Thursday, June 9, 2016

戏说人生 "Sandiwara Kehidupan" - 罗文 (Luo wen / Roman Tam) Ost The Assassination of Ma 1992 Opening Lyric

戏说人生 - 羅文 (Chinese Lyric)

风吹衣袖 月上西楼 昨夜的梦中
几番往事 几番忧 无人懂
你说你将要远游 不需人相送
留下今夜的梦中 你和我
戏说人生 有苦有甜 到头依旧是空
没有分离 何来相遇 不必强求
寻寻和觅觅 冷冷又清清
不知下一站将驶向何方
是是与非非 不想再多问
只愿每个有我的明天不再有泪

风吹衣袖 月上西楼 昨夜的梦中
几番往事 几番忧 无人懂
你说你将要远游 不需人相送
留下今夜的梦中 你和我
戏说人生 有苦有甜 到头依旧是空
没有分离 何来相遇 不必强求
寻寻和觅觅 冷冷又清清
不知下一站将驶向何方
是是与非非 不想再多问
只愿每个有我的明天不再有泪
只愿每个有我的明天不再有泪
寻寻和觅觅 冷冷又清清
不知下一站将驶向何方
是是与非非 不想再多问
只愿每个有我的明天不再有泪
只愿每个有我的明天不再有泪

罗文 - 戏说人生(电视剧"刺马"主题曲)- Lyric pinyin
Luo wen - Xi shuo ren sheng dian shi ju " ci ma " zhu ti qu
风吹衣袖月上西楼 昨夜的梦中 几番往事几番忧 无人懂
feng chui yi xiu yue shang xi lou, zuo ye de meng zhong, ji fan wang shi ji fan you wu ren dong
你说你将要远游 不需人相送 留下今夜的梦中一个我
ni shuo ni jiang yao yuan you, bu xu ren xiang song, liu xia jin ye de meng zhong yi ge wo
戏说人生 有苦有甜 到头依旧是空
xi shuo ren sheng, you ku you tian, dao tou yi jiu shi kong
没有分离 何来相遇 不必强求
mei you fen li, he lai xiang yu, bu bi qiang qiu
寻寻和觅觅 冷冷又清清 不知下一站将驶向何方
xun xun he mi mi, leng leng you qing qing, bu zhi xia yi zhan jiang shi xiang he fang
是是与非非 不想再多问 只愿每个有我的明天不再有泪
shi shi yu fei fei, bu xiang zai duo wen, zhi yuan mei ge you wo de ming tian bu zai you lei
风吹衣袖月上西楼 昨夜的梦中 几番往事几番忧 无人懂

feng chui yi xiu yue shang xi lou, zuo ye de meng zhong, ji fan wang shi ji fan you wu ren dong
你说你将要远游 不需人相送 留下今夜的梦中一个我
ni shuo ni jiang yao yuan you, bu xu ren xiang song, liu xia jin ye de meng zhong yi ge wo
戏说人生 有苦有甜 到头依旧是空
xi shuo ren sheng, you ku you tian, dao tou yi jiu shi kong
没有分离 何来相遇 不必强求
mei you fen li, he lai xiang yu, bu bi qiang qiu
寻寻和觅觅 冷冷又清清 不知下一站将驶向何方
xun xun he mi mi, leng leng you qing qing, bu zhi xia yi zhan jiang shi xiang he fang
是是与非非 不想再多问 只愿每个有我的明天不再有泪
shi shi yu fei fei, bu xiang zai duo wen, zhi yuan mei ge you wo de ming tian bu zai you lei

English Transalation :
Roman Tam - Joking Life (TV series "Blood Brothers" theme song)
Wind sleeves month on the West Wing, Last night's dream, Repeated past repeated worries, No one understands
(feng chui yi xiu yue shang xi lou, zuo ye de meng zhong, ji fan wang shi ji fan you, wu ren dong)
You say you are going to travel to distant lands,Without human hands, left me a dream tonight
(ni shuo ni jiang yao yuan you, bu xu ren xiang song, liu xia jin ye de meng zhong yi ge wo)
Joking Life, Bitter sweet, The head is still empty
(xi shuo ren sheng, you ku you tian, dao tou yi jiu shi kong)
Where there is no separation, how to meet, do not insist
(mei you fen li, he lai xiang yu, bu bi qiang qiu)
seeking to find, cold and clear, I do not know where the next stop will sail
(xun xun he mi mi, leng leng you qing qing, bu zhi xia yi zhan jiang shi xiang he fang)
Yes and No No, I do not want to raise another willing, My only wish each have no more tears tomorrow
(shi shi yu fei fei, bu xiang zai duo wen, zhi yuan mei ge you wo de ming tian bu zai you lei)

Indonesian Translate : 
"Sandiwara / Gurauan Kehidupan"

Angin pertengahan bulan pada bagian barat, Mimpi semalam, mengulang masa lalu kembali mengulang kekhawatiran, tiada seorangpun yang mengerti / memahami / mengetahui 
(feng chui yi xiu yue shang xi lou, zuo ye de meng zhong, ji fan wang shi ji fan you, wu ren dong)

Anda mengatakan Anda akan melakukan perjalanan ke negeri-negeri yang jauh, tempat tidak terjamah manusia, meninggalkan saya mimpi di malam ini
(ni shuo ni jiang yao yuan you, bu xu ren xiang song, liu xia jin ye de meng zhong yi ge wo)

Gurauan kehidupan, Pahit manis, Di dalam pikiran kepala ini kosong hampa
(xi shuo ren sheng, you ku you tian, dao tou yi jiu shi kong)

Dimana tidak ada pemisahan, bagaimana dapat mempertemukan, jangan terlalu bersikeras / menuntut
(mei you fen li, he lai xiang yu, bu bi qiang qiu)

mencari untuk menemukan, dingin dan jernih / jelas, saya tidak tahu akan pergi kemana pemberhentian berikutnya
(xun xun he mi mi, leng leng you qing qing, bu zhi xia yi zhan jiang shi xiang he fang)

Iya Iya Bener dan Tidak Tidak Salah, saya tidak menginginkan apapun yang meningkatkan tuntutan hidup berikutnya, Keinginan saya satu-satunya adalah berharap masing-masing esok hari nanti tidak ada lagi air mata. 
(shi shi yu fei fei, bu xiang zai duo wen, zhi yuan mei ge you wo de ming tian bu zai you lei)

Sumber Lyric : musixmatch.com/lyrics ; pinyin.azlyricdb.com/lyrics/L/Luo-wen-Xi-shuo-ren-sheng-dian-shi-ju-ci-ma-zhu-ti-qu-pinyin-lyrics-
Sumber Foto : sailboat-amazing-desktop-wallpapers-in-hd-widescreen-free

Saturday, June 4, 2016

Kualitas VS Kuantitas


Perbedaan yang jelas antara Kualitas dan Kuantitas. Keduanya sama-sama kuat hanya saja, punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kualitas mengutamakan hasil akhir yang terbaik, sedangkan Kuantitas hanya mengutamakan jumlah yang banyak, namun hasilnya tidak memuaskan alias biasa-biasa saja atau bahkan lebih banyak yang merugikan.

