Wednesday, March 22, 2017

Semesta Bersatu - United Universe -

Alam semesta ini berisi kumpulan individu-individu yang tak terhingga jumlahnya dari berbagai jenis, bentuk, ukuran dan atau maupun macam species makhluk hidup. Antara satu individu dengan individu yang lainnya saling berkaitan, karena adanya hukum kausalitas (Hukum Karma). Aksi dan rekasi antara individu dapat saling mempengaruhi perubahan di dalam alam semesta. Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan tidak mungkin? Dan sebagian lagi akan mengatakan sangat mungkin terjadi. Mengapa demikian? Apakah perlu dibuktikan? Secara sitematis ataukah logika?

Bagi mereka yang mengatakan tidak mungkin, karena berpikir bahwa mana mungkin satu individu dapat mempengaruhi individu yang lain apalagi sampai merubah saluruh tatanan alam semesta. Jawabannya benar juga bila satu individu itu hidup tidak akan memberikan pengaruh banyak kepada alam semesta. Tetapi bila kita hitung secara sitematis, satu individu ditambah individu-individu lainnya yang berada di setiap negara, kira-kira apakah masih tidak ada pengaruh terhadap alam di sekelilingnya? Misal satu individu membuang sampah/kotoran 1 saja, ditambah dengan perkalian jumlah individu-individu yang menetap di suatu wilayah kota dengan melakukan hal yang sama yaitu membuang sampah/kotoran, apakah jumlah kotoran/sampah itu akan masih tetap sama 1 saja? Ataukah sudah berubah jumlahnya?

Semua hal yang baik maupun buruk berawal dan bermula tetap dari angka yang sama yaitu satu (1). Dan akan bertambah jumlahnya jika setiap individu mengikuti hal yang sama. Jadi berhati-hatilah dengan pilihan awal langkah yang dipikirkan, diucapkan, maupun diperbuat dan dilakukan, karena baik ataupun buruk, segala sesuatunya itu tetap akan mempengaruhi perubahan yang terjadi di alam sekitarnya hingga mengubah seluruh tatanan alam semesta. Masih tidak percaya? Pepatah mengatakan karena "nila setitik rusak susu sebelanga", satu hal kesalahan kecil saja maka mempengaruhi keseluruhannya jadi tercemar. Air yang jernih dalam gelas karena setetes tinta yang kotor membuat satu gelas air pun menjadi hitam kelam. Kesalahan kecil saja dapat mempengaruhi keseluruhannya. Lalu bagaimana mengembalikan air-nya agar menjadi jernih? Jawabannya Sulit sekali, Tidaklah mudah mengembalikan Kejernihan Air yang sudah menjadi hitam. Perlu proses, waktu, cara, teknik, berbagai macam obat untuk menyaring yang hitam/kotor/tercemar agar kembali menjadi air yang jernih seperti semula. Dan proses itu tidaklah mudah, tidak dapat instan langsung, melainkan memerlukan banyak pertolongan/bantuan dan maupun pengorbanan dari berbagai pihak dan maupun berbagai ahli. 

Jelaslah bahwa bila ingin terjadi suatu perubahan besar, maka perlulah juga perubahan itu terjadi dan dilakukan oleh setiap masing-masing individu yang lalu bergabung bersatu untuk melaksanakan tujuan yang sama. Misalnya kita ingin agar tidak terjadi banjir di musim hujan, lalu apa yang harus dilakukan? Pastilah mengubah pola hidup yang salah, dari setiap individu agar mulai menjaga kebersihan lingkungannya, tidak membuang sampah sembarangan, mulai bergotong-royong bersama membersihkan tempat-tempat yang rawan banjir, mencegah erosi, melakukan reboisasi, dsbnya. Barulah perubahan tujuan itu dapat berjalan sesuai dengan keinginan kita. Bila diri kita sendiri tidak dapat berubah, maka individu-individu lainnya pun akan sama seperti anda, meskipun banyak orang mengatakan setiap individu berbeda-beda karakternya tidak ada yang sama, tetapi tujuannya pasti sama bila sama-sama menguntungkan dan membahagiakan bagi individu yang lain, bukankah sama tujuannya? 

Semua individu, semua spesies, dan semua makhluk hidup yang ada di dalam dunia dan alam semesta ini pastilah sama-sama ingin hidup sehat, nyaman, tenang, damai dan bahagia. Pasti tidak ada yang mau untuk hidup sakit, sedih, terluka, susah, menderita apalagi meninggal dunia. Jawabannya sudah pasti ingin bahagia selama-lamanya. 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka ” QS 13:11 - kutipan dalam Al-Quran Agama Islam tersebut sangatlah jelas bahwa manusia jika ingin mengubah nasibnya, mengubah keadaan apapun yang terjadi di sekelilingnya, maka perlu mengubah dari dalam dirinya sendiri. Perubahan akan semakin berpengaruh besar apabila satu dengan yang lainnya saling berkaitan dengan tujuan perubahan yang sama.

Di dalam ajaran Agama Kristen dan Katolik, bahkan maupun Islam, ada namanya "10 Perintah Allah" yaitu : Artikel utama Keluaran 20: 1-17 Ulangan 5: 4-21 yakni :
1. Berbaktilah kepada Allah, Tuhan-mu saja dan cintailah Allah, Tuhan-mu lebih dari pada segala sesuatu apapun juga. 
2. Jangan menyebut nama Allah, Tuhanmu dengan tidak hormat. 
3. Kuduskanlah hari Sabat/ hari Tuhan. 
4. Hormatilah kedua orang tuamu, bunda/ibumu-bapa/ayahmu. 
5. Jangan membunuh, 
6. Jangan berbuat cabul / berzina. 
7. Jangan mencuri, 
8. Jangan berbohong / bersaksi dusta terhadap sesamamu manusia. 
9. Jangan ingin berbuat cabul / zina. 
10. Jangan ingin akan milik sesamamu manusia.

Pada ajaran Agama Buddha ada di dalam Dighanikaya Atthakatha III, 999, terdapat sepuluh jalan berbuat kebaikan (Dasa Puññakiriyavatthu) yaitu:
1. Dãnamaya: memberikan dana / kerelaan
2. Sîlamaya: menjaga sila (kemoralan) dalam diri yaitu jangan membunuh, jangan berdusta/ berbohong, jangan berzina/berbuat cabul, jangan mencuri, dan jangan memakan dan meminum semua yang membahayakan merusak kesehatan maupun yang menimbukan ketagihan (contoh : obat-obatan terlarang/narkoba).
3. Bhãvanãmaya: mengembangkan melatih batin dalam diri (mengembangkan 8-delapan jalan kebenaran : Pengertian Benar (sammâ-ditthi), Pikiran Benar (sammâ-sankappa), Ucapan Benar (sammâ-väcä), Perbuatan Benar (sammâ-kammanta), Mata Pencaharian / Pekerjaan Benar (sammâ-ajiva), Daya-upaya / Usaha Benar (sammâ-vâyama), Perhatian Benar (sammâ-sati) dan Konsentrasi Benar (sammâ-samâdhi).
4. Apacãyanamaya : bersikap rendah hati dan menghormati mereka yang lebih tua
5. Veyyãvaccamaya: membantu dan bersemangat dalam melakukan hal yang patut/baik dan benar
6. Patidãnamaya: melimpahkan jasa baik kita
7. Pattãnumodãnamaya: menerima dan bergembira atas perbuatan baik orang lain
8. Dhammasavanamaya:mendengarkan Dhamma
9. Dhammadesanãmaya: memberikan kotbah Dhamma
10. Ditthujukakamma: membenarkan pengertian salah agar menjadi pengertian yang benar

Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan semuanya, cara-cara dan tujuan jalan-jalan baik dan benar, yang semuanya sama-sama diajarkan oleh semua Agama (Kristen, Katolik, Islam, Buddha, Hindu, Tao, Konghucu, dll) dengan maksud dan tujuan yang sama untuk menolong dan menyelamatkan seluruh umat manusia agar bersama-sama bersatu untuk menjaga, melindungi, merawat dan melestarikan alam semesta ini agar tidak punah. Mengapa tidak mungkin punah? Perhatikan, lihatlah dan sadarilah, berapa banyak dari flora dan fauna yang sudah punah karena ulah ketamakan, kerakusan, kekejaman dan kejahatan sifat buruk manusia. Mengapa tidak mungkin bila populasi manusia pun juga akan semakin lama akan terus berkurang dan akan punah akibat dari banyak virus, wabah, penyakit dan maupun malapetaka / bencana yang terjadi di dunia.

Siapakah kita, apapun kerjaan/posisi tugas kita, tidak membedakan apapun status, agama, warna kulit, suku ataupun ras manapun juga, semua bersama-sama, bersatu berjuang bersama-sama, marilah kita bersama-sama menyelamatkan, menjaga, melindungi, melestarikan dan merawat lingkungan kita, dunia kita, alam semesta kita dimana kita hidup dan tinggal di dalamnya. Bila kita mau peduli, maka semua akan ikut peduli dan perubahan pun akan terjadi, untuk kesejahteraan, kebahagian dan keselamatan alam semesta. 220317Written by : Kepik Romantis / PVA

Sumber Photo dan Artikel Agama :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sepuluh_Perintah_Allah
https://en.wikipedia.org/wiki/Ten_Commandments
http://ajaran-buddha.blogspot.co.id/2008/05/nasibtakdir.html
http://pendalamanimankatolik.com/tag/10-perintah-allah/
https://slydut.wordpress.com/2008/01/30/sesungguhnya-allah-tidak-akan-mengubah-nasib-suatu-kaum-kecuali-kaum-itu-sendiri-yang-mengubah-apa-apa-yang-pada-diri-mereka-qs-1311/
https://www.kaskus.co.id/thread/52f742f51acb17a63c8b47dc/8-jalan-kebenaran-8-sila-nya-agama-buddha-bagi-yang-mau-tau-aja/
www.cliparthut.com
www.voicesofyouth.org
societyhive.com
www.thoughttandoor.com

Tuesday, February 14, 2017

Beranilah Benar Meskipun Berjalan Sendirian

Berjalan sendirian demi membela kebenaran lebih baik daripada berjalan bersama-sama banyak teman merasa tenang tetapi salah jalan.

Jalan yang baik dan benar bukanlah jalan yang mulus, indah, mudah dan menyenangkan. Lebih banyak ujian, menyakitkan, kejam, pedih, perih, sedih, penuh rintangan, comoohan, penghinaan, ejekan, fitnahan, sindiran, umpatan, kegagalan, luka dan bahkan tidak jarang yang mengaku teman-teman pun dapat berubah menjadi penipu, pembohong, pengkhianat dan bahkan musuh.

Tidak seperti mengikuti jalan mereka pada umumnya. Meskipun mereka-mereka suka mengikuti "trend" ataupun gaya yang dianggap pantas, dianggap lumrah, dianggap biasa, dianggap wajar dan baik. Belum tentu sesuai dengan apa yang hati kita pilih. Dengarkanlah suara hati sendiri, jangan membohongi diri sendiri, jujur kepada diri sendiri. Pikiran dan Hati yang bersih menerangi jalan yang benar, meskipun menyakitkan dalam kepedihan dan kesendirian yang sangat menyakitkan, bahkan tidak jarang diserang dengan bertubi-tubi fitnahan, kebencian, amarah dan penghinaan dari banyak orang di sekeliling sekitar lingkungan.

Tidak perlu takut sendiri, tetapi lebih takut apabila jatuh kembali ke jalan yang salah. Takutlah akan pikiran, ucapan dan perbuatan yang salah, karena itu tidak akan terhapus selamanya, melainkan harus dibayarkan sesuai dengan tagihan kesalahan. Lebih baik berjalan dalam kebenaran yang menyakitkan dari pada berjalan-jalan dalam kemudahan dan kebahagiaan semu/sesaat/sementara tetapi akhirnya jatuh kembali ke jalanan yang salah, akhirnya lebih banyak "berhutang" karma buruk dari pada tabungan karma kebaikan. Sudah dipastikan hutang yang terlalu banyak hanya akan membuat kita terjatuh ke alam sengsara penderitaan yang berkepanjangan. 

Pepatah berkata "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian", kenapa bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian? Karena tiada keindahan, kebahagiaan dan kesenangan yang mudah apalagi kalau bukan "jalan pintas" yang sudah pasti jalan yang salah. Berusaha, bekerja, berkarya adalah kewajiban untuk memperoleh kebahagiaan. Bermalas-malasan hanya membuang-buang waktu saat semua kesenangan habis, yang ada hanyalah kesengsaraan tanpa akhir.

Pilihan menjadi benar ada di diri masing-masing. Tetapi kebenaran jika tidak disertai pandangan dan hati yang bersih, semuanya juga sia-sia, karena itulah manusia harus belajar untuk menjadi baik dan benar, dan itu semua tidak mudah. Sangatlah luar biasa sulit, berat, penuh marabahaya, penuh luka, penuh air mata menyakitkan dan bahkan penuh jebakan/ tipu muslihat/ kepalsuan/ kebohongan dimana-mana, jika tidak berhati-hati akan terperosok, terjatuh, terjerembab bahkan terkilir karena salah jalan.

Janganlah mudah merasa bebas, merasa senang dan merasa yakin benar, jika belum benar-benar dibuktikan keaslian dari kebenarannya. Lebih banyak kepalsuan dari pada keaslian. Sebagai contoh : Tiruan barang yang palsu lebih banyak di pasaran pada umumnya dari pada barang berkualitas asli, sangat sulit dicari, sulit ditemukan, sulit didapatkan dan bahkan butuh banyak pengorbanan untuk mendapatkan sebuah kenyataan keaslian dari kebenaran.
140217Written by : Kepik Romantis / PVA
Sumber Photo : www.kumpulankonsultasi.com ; http.1.bp.blogspot.com.barefoot-hike
   

Friday, January 27, 2017

KISAH UDIN KURIAK

Kisah ini dipopulerkan dan juga berasal dari daerah Sumatera Barat, Padang. Kemudian diterjemahkan kembali dari bahasa aslinya yakni Bahasa Minang (Padang) menjadi Bahasa Indonesia.

Pada zaman dahulu kala, di sebuah kampung pedalaman, alkisah tentang seorang pemuda yang bernama Udin Kuriak, sebutan nama Kuriak itu dikarenakan dia memiliki seekor ayam jantan yang tidak berbulu dari leher sampai ke kepala hanya tumbuh bercak-bercak di kulitnya, yang disebut Kuriak, oleh karenanya kesukaan Udin sejak kecil memelihara ayam itu, sehingga orang-orang kampung menyebutnya Udin Kuriak.

Semua yang melihat Udin Kuriak sehari-hari hanya sibuk mengurusi dan bermain dengan ayamnya itu hanya mencibir dan menghina padanya, karena ayam itu selain buruk dilihat juga tidak akan laku dijual di pasar, paling-paling hanya disembelih untuk dimakan sendiri.

Udin merasa kesal dan marah karena ulah cemoohan dan penghinaan dari teman-teman dan orang-orang sekampungnya. Mendengar kesedihannya, Ibunda Udin pun merasa iba kepada anaknya, dia pun memberikan ide cemerlang, agar Udin membawa ayam jantan kesayangannya itu ke kampung seberang yang bernama kampung “Mandiangin”, dimana terdengar dari berita gossip para pedagang keliling kampung menceritakan bahwa penduduk di kampung itu banyak para pehobi adu ayam, sehingga sering sekali diadakan lomba adu ayam, mungkin ayam kuriak itu dapat merubah nasibnya Udin.

Akhirnya, Udin pun pergi bersama ayamnya ke kampung seberang, dilihatnya banyak penduduk di sana yang merayunya agar mengadu ayamnya untuk mendapat banyak uang. Karena Udin tidak punya uang, dia pun akhirnya merelakan ayamnya untuk ikut lomba adu ayam. Ternyata yang menjadi lawannya adalah ayam jantan keturunan arab bertubuh besar, kekar  dan berbulu indah milik Pa Datuk, orang paling berkuasa dan terhormat di kampung “Mandiangin”. Udin pun merasa gugup dan takut, dalam hatinya pun meragukan kemenangan ayam kuriak miliknya yang kurus kering dan buruk rupa itu.

Tak disangka-sangka, ternyata ayam si Udin mampu mengalahkan ayam milik Pa Datuk, dengan tangkasnya, taji ayam si Udin dan kuku tajamnya langsung mencakar tepat mengenai kepala ayam arab itu, dengan seketika ayam Pa Datuk itu pun langsung tewas mengeluarkan banyak darah di kepala dan lehernya. Betapa bahagianya Udin melihat keahlian ayam jantan miliknya itu keluar menjadi pemenang lomba, dia pun langsung bergegas meminta hadiah uang taruhannya. Namun ternyata bukan uang yang diperolehnya, tapi caci maki permintaan ganti rugi akibat semua ayam pesaingnya mati dibunuh ayam si Udin. Mereka pun mengeroyok Udin dan merampas paksa ayam kesayangannya itu.

Baru saja dipegang ayam itu langsung mencakar mata orang yang berniat menangkapnya, karena kesakitan akhirnya ayam si Udin itu langsung dilepaskan lagi. Akibat ulah ayam si Udin membuat warga dan para pengawal Pa Datuk geram dan langsung mengeroyok Udin. Dengan sebisa mungkin Udin berusaha mengelak dari pukulan-pukulan maut keroyokan warga, untunglah datang anak perempuan dari Pa Datuk yang melihat kejadian itu, dia langsung menahan warga agar berhenti memukuli si Udin.

Tidak lama kemudian, datanglah Pa Datuk, orang paling terkaya, berkuasa dan terhormat di kampung itu. Dia juga pemilik ayam arab yang kalah mati oleh ayam si Udin. Melihat ayam kesayangannya tewas, Pa Datuk tidak terima kekalahannya, bukan memberikan hadiah, malah langsung menghukum si Udin. Sebagai hukumannya, Udin dibawa ke pinggir sungai untuk mengangkat satu persatu batu dari sungai, yang lalu ditumpuk untuk pembangunan jembatan hingga setinggi enam (6) meter. Titah Pa Datuk harus dilaksanakan dengan todongan senjata para pengawalnya. Bila Udin berhasil menyelesaikan hukumannya, barulah Udin diizinkan pergi dari kampung itu.

Ternyata menghukum Udin, belum membuat Pa Datuk puas dengan kemarahannya. Pa Datuk meminta seluruh pengawal dan warga di kampung agar mencari dan menangkap ayam milik si Udin. Pertama-tama, ayam milik si Udin ditemukan di areal taman bunga, dilihat ayam itu sedang berada di antara tanaman bunga mawar. Tanpa berpikir panjang, mereka langsung mengepung dan menangkap ayam itu, tapi sial ternyata belum tangan mereka sampai meraihnya, ayam si Udin langsung terbang kabur. Warga yang mengepung malah kesakitan karena mukanya habis terkena duri-duri bunga mawar.

Tengah hari pun tiba saat Pa Datuk sedang asik bersantap siang, tidak disangka ayam si Udin sedang bertengger di atas lemari dapur rumah Pa Datuk. Kebetulan salah seorang pengawalnya masuk ke dalam rumah Pa Datuk, langsung diperintahkan olehnya agar menangkap ayam sialan itu. Belum juga tertangkap, ayam itu sudah terbang melompat ke meja makan, menginjak-injak lauk-pauk, gulai berkuah pedas dan sebagian kuah pedasnya diciprat-cipratkan kakinya ke muka Pa Datuk yang sedang asik makan itu langsung berteriak menjerit kesakitan akibat matanya perih terkena kuah cabe pedas.

Ayam sialan itu tidak terbang jauh, malah sengaja berdiri di jendela dapur rumah Pa Datuk. Di sangka jinak karena si ayam mungkin sudah lelah seharian, pengawal Pa Datuk perlahan-lahan dengan hati-hati tak bersuara, langsung secepat kilat melompat ke jendela, ingin menangkap ayam si Udin. Alhasil bukan ayam yang tertangkap, malah si pengawal terperosok jatuh ke luar dari jendela rumah gadang Pa Datuk, terjungkir ke luar halaman rumah, akibat tubuhnya terlalu berat, jendela dan pintu pun rusak hancur.

Pa Datuk marah sambil ke luar rumah melihat kerusakan yang terjadi dan si pengawal semakin jengkel akibat ulah ayam sialan itu. Tanpa habis pikir, Pa Datuk memerintahkan agar menembak mati ayam sialan itu, semua pengawal berkumpul membidik ayam sialan itu dengan senapan angin pistol panjang milik mereka. Beberapa tembakan diluncurkan, si ayam sialan itu melompat-lompat ke sana kemari, tak satupun peluru mengenai si ayam, malah sebuah peluru menyasar langsung mengenai kuping Pa Datuk.

Lagi-lagi Pa Datuk marah, dicarinya siapa yang menembak kupingnya, ternyata salah satu pengawalnya belum mahir memegang senapan, baru belajar menembak, belum sempat membidik ayam, senapan itu sudah meletus melesat ke kuping Pa Datuk. Bukan pujian yang didapat para pengawalnya, malah caci maki disertai lemparan sepatu sandal dari Pa Datuk.
  
Kekesalan para pengawal Pa Datuk belum berakhir, mereka mencari terus ayam si Udin. Dilihat warga ternyata sedang bertengger duduk di bambu kecil, tempat menimba air dan mencuci pakaian warga. Diambilnya potongan kayu besar untuk memukul ayam sialan itu, dengan sekuat tenaga dipukulnya ke arah ayam sialan itu, bukan ayam yang kena pukul malah bambu itu rapuh terbelah dua dan potongannya yang patah menghantam jidat mengenai kepalanya.

Melihat nasib si Udin, anak perempuan Pa Datuk merasa iba dan kasihan, namun tidak mampu berbuat apa-apa untuk menolong si Udin. Sering kali anak perempuan Pa Datuk datang membawa makanan untuk si Udin, namun para pengawalnya malah ikutan menghabiskan makanannya. Hingga suatu ketika, Pa Datuk melihat ulah anak perempuannya itu, disuruhnya agar cepat pulang ke rumah, karena Pa Datuk diundang Bapak Kepala Residen Kota untuk acara perjamuan makan bersama, sebagai acara syukuran tahunan. Undangan kehormatan itu sangatlah penting bagi Pa Datuk, tidak boleh terlewatkan. Dipilihnya dan diambilnya Pakaian termahal dan terbagus milik Pa Datuk untuk dipersiapkan oleh anak perempuannya.

Setelah selesai dicuci dan dirapihkan oleh anak perempuannya, pakaian Pa Datuk disiapkan dan ditaruh di dalam dinding ruangan keluarga. Setelah keesokan sore harinya, biasa Pa Datuk selesai mandi dan berganti pakain bersiap berangkat ke acara Undangan. Saat tengah mengenakan pakain kebesarannya itu, seolah-olah Pa Datuk mencium seuatu yang tidak asing baginya, bau kotoran ayam yang sangat menyengat, dicarinya di pakaian itu, tidak sengaja terasa basah di tangannya saat mencoba merogoh-rogoh saku bajunya, ditemukanlah kotoran ayam itu. Dengan kesalnya, Pa Datuk langsung membuang dan melemparkan pakaian satu-satunya yang paling mewah itu ke lantai.

Baru saja beranjak dari ruangan, tidak tahunya terlihat ayam si Udin sedang bersembunyi di bawah meja tamu rumahnya. Pa Datuk diam-diam merangkak ke bawah meja ingin menangkap ayam sialan itu perlahan-lahan dari belakangnya. Belum menyentuh ekornya, ayam itu sudah lari sambil lalu memberaki muka Pa Datuk dengan kotoran baunya.

Makin marahlah hati Pa Datuk, ingin hati mencekik dan memelintir leher ayam sialan itu untuk disembelihnya lalu dijadikan lauk. Diikutinya ayam itu lari ke sebuah lorong kecil yang menuju ke arah dapur kotor di belakang rumahnya, karena sudah menjelang magrib, suasana hari sudah semakin gelap. Pa Datuk yang berlari mengejar ayam itu malah bertubrukan dengan salah seorang pengawalnya yang melewati lorong yang sama. Sialnya lagi, Pa Datuk mencium aroma rendang daging di mulut si pengawal, lantas dicaci-makilah si pengawal karena Pa Datuk curiga si pengawal diam-diam mencuri makanan rendang daging kesukaannya.

Hampir lewat seminggu lamanya, Pa Datuk penasaran ingin melihat hasil kerja si Udin di sungai. Dugaannya benar, si Udin sudah menyelesaikan tumpukan batu setinggi enam (6) meter yang telah menjadi hukumannya. Pa Datuk pun harus menepati janjinya untuk membebaskan dan mengizinkan si Udin keluar dari kampungnya.
Belum sempat berbicara dengan si Udin, para pengawal Pa Datuk berteriak-teriak melihat ayam sialan milik si Udin sedang berada di atas tumpukan batu dan kelihatan seperti sedang terjepit, tidak mampu terbang lagi di antara tumpukan bebatuan itu. Disuruhnya semua pengawalnya itu, untuk naik dan menangkap ayam sialan itu, tetapi semua pengawalnya kali ini hanya menggelengkan kepala, menolak dan berdiam diri saja, karena merasa takut terjatuh melihat sangat tinggi tumpukan bebatuan itu.

Terpaksa Pa Datuk sendiri memanjat ke bebatuan itu dengan amarah kebenciannya yang memuncak pada si ayam itu membuatnya tidak perduli lagi akan keselamatan jiwanya. Tanpa berpikir panjang, belum juga sampai menyentuh ayam kuriak itu, batu-batu yang dipijaknya ternyata tidak seimbang karena berat tubuh Pa Datuk yang tambun, batu-batu itu pun berjatuhan, membuat Pa Datuk kehilangan kesimbangan terjatuh terjungkal dan tertimpa batu-batuan yang jumlahnya tak terhingga itu. Si Udin dan para pengawal yang melihat kejadian itu langsung berlari menghindar menyelamatkan diri dari reruntuhan batu setinggi enam (6) meter yang berguling-guling dan berjatuhan kemana-mana. Pa Datuk pun tewas seketika karena tertindih ratusan batu yang berjatuhan ke tubuhnya.

Habis sudah pikir si Udin yang telah kehilangan semuanya, di saat sedih itu ternyata tiba-tiba muncul ayam si Udin menghampirinya, yang dikiranya sudah mati ikut tertindih tumpukan batu. Dibawanya ayam itu pergi berjalan keluar kampung, tapi di tengah-tengah perjalanannya pergi keluar kampung, si Udin dicegah oleh anak perempuannya Pa Datuk, dia memberikan sebuah bingkisan untuk dibawa sebagai bekal perjalanan untuk si Udin, sekaligus permohonan maaf dari anak perempuannya atas kekhilafan dan perlakuan buruk ayahnya yang telah meninggal.

Sesampainya pulang di kampung kelahirannya, biasa semua teman-temannya kembali mengejek dan mencemoohnya, prihal hasil yang diperoleh si Udin selama beradu ayam di kampung seberang. Kemarahannya memuncak, si Udin pun mengingat kembali penderitaannya selama menumpuk batu di sungai akibat ulah si ayam yang tidak memberikannya hasil menguntungkan malah penderitaan baginya. Langsung diambilnya pisau, diasahnya untuk menyembelih si ayam sialan itu. Baru saja berniat untuk menyembelih ayam sialan itu, tiba-tiba temannya berteriak memanggil-manggil si Udin secepatnya, untuk melihat bingkisan yang dibawa oleh si Udin. Ternyata bukan makanan yang dibingkiskan, melainkan batangan emas yang berlimpah dari pemberian anak perempuan Pa Datuk kepadanya. Dengan senang berbahagia si Udin pun mengurungkan niatnya menyembelih si ayam kuriak itu, malah kembali menyayanginya karena kini si Udin telah menjadi orang paling terkaya di kampung kelahirannya. TAMAT.

Written by : Tn. Asri Agus (Komikus)
Editor Terjemahan Bhs. Indonesia : Kepik Romantis / PVA
Sumber Photo : 4.bp.blogspot.com ; img.youtube.com

Wednesday, January 18, 2017

Leafie, A Hen Into the Wild (2011)


Film ini bertema kekeluargaan dan kasih sayang. Kisah seekor ayam negeri betina yang berharap dapat merasakan hidup bebas seperti layaknya ayam-ayam kampung lainnya dan hewan-hewan lainnya seperti salah satu temannya si burung pipit. Kehidupan Leafie, sebagai ayam betina ras negeri, terkurung dalam kandang kecil di peternakan ayam milik manusia. Setiap hari hanya makan sebanyak-banyaknya yang telah disediakan peternak, agar cepat bertelur. Hasil telur-telur negeri itu dikumpulkan, dikonsumsi dan dijual oleh si manusia pemilik peternakan. 

Leafie, merasa bosan, jenuh, ingin kebebasan, ingin merasakan bagaimana hidup bebas, mencari makan sendiri, memiliki telur untuk dierami, dipelihara menjadi anaknya sendiri sampai menetas, dapat melihat langit dan pemandangan indah dunia luar. Keinginan Leafie ini terus dilarang oleh temannya, si burung pipit, karena sebagai ayam ternak, tidak akan mampu keluar dari kandang, selain itu hidup di alam liar jauh lebih beresiko dan berbahaya mengancam hidup seekor ayam muda seperti Leafie. Namun tekad Leafie tetap kuat, niatnya tertuju saat melihat ayam-ayam mati yang dikeluarkan dari kandang oleh si peternak. Maka Leafie pun berpuasa selama tiga hari, tidak ingin makan sedikitpun, agar berharap dapat pingsan dan berpura-pura mati, sehingga si peternak akan mengambilnya untuk dibuang bersama ayam-ayam mati lainnya.

Leafie berhasil mengelabui si peternak, dia pun bebas, tapi siapa sangka ternyata musang bermata satu sudah mengincar tempat bangkai ayam-ayam mati untuk mengisi perutnya yang lapar. Leafie yang baru saja menghirup udara bebas, sudah dikejutkan kedatangan si musang yang lapar, langsung ingin menggigitnya. