Sunday, November 19, 2017

Love Contractually 合約男女 (2017) - Movie Synopsis -

Masa lalu yang kelam "A Jin", seorang CEO wanita yang sudah berumur 35 tahun, terkenal sangat galak, tegas, disiplin, dan tidak percaya lagi kepada cinta dan kasih sayang. Keluarganya hancur tatkala Ayahnya mulai sukses menjadi orang kaya lalu berselingkuh dengan banyak wanita hingga menyiksa, menyakiti dan bahkan membiarkan meninggalkan Ibunya menjadi stress, gila dan depresi hingga mati bunuh diri. Dendam dan amarah kepada Sang Ayah yang buruk membuatnya sulit untuk jatuh cinta kepada seorang laki-laki, ditambah pengalaman buruknya berkali-kali ditinggalkan dan dikhianati laki-laki hingga yakni tunangannya sendiri (pria tercintanya). Kebenciannya kepada laki-laki membuatnya menjadi keras kepala, keras hati, cuek, dingin dan seolah kejam kepada semua karyawan-karyawan di perusahaannya. 

Melihat sahabat terbaiknya kini bahagia di kota Paris, Perancis, telah berhasil menikah dan berkeluarga punya dua anak dengan bahagia bersama suaminya, seorang pria eropa, memilih tinggal menjadi warga negara di Perancis. Sahabatnya masih terus menasihatinya agar tetap percaya pada cinta dan kasih sayang. Namun hatinya, "A Jin" masih ragu dan terluka terlalu dalam, sehingga memutuskan sebuah ide, bahwa hanya cinta anak dan ibu-lah yang paling abadi selamanya, maka dia akan mencari pria sewaan yang dibayar dengan uang berlimpah untuk berpura-pura menjadi asistennya di perusahaan, padahal hanya untuk mencari bibit "sperma" terbaik dari pria terbaik untuk dijadikan inselminasi buatan, untuk bayi tabung-nya, tanpa harus berhubungan intim, bersentuhan dan ataupun menikah dengan pria tersebut. 

Begitu banyaknya kandidat calon pria se-kota Hongkong yang modern, dia belum juga menemukan kandidat yang tepat. Hingga suatu ketika, seorang kurir, bernama "A Bo" yang bekerja di perusahaan kargo atau perusahaan pengiriman paket/barang, yang hidup sangat sederhana, sedang tidak sengaja harus mengirimkan barang ke perusahaan "A Jin", dimana saat itu "A Jin" tengah memecat secara tidak hormat terhadap seorang karyawati yang diketahui telah membuat penipuan surat palsu dan korupsi pada perusahaan, hendak menusuk "A Jin" dengan pisau kater kantor. Untunglah "A Bo" melihat dan dengan sigap langsung melindungi "A Jin" dari serangan karyawati yang dipecat itu. Akhirnya karyawati itu gagal menusuk "A Jin" dengan jujur menyatakan kemarahannya karena dia tidak terima dipecat karena harus bersusah payah membiayai mengurus anaknya yang masih kecil, maka "A Jin" yang luluh pun memaafkan karyawati itu dengan memberikannya uang jaminan dan tunjangan untuk keperluan anaknya, sampai karyawati itu menemukan tempat lain/perusahaan lain untuk pindah bekerja.          

Kesempatan kejadian tersebut membuat "A Bo" mendapatkan peluang untuk ikut wawancara menjadi asisten bagi "A Jin" dan ternyata dari semua hasil test dan wawancara, "A Bo" sangat cocok dengan kriteria yang diinginkan "A Jin". Dengan gaji yang menggiurkan ternyata tujuan "A Bo" tidaklah sama seperti pria lain pada umumnya. Berbeda dengan pemikiran "A Jin" yang menyamakan pastilah "A Bo" sama matrealistis / mata duitan, seperti layaknya pria-pria lain pada umumnya yang hanya mengejar uang dan jabatan tinggi dengan mudah dan menghamburkan uangnya untuk berfoya-foya dengan banyak wanita. Nyatanya "A Bo" memerlukan banyak uang untuk biaya operasi selaput gendang telinga anak dari kakak iparnya, dikarenakan kakaknya meninggal dunia saat pelatihan pasukan udara terjun payung. "A Bo" bertanggung jawab untuk menolong membesarkan anak dari alamarhum kakaknya. 

Lambat laun cinta muncul di hati "A Jin" karena kepribadian "A Bo" yang berbeda dari pria-pria lainnya. Bahkan "A Bo" merasa siap dan ingin sekali bila kelak dapat menjadi ayah yang baik dan bermimpi ingin memiliki keluarga yang sangat bahagia. Berbeda dengan "A Jin" yang sudah berpikiran negatif karena terlalu banyak masa kelam di masa lalunya yang pahit, kejam dan menyedihkan, membuatnya kehilangan kepercayaan pada seorang pria, di matanya semua pria adalah sama buruknya seperti Ayahnya, yang kini malah menyusahkan "A Jin" karena Ayahnya terkena penyakit Alzheimer yang semakin parah memburuk kondisinya setiap hari di rumah sakit jiwa.

"A Bo" tidak putus asa, meskipun cintanya ditolak, dan hanya sebatas kontrak perusahaan semata untuk menjual bibit benih spermanya saja, kepada "A Jin". Tetap "A Bo" terus berharap dapat menikah dengan "A Jin". Hingga suatu ketika saat dimana "A Jin" telah berhasil melakukan operasi bayi tabung dan hamil, maka "A Bo" diusir dan dipecat oleh "A Jin", karena kerasnya dan ngototnya "A Jin" ingin membesarkan anaknya seorang diri tanpa suami. Karma datang saat menjelang dekat bulan-bulan kelahiran anaknya, "A Jin" kecelakaan di rumahnya di kota Paris, Perancis. Sahabat terbaiknya berusaha menyelamatkan "A Jin" dan bayinya, namun apa daya, "A Jin" harus keguguran, bayinya gagal diselamatkan. "A Jin" menjadi gila, depresi dan berkali-kali mencoba untuk bunuh diri seperti ibunya. 

Sahabatnya sadar dan berusaha mencari "A Bo" di Hongkong, untunglah "A Bo" mengirimkan paket album cinta keluarga dan cincin pernikahan yang dibuat oleh "A Bo" sendiri untuk "A Jin" agar kelak anaknya lahir dapat mengingat ayahnya "A Bo". Tidak diketahui oleh "A Jin", sahabatnya menghubungi "A Bo" agar dapat ke kota Paris, Perancis, untuk menyelamatkan "A Jin" dari niatnya untuk bunuh diri. Dengan senang hati dan tanpa disengaja, "A Bo" membawa perangkat lengkap persiapan terjun payung yang dulu diajarkan almarhum kakaknya, cita-cita "A Bo" adalah membawa "A Jin" terjun payung keliling kota Paris, Perancis untuk melamar menikah dengan "A Jin". Niat hati ingin bunuh diri pun berbuah bahagia karena "A Bo" datang menyelamatkan hidup "A Jin", karena "A Bo" ingin menunjukkan bahwa dirinya berbeda dari laki-laki manapun yang telah menghancurkan hidup "A Jin", "A Bo" ingin mengobati kesedihan "A Jin" di masa lalu, agar "A Jin" dapat melupakan masa lalunya yang kelam, membangun lembaran baru bahagia berkeluarga dan bersedia menemaninya dengan setia dan membahagiakan hidup "A Jin" selama-lamanya. Akhir cerita mereka dikarunia dua anak yang lucu-lucu dan berupaya mengentikan tangisan dua anaknya yang masih kecil dan manja. 

Written by : Kepik Romantis / PVA
Sumber Photo : 
http://i.viewasian.com/poster/587/love-contractually-hong-kong-2017.jpg?type=small
https://i.pinimg.com/originals/82/74/2e/82742eac9571ae475f6e4054bc6184d1.jpg

No comments:

Post a Comment