Menilai dari sebuah Produk / Barang, bila anda memilih Kualitas sudah dipastikan tidak akan mengecewakan tetapi harganya cenderung mahal karena dibuat dengan proses yang luar biasa sangat sulit dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Berbeda dengan Produk yang dihasilkan karena Kuantitas, sangat banyak jumlahnya di pasaran dengan harga yang murah terjangkau, namun anda akan kecewa dengan mudah juga, sebab Produk itu kebanyakan tidak tahan lama, mudah rapuh dan hancur.

Dari segi ekonomi keduanya sama-sama menguntungkan, hanya tinggal bagaimana konsumen tertarik dan memilihnya, pada permulaan mungkin konsumen akan tertarik dengan yang murah dan mudah, tetapi di akhir konsumen akan merasa kecewa, karena dengan barang yang murah dan membelinya berulang-ulang kali hanya akan memperbanyak sampah hasil industri. Contoh : Alat-alat elektronik yang murah meriah misalkan jam tangan yang seharga antara 50 - 100 ribu, baru dipakai satu dan dua bulan mungkin anda langsung membuangnya ke sampah karena mudah rusak dan ketepatan waktunya pun tidak stabil seperti jam tangan yang mahal harganya. Tapi berbeda bila melihatnya dari sisi mode, untuk sekedar bergaya jam tangan yang bisa dikoleksi murah dan banyak dapat menjadi aksesoris mode yang beragam, tapi alhasil jam tangan sudah bergeser fungsinya tidak lagi digunakan untuk ketepatan waktu melainkan hanya sekedar aksesoris mode. Hanya saja sekarang harga pun bisa saling bermain, anda mungkin dapat terkecoh dengan harga yang mahal tetapi kualitasnya mungkin bisa saja sama dengan yang murah meriah. Jadi semua perlu bukti dan uji coba barulah anda dapat menemukan yang benar-benar asli dan berkualitas terbaik.

Menilai dari sisi tanaman, para petani dan pedagang dapat memihat secara langsung, perbedaan yang dihasilkan dari tanaman yang ditanam melalui proses pembibitan akan berbeda hasilnya dengan tanaman yang hanya dihasilkan melalui proses cepat dan mudah atau vegetatif buatan. Penelitian membuktikan, bila ingin mendapatkan kualitas hasil buah dan biji yang unggul, hanya dapat mengambilnya dari tanaman induk yang telah mengalami proses pembibitan alami, memang waktunya sangat lama tetapi hasil panen yang dihasilkan tidak akan mengecewakan, bahkan tidak jarang ada yang dapat dipanen secara terus-menerus selamanya, tanaman pun cenderung lebih kuat terhadap perubahan iklim, cuaca, tahan terhadap serangan hama dan penyakit virus / bakteri / jamur. Bila ingin mencari hasil yang banyak dan cepat tapi kurang berkualitas, memang lebih mudah dengan vegetatif buatan seperti stek, menyambung, mencangkok, dsbnya. Tetapi hasilnya tanaman belum tentu kuat dan tahan lama. Keunggulannya hanya lebih cepat waktunya dan hasilnya lebih banyak tetapi kurang berkualitas. Contoh : Pohon Teh yang berasal dari bibit tanaman, dapat bertahan hingga ratusan tahun umurnya jauh lebih tua dari manusia. Berbeda dengan pohon teh yang berasal dari hasil vegetatif buatan, batangnya kurus kecil, tidak tahan cuaca dan perubahan iklim, mudah rapuh, mudah terserang hama dan penyakit, bahkan lebih cepat mati, tidak akan mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Keduanya sama-sama punya kelebihan dan kekurangan, tinggal bagaimana memilihnya antara Kualitas dan Kuantitas. Bila ingin hasil yang terbaik dan memuaskan, carilah yang berkualitas tetapi perlu kesabaran dan tidak mudah, tetapi bila ingin yang banyak jumlahnya dan untuk koleksi banyak pilihan, carilah yang mudah, murah dan cepat. Itulah sebabnya ada yang disebut barang asli dan barang tiruan. Mencontek dan meniru lebih mudah dan cepat, tetapi hasil contekan / tiruan belum tentu sebagus hasil asli. Karena yang meniru / mencontek tidak akan mengetahui rahasia proses dan teknik pembuatannya sehingga menghasilkan kualitas terbaik. Janganlah mudah tertipu oleh bungkus atau kulit luarnya yang kelihatan bagus dan indah, karena keaslian kualitas sebenarnya hanya dapat dilihat dari dalam isinya yang perlu diuji dan diteliti kualitas sesungguhnya.

Sama halnya menguji tingkat kualitas manusia, membedakan manusia yang berkualitas dari banyaknya jumlah ratusan jutaan dan bahkan milyaran manusia yang hidup dan berada di muka bumi ini. Akan kelihatan yang berkualitas pasti akan mampu bertahan dan teruji berhasil dalam hidupnya, dibandingkan yang lainnya. Itulah sebabnya perlu adanya ujian atau test kualifikasi, dimana manusia pun perlu diuji tingkat kemampuan, kelebihan, kecerdasan bahkan kelemahan dan kekurangannya. Bukan berarti mencari yang sempurna, tetapi mencari yang berkualitas, perbedaan antara sempurna dan kualitas jelas tidaklah sama. Sempurna dalam arti tidak memiliki kekurangan atau kelemahan sama sekali, berbeda dengan yang berkualitas, yang dicari dan dipilih adalah kualitas utama atau kelebihan unggul dengan diasah dan diuji agar menjadikan hasil yang terbaik, tidak tertutup kemungkinan yang berkualitas pun memiliki kekurangan atau kelemahan, hanya saja kualitasnya yang telah teruji mampu menunjukkan bahwa sisi kekurangan / kelemahan itu nilai kegagalannya kecil / sedikit, sehingga dapat diterima karena hasil akhirnya telah menunjukkan nilai yang terbaik, sebagai sebab dari mau belajar, mau mencoba, mau berusaha dan mau berjuang sehingga mampu bertahan dan berhasil menempuh semua test ujian dan masalah yang terberat di dalam perjalanan kehidupannya. 

