kutu Busuk Penggaruk Kulit (Lekine) beserta para arwah tawanan perang disana yang menjaga kawasan lubang hitam itu hingga hancur binasa seketika dalam hitungan detik. Sehingga Tetua Gargoyle dan para Raja Naga Laut pun dapat selamat dari serangan ganas Genk Kutu Busuk dan para arwah tawanan perang. Dengan kekuatan dahsyatnya, Raja Naga Langit pun dapat memindahkan para Tetua dan Para Raja Naga Laut dengan mudah cukup dalam hitungan 3 menit, melalui gelembung nafasnya berubah jadi awan, yang langsung menteleportasikan mereka semua ke tempat Raja Naga Laut Timur.
Setibanya mereka semua ke Istana Raja Naga Laut Timur. Maka Raja Naga Laut Timur pun menceritakan keadaan Ahui (pewaris dan pelindung kristal cahaya) yang tengah diambang maut, sebab mereka semua putus asa tidak tahu bagaimana menyelamatkan nyawa Ahui yang sudah tidak sadarkan diri akibat Racun Pembunuh Jiwa milik Raja Nyamuk.
Raja Naga Langit pun berkata, "Hmm.., ini sudah takdir, akhirnya aku harus bertemu dengannya lagi di dunia". Semua terheran-heran, "Apa maksudmu saudaraku, bagaimana kau bisa mengenal Ahui?", tegur Raja Naga Laut Timur. "Oh, jadi namanya Ahui sekarang. Baiklah akan kuceritakan. Di kehidupan yang lampau, aku pernah berhutang nyawa padanya. Saat itu Tetua Monyet Sakti masih dikurung dalam Gunung 5 Jari. Nah, dialah yang menolong dan menyelamatkan diriku saat aku dikurung dalam Istana Raja Langit atas tindakanku yang buruk sebagai siluman Naga Hitam, dimana telah banyak menakuti dan menyakiti kerajaan-kerajaan dan para pendeta di dunia. Maka seorang Bodhisatva Biksu sakti pun menangkap dan membawaku ke Istana Raja Langit untuk menerima hukuman di penjara. Namun saat itu, di Istana Langit ada seorang jenderal malaikat dewa yang menentang kebijakan Raja Langit dan meminta agar memperlakukan diriku bukan dengan mengurung dan menghukum dengan keji, melainkan merawat dan melatih dengan kasih sayang agar dapat naik level menjadi Dewa Naga Pelindung Langit. Tapi Raja Langit tetap bersikeras melaksanakan hukuman bagiku untuk dipenjara dalam kegelapan dan penyiksaan tanpa akhir. Tak lama, perang pun terjadi di Istana Khayangan Langit dan saat itu dia (Ahui) yang memimpin pemberontakan untuk menentang kebijakan Raja Langit dan menuntut kesetaraan bagi kaum Azura dan Dewa-dewi agar diperlakukan dengan adil dan setara. Raja Langit yang sakti tidak menyadari bahwa niat sebenarnya hanya untuk membebaskan diriku. Dia datang membuka penjara dan menghancurkan rantai yang mengikatku dan melepaskan diriku untuk pergi bersembunyi ke alam dunia. Dia juga yang mengalihkan perhatian Raja Langit dengan membuat pemberontakan. Raja Langit yang sakti dengan mudah menangkapnya, mengikat, mengintrogasi dan menyiksa dengan amarah sejadi-jadinya. Hingga turunlah para Bodhisatva dan Buddha meminta agar melepaskan dan mengampuninya. Dijelaskan dan dinasehatilah Raja Langit, sementara itu dia (Ahui) terbang mencariku ke alam dunia. Dengan kekuatan energi kasih sayangnya, dia mengubahku dari yang hitam mengerikan menjadi saat ini (bersinar emas berkilauan), semua berkat kekuatan cinta kasihnya yang luar biasa. Namun untuk membayar atau menebus segala karma dan dosanya yang memberontak membuat kekacauan di Istana langit, maka diputuskanlah perintah Raja Langit dan serta hasil diskusi dirinya dengan para Buddha dan Bodhisatva, maka dia harus menanggung hukuman untuk terjun lahir menderita berulang-ulang kali menjadi manusia di dunia dengan sumpah mengorbankan dirinya demi menolong semua makhluk, hal ini dikarenakan tugasnya untuk sekaligus pelatihannya di dunia agar kelak dapat pulang menjadi Bodhisatva. Itulah sebabnya saat aku melihatnya, aku sudah mengenalinya sebelum aku mengenalmu saudaraku, Raja Naga Laut Timur".
"Lantas bagaimana cara menolongnya, kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi hanya untuk mendengarkan cerita darimu. Sebab nyawanya saat ini sangat penting", ucap Tetua Monyet.
"Oke..oke, saat ini yang aku butuhkan hanya kamu(Tetua Monyet) untuk segera membunuhku dengan Pedang Tetua Golem", ujar Raja Naga Langit. Kontan semua kaget dan Tetua Monyet dan Raja Naga Laut Timur pun sontak berkata, "Tidak!! itu tidak boleh terjadi, apa maksudmu? Kau harus tetap hidup agar kami mudah mengalahkan para Raja Siluman lainnya".
"Dengarkan makanya!! Ceritaku belum selesai!!! Dia menyerahkan separuh jiwa dan 90% energi tubuhnya untuk mengubahku menjadi seperti ini sekarang, tubuhku berkilauan, bersinar terang bercahaya emas. Maka satu-satunya cara, kalian harus membunuhku, karena jika aku mati, aku pun tidak akan merasakan sakit yang lebih parah lagi dan kalian dapat dengan mudah mengambil Kedua Tanduk, Keempat Taring gigiku, Ekorku dan juga seluruh sisik tubuhku yang dibakar dengan api dari bola energi yang ada dalam mulutku. Lalu kalian berikan semua itu jadi satu untuk diminum dan dimakan olehnya (Ahui). Maka dalam hitungan kurang dari 30 detik, dia pasti akan pulih dan sadar kembali", jawab Raja Naga Langit.
"Apakah tidak ada jalan lain, selain begini? Sudah cukup saya kehilangan banyak keluarga dalam perang ini, saya tidak mau jika harus kehilanganmu juga, saudaraku", ucap Raja Naga Laut Timur. "Sayangnya hanya ini satu-satunya harapan dan jalan yang harus saya lakukan untuk menolong Ahui. Setelah Ahui sadarkan diri, dia dapat mendengarkan suaraku dalam hati dan pikirannya, jadi jiwaku akan selalu ada di dalam relung hatinya yang kosong. Dan energi jiwa murniku akan selalu melindungi dan menjaganya dari segala serangan jahat atau negatif yang ingin menyakitinya. Tapi Tetua Monyet pasti tidak akan senang dalam hal ini, karena setelah kematianku, maka aku akan jadi satu bagian dalam nafas, darah dan pikiran Ahui selamanya. Dan kau pasti akan merasa tersaingi dan cemburu. Karena selama ini, bukankah kaulah yang ingin selalu bersamanya?", ucap Raja Naga Langit menyinggung Tetua Monyet.
"Yah, aku baru sadar ternyata aku tidak punya jodoh karma cinta yang besar dan sehebat cerita karma kau dan dia. Aku benar-benar sangat cemburu padamu, namun apa mau dikata, ternyata kisah kalian sudah begitu kenal dekat dari sejak lama dan menderita hingga begitu lamanya. Maka aku pun sangat tersentuh dan terharu setelah mendengar kisahmu itu dan berharap pengorbananmu ini tidak akan sia-sia dan dapat membuat Ahui menjadi sempurna kembali dan semoga dia selalu mengingatmu dan mencintaimu sebesar cinta dan pengorbananmu padanya", jawab Tetua Monyet.
Dengan sedih, air mata pedih, dan teriakan yang amat sangat menyakitikan dari Raja Naga Langit yang seketika menyerahkan bola api energi dari mulutnya kepada Tetua Monyet dan dengan sekejab tetesan air mata pula dia mati dalam tebasan dan tusukan oleh pedang emas milik Tetua Golem, langsung Raja Naga Langit pun mati mengenaskan di tangan Tetua Monyet. Para Raja Naga Laut dan seluruh keluarganya, serta para Tetua sakti pun menunduk sedih, pasrah, penuh pilu air mata, melepas kepergian hancur Raja Naga Langit. Mereka terus berlanjut menyelesaikan upacara keselamatan demi Ahui dan menyediakan ramuan dan meminumkannya kepada Ahui. Seketika itu pula Ahui pun membuka matanya dan tersadarkan dirinya. Bahwa dia bermimpi seekor naga emas melilit dan melindungi tubuhnya dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Ahui merasakan energi cinta yang luar biasa mengalir dalam nafas dan darahnya.
"Apa yang terjadi padaku? Mengapa kalian semua tertunduk pilu dan sangat sedih?, tanya Ahui saat tersadarkan diri. "Ahui, apa kau tidak merasakan atau melihatnya?, tanya Raja Naga Laut Timur. "Akuu.. bermimpi sangat aneh, seekor naga emas mengitari melilit tubuhku dengan hangatnya dan seolah melindungi dan menjagaku, serta aku merasakan dirinya menjadi satu bagian dalam tubuhku, seolah nafasku, denyut jantungnya dan darahku pun penuh energi dirinya yang mengalir dalam diriku ini, apa aku telah mati? Siapa naga emas itu? Dimanakah dia sekarang, pasti kau (Raja Naga Laut Timur) mengetahuinya bukan?", jawab Ahui. Raja Naga Laut Timur hanya terdiam dan menangis tersedu-sedu bersama seluruh Raja Naga Laut lainnya dan keluarganya, mereka tidak mampu berkata-kata.
Tetua Monyet pun hanya menyentuh kening Ahui dengan telunjuk jarinya agar Ahui dapat melihat masa lalu seketika hingga saat Raja Naga Langit binasa. "Kau boleh membenciku Ahui, silahkan kau benci diriku semaumu, karena akulah yang membunuh Raja Naga Langit itu demi menolong nyawamu",ucap Tetua Monyet. "Mengapa kau lakukan itu!!! Kenapa kau tak biarkan aku mati!!!", dengan amarahnya Ahui langsung memukul Tetua Monyet hingga sejadi-jadinya. Tapi seketika Ahui terhenti saat terdengar suara teriakan keras dalam pikirannya Ahui dan berseru,"Hentikan Ahui!!!, Apa kau ingin membunuh Tetua Monyet hanya karena dia membunuhku? Ingatlah Ahui, aku masih ada dalam dirimu, aku adalah kamu dan kamu adalah aku, satu hati selamanya. Aku yang memintanya untuk membunuhku demi menyelamatkan nyawamu. Harusnya kau berterima kasih kepadanya karena selama ini, dia yang terus setia menjagamu disaat kau sedang kesusahan. Kenapa kau marah? Raga tubuh fisik ini tidaklah kekal abadi, bisa hancur, musnah dan binasa. Namun jiwa murniku akan selalu menyatu dengan dirimu selamanya, karena kau pernah menolongku di kehidupan lampau. Maka aku harus menolongmu saat ini agar kau bisa menyelamatkan dunia ini dari kehancuran", suara Raja Naga Langit bergema di hati dan pikirannya Ahui. Seketika Ahui pun terdiam dan menangis menyesali karena telah menyakiti Tetua Monyet. Ahui pun langsung bersujud memohon maaf dan pengampunan dari Tetua Monyet dan para Raja Naga Laut. "Mohon maafkan aku yang bodoh ini, karena diriku yang lemah ini telah banyak menyusahkan kalian semuanya, aku berjanji akan terus berjuang penuh semangat untuk menyelamatkan dunia ini, demi cinta dan pengorbanan Raja Naga Langit dan kalian semua yang telah banyak berupaya terus melindungi dan menjagaku selama ini". "Sudahlah, Ahui berdirilah, ini bukanlah salahmu juga, ini ulah keji mereka (para siluman jahat), maka kita semua jadi sengsara seperti ini. Sudah..sudah, mari kita sekarang bergegas melanjutkan rencana perjalanan selanjutnya. Sebab baru saja datang kabar buruk dari Tetua Babi dan Tetua Kelelawar Haus Darah yang menjaga Sister Chihante di Chapel Merpati Biru, mereka gagal melindungi Sister Chihante. Sekarang mereka terluka parah hampir mati dan aku sudah menyuruh Tetua Leak dan Tetua Gargoyle untuk merawat mereka. Kita harus menyusun rencana penyelamatan selanjutnya", ucap Raja Naga Laut Timur.
------------Bersambung-------------------------
Written & Drawing by : Kepik Romantis
No comments:
Post a Comment