Diibaratkan Nilai Sempurna adalah untuk Diamond / Intan berlian, sedangkan Kualitas dinilai seperti Emas, tingkat persen (%) kemurnian Emas menunjukkan seberapa besar Kualitas yang dimilikinya, sedangkan Kuantitas lebih seperti Perak, dengan jumlah banyak dan relatif harga lebih murah dan meriah. Bandingkan dengan Emas Putih, sekilas mungkin tampak mirip dengan Perak dan Besi Baja (Stainless Steel tahan karat) tetapi untuk menentukan perbedaannya perlu diuji dulu nilai keasliannya. Bila Emas terlalu murni pun, sampai dengan 90 - 100 % Emas semakin jarang dapat digunakan dengan baik karena terlalu lunak dan lemah, mudah rapuh, itulah sebabnya simbolisme arti bahwa manusia yang sangat luar biasa pintar cerdas atau jenius sekalipun belum tentu memiliki tubuh fisik yang sempurna, adakalanya memiliki kekurangan / kelemahan. 

Kesimpulannya dipastikan lebih suka memilih Kualitas dari pada Kuantitas, karena jika anda memilih Kuantitas meskipun pada awal mulanya merasa senang karena sangat mudah, cepat dan murah, tetapi di akhirnya anda akan kecewa kerena tidak akan bertahan lama, selain itu anda akan mudah bosan karena jenuh dengan banyaknya dan hasil akhirnya kurang memuaskan alias mengecewakan, merugikan, menyulitkan, merepotkan dan menyusahkan. Lain halnya jika anda memilih Kualitas terbaik, dipastikan akan sangat lama, sulit dan susah mendapatkannya, bahkan harga yang diminta pun cenderung relatif sangat mahal, tidak jarang pula hingga memerlukan pengorbanan dan ujian yang sangat berat sehingga membutuhkan waktu dan kesabaran yang lama untuk dapat memperoleh hasil dari Kualitas yang unggul / terbaik diantara yang hanya cukup baik-baik saja adanya. Written by : Kepik Romantis / PVA

Sumber Foto :
qual-vs-quan-fishbowl : coachrickswimming.files.wordpress.com
quality-vs-quanity21 : frank.jou.ufl.edu
quality_vs_quantity : movethechannel.com
quality-vs-quantity1 : www.ilfusion.com
Quantity-VS-Quality-in-Lead-Generation : b2bsalesprospects.com
Social-Media-Quality-v-Quantity : empression.ca

Friday, May 6, 2016

- Air Mata Hati -

Mata ini lelah menatap kepedihan,
Mata ini tiada dustanya,
Mata ini tak setegar hati,
Mata ini tak mampu bertahan,
Di kala sakit, luka dan berduka..
Di kala perih, siksanya derita..
Sekalipun hati menahan diri,
Tapi mata tak kuasa bohongi diri..
Banyak manusia merekayasa air mata,
Tapi tiada mungkin dapat merekayasa air mata kejujuran..
Air mata jujur takkan mampu bicara,
Air mata jujur terdiam menyepi,
Air mata jujur tak mampu bersuara,
Mengalir tak terasa membasahi pipi.
Cukup sudah menahan emosi hati,
Namun yang keluar hanya air mata..
Sekalipun tiada dipercaya,
biarlah suatu ketika jika 'ku telah tiada,
syair ini 'kan selalu terpahat pada nisanku..
Tertulis dalam pahatan hati, yakni :
Air mata ini 'tuk selalu mengenangmu,
Air mata ini 'tuk selalu merindukanmu,
Air mata ini 'tuk selalu mencintaimu,
Air mata ini 'tuk kasih sayangku,
Air mata ini 'tuk derita kesetiaanku,
Dan air mata ini pula 'tuk hembusan nafasku yang terakhir di dunia ini.
060516 Written by : Kepik Romantis / PVA

Tuesday, May 3, 2016

Menerima Peristiwa "Air Susu Dibalas Air Tuba"

Pribahasa yang sudah sangat sering didengar bahkan hingga anak-anak kecil pun mengetahuinya sejak diajarkan di bangku sekolahan. Ibarat Air Susu yang berasal dari Darah, sedangkan Air Tuba berasal dari Pohon Tuba yang memiliki akar beracun yang bila mana akar ini ditumbuk akan menghasilkan cairan yang berwarna mirip seperti susu putih namun sangat Beracun, yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan di sungai agar lebih mudah dan banyak. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami jelas maksud pribahasanya, Bagaimana pengorbanan darah dapat menjadi susu yang mengandung protein dan vitamin menyehatkan ternyata semua kebaikan itu harus dibalaskan dengan air tuba yakni berwarna sama seperti susu namun mengandung racun. Jadi jelas sekali maksudnya, sama-sama cairannya berwarna putih seperti susu, namun yang asli susu baik menyehatkan dan yang palsu bernama tuba adalah mematikan. 

Lalu pertanyaannya sekarang, seberapakah sering kita mengalaminya? Ketika seseorang yang telah kita percaya, kita sayangi, kita hormati, kita banggakan, kita puji, kita kenal baik, kita mengorbankan segalanya, kita bela dukung, kita majukan, kita setia menjadi teman / sahabatnya, ataupun bahkan menjadi kekasih tercinta di hati kita. Tetapi membalas semua kebaikan, ketulusan dan kasih sayang kita dengan luka menyakitkan, kekecewaan, penghinaan, memanfaatkan, mengkhianati, mengingkari janji ucapannya sendiri, meninggalkan tanpa kabar berita, mendiamkan mengacuhkan kita, membenci berubah menjadi menolak kita, bahkan yang lebih kejam lagi "membunuh" karakter kita secara langsung di publik maupun tidak langsung sebagai duri dalam daging, di saat dimana kita telah berhasil dan berusaha menolong membela sepenuh hati hingga sukses dan berhasil cita-cita impian hidupnya, kita terbuang sia-sia seperti sampah.

Itulah kejamnya kehidupan, kita tidak pernah mengetahui sedalam apakah hati manusia sesungguhnya. Maka banyak leluhur mengatakan "Sedalam-dalamnya Lautan Dapat diUkur, Tapi Dalamnya Hati Manusia, Siapa yang Tau?". Boleh jadi kita menyukai, menyayangi dan bahkan mencintai seseorang, tetapi ternyata belum tentu baik adanya, kita tidak pernah mengetahui alasan mereka untuk menyakiti kita, bahkan seseorang yang terhormat sekalipun dapat "lupa diri" setelah berhasil menjadi manusia yang diagung-agungkan dan dihormati banyak orang. Tidak pernah mengingat di saat jatuh, kehilangan dan menderita, hanya kita yang setia mau mendoakan, mendampingi, membela dan menolongnya.

Di saat bahagia banyak harta, kedudukan dan kehormatan, semua orang mendatangi bagai semut mencari manisnya gula. Namun di saat jatuh menderita, kesusahan, kesakitan dan kesedihan, maka semua meninggalkan dan melupakanmu sendiri. Biarlah itu terjadi, kita tidak perlu menyesalinya, karena keikhlasan itu merelakan segala-galanya untuk lepas dan pergi, sekalipun itu menjadi luka yang paling sakit di hati. Sebab kita tidak akan pernah merasa kekurangan sesuatu apapun, apabila kita tulus menyayanginya, biarkan kebahagian itu menyentuh hati dengan merelakan mereka melukai dan membenci kita.

Mencintai dan menyayangi yang tulus itu tidak pernah mengharapkan balasan apapun, lebih banyak mendapatkan luka tersakiti. Percayalah bahwa "Di Atas Langit Masih Ada Langit", hidup akan berputar, kita hanya perlu bersantai sejenak dan suatu saat nanti kita pun akan memahaminya. Biarkanlah Doa yang menyadarkan dan membuatnya insaf menyesal seumur hidupnya. Hanya waktu yang dapat menghukum dan menyadarkannya, serta menyembuhkan kepedihan di hati.

Tidak perlu juga mengharapkannya sadar dan menyesal, karena manusia itu gudangnya kesalahan yang selalu terlupa dan disengaja untuk mencari kesenangan sesaat di dunia. Untuk apa mengotori hati kita dengan membenci dan marah pada mereka, yang pada akhirnya juga semua manusia akan hancur dan binasa oleh cepatnya waktu. Waktu tidak akan pernah menunggu untuk berumur abadi hidup selama-lamanya di dunia, apalagi mengharapkan kekekalan sehat dan kuat selamanya. Waktu adalah yang paling adil dan bijaksana dibandingkan manusia yang sangat sulit untuk dewasa dan bijaksana.

Bila hidup lautan kebahagiaan, maka manusia tidak akan diberikan cobaan yang berat bila hidup ini begitu mudahnya. Jalani hidup dengan sabar, tabah dan tegar, kerena kita tidak akan pernah mengetahui hari esok seperti apa. Berusaha dan berjalan meraih kebaikan, biarkan luka perih kekecewaan dan pengkhianatan yang kita alami, suatu saat kelak akan menjadi berkah, anggap saja semua rasa sakit dan luka yang kita alami adalah hari-hari yang membahagiakan bagi kita. Biarkan mereka mencaci maki, memarahi, mengatakan kata-kata keji menyakiti hati, mengkhianati, melupakan, menghina, merendahkan dan membuang kita layaknya sampah di jalanan. Karena itu hanyalah sementara, bila kita membalasnya serupa berarti kita sama kejinya, sama kejamnya, sama jahatnya dan sama buruknya seperti mereka. Apakah kita mau membeli neraka kebencian amarah yang sama untuk meracuni mengotori hati diri sendiri?

Biarkanlah air susu kebaikan kita dibalas dengan air tuba atau racun dari siapapun yang telah dengan tega dan keji menghancurkan hidup kita, sebab sebaik-baiknya manusia tidak akan mempermasalahkan racun air tuba yang diterima dan diminumnya, hingga sekalipun racun air tuba itu telah melukai, menyiksa, menyakiti dan bahkan hingga terkejam telah merenggut nyawa kita sendiri. Mengapa? Sebab manusia hidup di dunia ini hanyalah sementara, yang berbuat keji lambat laun entah kini atau nanti, dia akan sadar dengan sendirinya, untuk apa merisaukan semua yang akan kita tinggalkan di dunia ini. Waktulah yang perlu kita takutkan, karena waktu tidak akan menunggumu, sekali kesempatan berbuat baik dan benar di dunia ini terlewatkan, selamanya kita akan menyesal dan penyesalan pun akan percuma apabila kita sudah hancur binasa menjadi abu debu ataupun menyatu dengan tanah tanpa nyawa, yang tersisa hanyalah penyesalan tanpa akhir. 030516 Written by : Kepik Romantis / PVA

Sunday, May 1, 2016

Korean Drama Series "Late Night Restaurant" (2015)

Kisah drama seri film Korea ini menceritakan tentang restoran / tempat makan di pusat kota Korea, tempatnya sangat sederhana layaknya rumah tradisi Korea zaman dulu, hanya dikelola seorang Chef / Koki handal yang tanpa memiliki pegawai lain, keunikannya adalah hanya buka dari midnight / dini hari tepatnya jam 12 malam, 00.00 atau jam 24.00 sampai jam 07.00 AM atau jam 7 pagi. Menu-menunya pun hanya tertulis nasi, roti, dan minuman (bir atau soju - minuman keras khas Korea), selebihnya Master Koki/Chef dapat menyajikan masakan apapun bahkan dari kota atau negara manapun yang menjadi permintaan pelanggan apabila bahan-bahan di dapurnya memungkinkan / tersedia. 

Semua orang pasti berpikir, mana ada orang tengah malam atau dini hari datang untuk makan lagi, tapi kenyataannya adalah ada saja yang datang tapi tidak terlalu banyak. Mungkin istilah bahasa asingnya adalah makan "supper", yakni makan antara malam ke pagi hari atau waktu menjelang makan malam dari dini hari hingga subuh menjelang pagi hari.

Pada mulanya memang tidak banyak yang datang, hanya yang beberapa orang yang rumah tinggalnya dekat dengan restoran. Lambat laun semakin hari seiringnya waktu, semakin banyak pelanggan yang datang, hingga ke artis dan aktor terkenal pun datang untuk memesan makanan karena merasa nyaman dan puas dengan keahlian dari Master Koki yang mampu menyajikan semua permintaan makanan-makanan aneh kesukaan ataupun keinginan setiap pelanggan yang datang dan pergi dari manapun. Terkadang juga tidak jarang para pelanggan datang membawa bahan makanan kesukaannya sendiri yang sengaja meminta dimasak / disajikan oleh si Master Koki.

Dari restoran tengah malam ini juga, banyak kisah permasalahan kehidupan dari para pelanggan terselesaikan dengan cara-cara yang unik oleh Master Koki dan para pelanggan yang saling berbagi cerita pengalaman hidupnya masing-masing. Ada kisah sedih perpisahan kehilangan hingga kematian dan ada pula kisah bahagia hingga berlanjut ke jenjang pernikahan.

Melalui pengalaman cerita para pelanggan yang meminta masakan tertentu, para penonton mendapatkan pelajaran mengenai memasak resep masakan baru dari film ini, selain itu juga mendapatkan informasi dari Master Koki mengenai seni cita rasa memasak disertai penjelasan psikologis karakter seseorang yang dapat dinilai dari setiap masakan yang dipesan oleh para pelanggan. Setiap masakan tertentu yang dipesan, ternyata juga memiliki cerita kisah sejarah suka maupun duka bagi setiap pelanggan, yang tercurahkan sebagai cita rasa kenangan pada restoran unik ini.       

Setiap episode di film drama ini, menjelaskan masakan yang tidak pernah sama / berbeda dengan episode-episode yang sebelumnya dan selalu menampilkan tokoh-tokoh baru dalam film ini. Hanya beberapa tokoh utama yang pada akhirnya menjadi pelanggan tetap di restoran ini, sekaligus memajukan dan mempopulerkan restoran unik ini.
Keseluruhan isi cerita sangat menyentuh dan cocok bagi para penonton yang hobby makan masakan lezat maupun yang hobby memasak sendiri dapat menambah contoh untuk eksperimen baru di dapur rumah masing-masing, khususnya yang mempunyai/mengelola restoran sendiri ataupun rumah makan pribadi. Tetapi tidak disarankan untuk ditonton oleh para pecinta film action, karena film ini lebih banyak bersifat keharmonisan, persahabatan, keakraban, persaudaraan dan kekeluargaan. Terasa nuansa kehangatan yang harmonis dalam menyelesaikan setiap problem/masalah kehidupan para pelanggan, kebersamaan dan kerja sama saling tolong-menolong, saling menasehati dan saling mengajarkan satu sama lainnya memaknai arti setiap kehidupan yang berbeda-beda untuk dijadikan pembelajaran bagi para penonton.

Tuesday, April 26, 2016

Film "On - Drakon" (2015)

Film ini mengisahkan cerita fantasi tentang adanya legenda Naga yang hidup di pulau misterius untuk memangsa para gadis muda pilihannya untuk dijadikan korban untuk melahirkan keturunan Naga selanjutnya. Hanya saja kisah ini, lebih menjadi simbolis tertentu yang ditutup-tutupi dengan gaya cerita khayalan. Dari sesi positifnya seolah-olah ingin menjelaskan bahwa seekor Naga campuran manusia jadi-jadian ini mempunyai jiwa yang baik dan tujuan yang baik, tidak seperti makhluk yang jahat.

Pulau Naga di dalam kisah ini tidak mampu ditembus oleh para pelayar/pelaut/nelayan manapun, karena yang mereka lihat hanyalah tertutup oleh kabut. Kekuatan cinta dari gadis yang mencintai kekasihnyalah yang mampu menembus dan memberikan sinyal/tanda dan membuka kabut yang menutupi jalan untuk menyelamatkan gadis yang telah diculik oleh Naga ini. Maka dari situlah cinta keduanya benar-benar diuji, apabila gadis yang diculik oleh Naga itu tidak mencintai pria pilihannya, maka sudah dipastikan pria yang mencari si gadis selamanya tidak akan pernah bertemu kembali alias si pria akan mati tenggelam di lautan karena kapalnya hancur karam terkena badai lautan ataupun mati kelaparan karena terombang-ambing di lautan yang berkabut tanpa jelas arah tujuannya.

Alhasil, gadis yang diculik ini ternyata punya perasaan terhadap si manusia Naga, yang baru dikenalnya dengan nama Armand, namun di sisi lain, si gadis merasa kasihan terhadap nasib Igor, pria yang telah dijodohkan oleh orang tuanya untuk menikahi Mira (si gadis yang diculik Naga). Armand merasa takut Mira akan mati bila mencintainya, karena kekuatan Naga yang mengerikan di dalam tubuhnya yang tak mampu dikendalikan olehnya. Sedangkan Mira sendiri takut bila Igor harus mati di lautan bila terus menerus terombang-ambing dalam kabut kegelapan.

Mira pun memutuskan untuk pulang kembali ke orang tuanya, Armand akhirnya luluh dan memberitaukan jalannya pulang dengan berlayar lurus mengikuti arus air laut. Mira pun bertemu dengan Igor, perasaan Igor bahagia, dipikirnya Mira telah sepenuh hati mencintai Igor. Namun, sesampainya di rumah, orang tua Mira, khususnya Ayahnya memberitaukan secara simbolis kepada Mira, bahwa Mira harus menentukan pilihan pria di hatinya, dengan siapa dia akan memilih hidup dan menikah selamanya, haruslah yang dapat membuat Mira bahagia.  

Perkataan Ayahnya Mira inilah, yang membuat Mira sadar bahwa, Mira tidak mencintai Igor. Mira terbangun dari perahu sampannya, berteriak kepada Igor, bahwa dia tidak mencintai Igor. Mira pun menyanyikan kembali lagu adat untuk memanggil Sang Naga agar menculiknya. Naga pun datang menculik Mira sebelum perahu Mira sampai ditarik tali ke tangan Igor. Igor marah dan ingin membunuh Sang Naga dengan tombak panjang, namun Ayahnya Mira yang melihat dan mendengar kejadian itu, melarang Igor untuk menyerang Naga.

Armand atau Sang Naga ini pun menjelaskan bahwa bila Mira memilihnya, maka Iblis Naga yang bersemayam dalam tubuhnya harus membunuh Mira. Namun Mira sadar, bahwa bukan dengan jalan membunuh, masalahnya hanyalah bagaimana Armand harus mengendalikan Iblis Naga yang menyatu di dalam tubuhnya itu, dengan mengendalikan amarah, emosi dan ketakutan dalam diri Armand. Mira pun menyanyikan lagu untuk Armand, hanya Mira-lah yang mengerti Armand, Mira ingin menolong Armand. Bagi Mira, sosok Armand adalah tetap manusia yang ingin hidup bahagia menjadi teman hidup selamanya.

Di akhir cerita, Mira dan Armand pun hidup bahagia dan memiliki seorang putra dari buah hati mereka. Armand pun sudah dapat mengendalikan dirinya dan menerima jati dirinya sebagai Naga (Dragon). Impian Mira dapat terbang bersama Armand pun tercapai, mereka dapat pergi ke negara-negara belahan dunia manapun mereka inginkan untuk dikunjungi dan membawa cinderamata bagi anak-anak mereka. END TAMAT.

Satu dua hal yang lucu dari kisah ini adalah adanya barang-barang terdampar dari kapal-kapal yang hanyut, seperti kotak peti berisi wayang kulit, lalu adanya buah Naga atau Dragon fruit di pulau yang jelas-jelas tidak berpenghuni itu, dapat tumbuh buah Naga. Keseluruhan isi cerita penuh simbolisme kehidupan yang ditutupi dengan cerita fantasi dan animasi yang berlebihan. Bagi para penonton yang tidak menyukai cerita roman cinta mungkin akan sedikit membosankan untuk dinikmati ketimbang menonton cerita film action. Tokoh pria aktornya sangat mirip sekali dengan wajah vampir ganteng (Edward Cullen) di film Twilight.  

Sinopsis Film "Sara" (2015)

Melalui film, informasi yang tersirat dapat disampaikan dengan baik kepada para penonton, untuk menyadarkan bahwa hidup di dunia ini penuh dengan penderitaan yang beraneka warna, yang setiap orang pasti akan mengalami masa-masa terberat dalam hidupnya. Terkadang kita berpikir bahwa manusia yang kelihatannya bahagia, ternyata belum tentu sebahagia yang kita bayangkan, boleh jadi kita menilai mereka hidup bahagia dengan harta, kedudukan terpandang dan kemewahan yang berlimpah, namun itu hanyalah dari sudut pandang diri kita, bukan dari sisi diri seseorang yang kita lihat itu, dialah yang mengalaminya sendiri, mungkin penderitaan batinnya jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan bahagia.

Kisah film "Sara" ini menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Sara. Terlahir dari seorang ibu yang hidup sebagai seorang "wanita malam" di kota Hongkong demi bertahan hidup, kehamilannya yang tidak diinginkan memaksanya untuk merayu seorang pria "hidung belang" pedagang toko buku dan alat-alat tulis agar dapat membesarkan anak perempuannya, melalui pernikahan terpaksanya, ibunya mendapatkan seorang adik laki-laki lagi bagi Sara. Namun malang nasibnya bagi Sara, ternyata setelah Sara beranjak remaja, dia harus merelakan dirinya hancur oleh "nafsu rendah" ayah tirinya itu yang ternyata diam-diam menaruh niat keji dengan syarat yang berat kepada ibunya sebelum menikah dengannya. Kejadian buruk itu yang menimpa Sara, meskipun diketahui oleh ibunya, tak mampu si ibu menghentikan niat jahat suaminya, karena dia sendiri tidak berdaya demi mendapatkan uang menghidupi Sara untuk sekolah dan adiknya, serta memerlukan tempat untuk bertahan hidup. Kesalahan Ibunya inilah yang membuat Sara membenci rumahnya, dia pun bergegas minggat dari rumah, meninggalkan ibunya dalam kepedihan dan ancaman, bahwa Sara akan melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ayah tiri dan ibunya mencoba mencarinya.

Perjalanannya dimulai dengan berkawan bersama para anak-anak jalanan dan gelandangan di pinggir jalan, makan seadanya sampah makanan yang terbuang di jalanan, mencari uang dari bernyanyi di jalanan ataupun menjadi wanita penghibur dadakan panggilan di club-club malam. Bila tengah malam mulai mengantuk, Sara dan kawan-kawannya mencari gudang-gudang kosong, rumah kosong, pinggiran halte, taman kota, pinggir jembatan sungai ataupun restoran, cafe malam yang buka 24 jam untuk memesan makanan seadanya ataupun sekedar istirahat tidur sejenak. Bila ingin mandi, mereka pergi menumpang mandi di tempat renang umum, sekedar mandi dan membersihkan badan.

Nasib buruk tidak selamanya buruk, alhasil kebiasaan menongkrong di hari yang sama di jembatan sungai, mempertemukannya pada seorang pria setengah baya yang memiliki kebiasaan aneh di tengah malam, memancing ikan di pinggir jembatan, namun setelah ikan didapatkan, dia melepaskan lagi ikan-ikannya itu ke sungai. Kejadian itu membuat Sara terheran-heran, dia hanya mampu memperhatikan kegiatan pria itu, tanpa berani mempertanyakannya dan menuliskan cerita keheranannya pada buku diarynya. Kecintaannya menulis sudah mulai terasah sejak dia kehilangan masa remajanya yang hancur, dia menuliskan semua kekesalan, amarah dan dendamnnya di setiap helai kertas dalam buku diary hariannya.

Suatu ketika, hujan badai besar terjadi tiba-tiba di tepi sungai jembatan, semua berlarian karena takut dengan badai angin dan kebasahan. Tak sempat lagi Sara menyelamatkan buku diarynya yang terjatuh di pinggir jalan. Sara yang putus studi sejak SMP, hanya dapat menjadi pegawai bayaran untuk mencari informasi untuk teman pria dekatnya (Raymond) yang bekerja di perusahaan surat kabar di Hongkong, temannya itu begitu sangat menyukainya, namun Sara yang berambisi selalu terhalang impiannya menjadi jurnalis karena tingkat pendidikannya yang rendah sehingga tidak memenuhi syarat dan kurang dipercaya oleh pimpinan perusahaan sebab gaya bahasanya tidak sesuai dengan kriteria jurnalis. Meskipun sudah dihibur oleh teman-temannya, Sara yang berjiwa muda mudah emosi dan melarikan diri. Ia pun kembali hidup di jalanan, untuk menghibur kekesalan dalam hatinya.

Tak disangka, pria setengah baya yang suka memancing di jembatan itu mengajaknya berbicara dan menunjukkan buku diarynya yang terjatuh saat hujan badai lalu. Sara terkaget, dia pun merasa malu, karena pastilah pria itu telah membaca semua kisahnya di buku diarynya itu termasuk keheranannya melihat tingkah laku si pria yang hobby memancing namun ikan-ikannya dilepaskan kembali ke sungai. Pria itu pun menjelaskan bahwa dia sendiri pun tidak tahu mengapa dia melakukan itu, hanya saja saat dia mendapatkan semua ikan-ikannya, ia berpikir bahwa ikan itu senang hidup di air, lebih baik melepaskannya lagi ke air. Mereka pun mulai dekat dan saling mencurahkan keadaan jiwanya masing-masing, Pria setengah baya ini ternyata punya beban tekanan batin yang tidak mampu dijelaskan kepada Sara, karena dia tau bahwa Sara masih terlalu muda untuk memahami peliknya kehidupan.

Di sisi lain, Sara yang mendambakan kehangatan, kebaikan dan kasih sayang seorang ayah, seperti mendapatkan impiannya kembali yang telah lama hancur. Impiannya adalah ingin bersekolah sastra dan diwisuda seperti teman-teman lainnya yang telah sukses dan berhasil menjadi jurnalis di surat kabar. Pria yang telah menjadi "Ayah manis" bagi Sara, mampu memberikan segala-galanya yang diinginkan oleh Sara, dari uang, fasilitas, hingga sekolah terkemuka di Hongkong. Namun dengan syarat Sara tidak boleh menceritakan hubungan mereka ke publik umum. Sara menyadari bahwa pria ini bukanlah orang sembarangan, dia seorang yang paling berpengaruh dan punya kedudukan tinggi dan saham di sekolah-sekolah tinggi dan universitas terkemuka di Hongkong. Pria sebagai "ayah manis" ini ternyata sangat menderita dalam kehidupan perkawinannya, secara batiniah Pria ini sudah tidak bahagia dalam keluarganya, namun dia mampu menutupi kebohongan hatinya pada publik agar semua orang tetap menilainya sebagai manusia sempurna dalam hidup dan berkeluarga. Sara menjadi pacar atau teman simpanan bagi pria ini, karena Sara membutuhkan pengaruhnya untuk sukses dan berhasil. 

Cinta terlarang mereka tetap berjalan, namun seiiring bertambahnya umur, Sara semakin cantik dan disukai oleh teman pria di kampusnya. Perasaan cemburu, minder, malu karena umurnya semakin tua, stress tekanan pekerjaan, dan beban keluarga karena istrinya lumpuh terserang stroke berat, pikiran negatifnya pun mulai menghantui si "ayah manis" ini, dia takut Sara mengkhianatinya, menceritakan kepada publik prihal hubungan asmara mereka di apartemen rumah pribadi pembeliannya untuk Sara, pikiran negatifnya itulah membuatnya semakin menjauhi Sara, karena takut Sara hanya sekedar memanfaatkannya semata-mata demi uang dan gelar wisudanya. Sara yang bingung melihat perubahan sikap pria tercintanya itu, meminta penjelasan prihal perubahan sikapnya. Dia pun menjelaskan bahwa setelah Sara wisuda, dia harus memutuskan hubungan dengannya. Sara yang menangis dan hancur karena kesepian, rasa sakit dan kecewa melampiaskan kesedihannya dengan pergi tour ke Bangkok, Thailand. Dalam hati dan benak Sara, kejadian itu membuatnya semakin sadar bahwa semua pria di dunia ini negatif, ternyata sama saja, tidak ada yang benar-benar mencintainya, hanya memanfaatkan "tubuhnya" semata-mata untuk kebutuhan sesaat, sebagai pelampiasan dan hiburan. 

Pariwisata di belahan dunia manapun, selain menyajikan pemandangan indah dan makanan yang mewah, ternyata juga menyajikan kehidupan "dunia malam" bagi para wisatawan. Thailand, negara paling banyak dikunjungi para wisatawan di berbagai belahan dunia karena banyak memiliki objek wisata yang indah dan dengan harga yang relatif murah meriah terjangkau bagi semua kalangan, menarik para wisatawan, termasuk Sara. Sara yang kesepian dan frustasi mulai suka meminum minuman keras dan merokok, menghabiskan waktunya dan uangnya ke bar-bar malam di Bangkok, Thailand. Bertemanlah Sara dengan perempuan hiburan malam dibawah umur, bernama Dok-my, yang ingin ditolong sekaligus juga menjadi bahan untuk cerita buku jurnalisnya nanti di Hongkong.

Sara pun mulai menyadari bahwa hidupnya tidak semenderita Dok-my, meskipun Sara merasa telah "dijual" oleh ibunya kepada Ayah tirinya, ternyata ada yang lebih buruk dan pedih nasibnya yaitu Dok-my, yang terpaksa dijual oleh orang tuanya sejak masih berumur 11-12 tahun karena tidak punya uang untuk melanjutkan hidup mereka yang sangat miskin dan kelaparan. Dok-my dan perempuan-perempuan lainnya yang masih dibawah umur dijual secara ilegal dengan harga sangat tinggi bila anak itu masih perawan, berbanding jauh harganya dengan anak-anak perempuan yang sudah tidak perawan lagi. Inilah ironisnya kehidupan yang tergantung akan uang, tidak ada yang menginginkan hidup dalam keluarga miskin dan menderita, pastilah semua manusia ingin telahir di keluarga kaya dan bersahaja. Dok-my kehilangan masa kecilnya yang bahagia, harus "menjual dirinya" demi mencukupi dan menyelamatkan hidup keluarganya.

Hati kecil Sara pun tergerak ingin menyelamatkan hidup Dok-my, dia mengumpulkan semua uangnya untuk menyelamatkan hidup Dok-my. Namun tak disangka-sangka waktu berjalan sangat cepat, si Ayah manis tiba-tiba menghubunginya, mengatakan penting sekali ingin bertemu dengannya di restoran yang sama dimana mereka sering berkencan malam sebelumnya di Hongkong. Tidak disangka ternyata, itulah hari terakhir mereka bertemu, Kam Ho Yin atau Ayah "manis" asuhnya itu mengidap kanker hati stadium akhir. Permohonan terakhirnya adalah agar Sara tidak datang ke acara pemakamannya nanti, saat dia telah meninggal dunia, dia meminta ini demi menjaga reputasi Sara agar Sara dapat melupakannya dan melanjutkan hidup barunya yang sukses dan menjanjikan sebagai jurnalis terkenal di Hongkong. Dari sinilah, Sara sadar bahwa Kam Ho Yin sangat mencintainya, dia menghancurkan hidupnya, batinnya, bahkan mengorbankan segalanya hanya untuk melihat Sara bahagia dan sukses berhasil hidupnya. Sara pun tidak mampu menepati janjinya, dia datang ke acara pemakaman Kam Ho Yin, namun satu hal yakni Sara tetap memegang janjinya, menutup mulutnya rapat-rapat, tidak akan mengusik keluarga Kam Ho Yin demi membalas budi baiknya selama hidup telah menyelamatkan hidup Sara dari kehancuran.

Sara semakin terpuruk, terdiam dan depresi semenjak kehilangan Kam Ho Yin, dia merasa bersalah dan berdosa karena keegoisannya yang terlalu banyak menuntut dan membebani hidup Kam Ho Yin sehingga membuatnya semakin stress hingga mengidap penyakit mematikan. Depresinya semakin menjadi-jadi, terlalu banyak minuman keras merusak pikirannya, ternyata berlibur ke Bangkok, Thailand tidak dapat menyembuhkan derita hatinya. Niatnya ingin dapat hidup bersama Kam Ho Yin seperti dulu lagi, lebih baik pergi bersama dengannya, diambilnya pisau tajam digoreskannya ke urat nadinya, mungkin penderitaannya dapat berakhir bila dia ikut mengakhiri hidupnya. Untunglah ternyata karma berbicara lain, Dok-my punya firasat buruk, secepatnya dia datang mencari Sara di kamar hotel biasa tempatnya menginap, dipanggil dan ditelpon namun tak ada jawaban, Dok-my meminta petugas membuka pintu kamar Sara. Dok-my teriak melihat lautan darah di tubuh Sara. Dok-my secepatnya membawa Sara ke rumah sakit, sepanjang hari Dok-my berdoa ke Kuil Buddha di Bangkok, Thailand, berharap Sara dapat pulih dan sadar kembali.

Mukjizat datang, Sara sembuh, Dok-my pun juga menghubungi Raymond agar datang ke Bangkok untuk menemani Sara. Dari kejadian itulah, Sara pun sadar bahwa dengan kematian tidak akan menyelesaikan masalah, dia pun merasa sangat malu setelah Dok-my menasehatinya, bahwa hidupnya jauh lebih menyedihkan namun tidak ada sedikitpun niatnya untuk bunuh diri, sedangkan Sara dengan segudang kelebihan (uang, gelar ijazah dan pekerjaan yang menjanjikan banyak kesuksesan) malah ingin mengakhiri hidup. Sara pun merasa semakin bersalah, menyadari dirinya ternyata hutang budi pada kebaikan Kam Ho Yin, harus dibayarkan kepada Dok-my, dimana dia pun harus menolong menyelamatkan banyak perempuan lainnya yang benasib seperti Dok-my. Akhirnya Dok-my mendapat tempat tinggal dibawah pengawasan Departemen Sosial, namun Dok-my merasa sedih bila harus jauh dari Sara, dia sudah merasa Sara sebagai teman dan saudara baginya, Dok-my berharap Sara dapat membawanya ke Hongkong. 

Sesampainya di Hongkong, Raymond memaksanya mempertemukan dengan Ayah tirinya, karena ingin mengabarkan kondisi Ibunya Sara yang kritis/sekarat di ruang ICU, rumah sakit. Permintaan terakhir ibunya sebelum dia meninggal adalah ingin bertemu dengan Sara. Dengan terpaksa Sara menuruti kemauan Ayah tirinya, dia berangkat menemui Ibunya yang sekarat. Ibunya hanya dapat menangis bahagia dan memohon maaf kepada Sara. Melihat kondisi ibunya, Sara menangis dan Sara mengatakan bahwa ia telah memaafkannya dan melupakan semua masa lalu yang kelam itu. Barulah ibunya dapat menghembuskan nafas yang terakhir, meninggal dengan tenang dan damai.                     

Firasat Sara benar, setelah dia sukses dan berhasil dengan buku terbitannya tentang prostitusi, bisnis pariwisata "dunia malam" dan perempuan dibawah umur yang kehilangan masa depannya. Sara berniat merayakannya bersama Dok-my, namun Dok-my telah menghilang, tidak ada lagi, Sara pun kebingungan mencari keberadaan Dok-my, Sara tetap mencari dan terus mencari hingga ke pedalaman kota kelahiran Dok-my, di situlah Sara melihat bagaimana miskinnya kehidupan keluarga-keluarga di kota kelahiran Dok-my, tanah kering gersang, rumah kumuh di pinggiran tumpukan sampah dan polusi. Sara sadar, ia tidak boleh diam..., inilah kewajiban terberatnya, inilah yang harus ditolong dan disuarakan hidupnya agar semua orang yang melihat dan membaca kisah ini, dapat pula tersadarkan sehingga membuka mata, hati dan pikirannya untuk menyelamatkan hidup mereka. 

TAMAT. The End. 
Kisah Film ini hanya salah satu contoh kenyataan hidup yang mungkin dapat terjadi di kota-kota besar lainnya di negara-negara manapun dan tidak hanya terjadi di kota tertentu seperti Hongkong maupun Bangkok saja (seperti di film ini). Film ini menjadi pelajaran sekaligus sindiran ironis mengenai permasalahan sosial akibat dampak masalah ekonomi di dalam kehidupan bermasyarakat yang selalu ditutup-tutupi di negara-negara manapun, yang pada kenyataannya barulah "terkuak" semakin jelas dan tajam di zaman modernisasi ini.  
Sumber Photo : wikipedia Sara_2015_film_poster ; Buddha-temple-bangkok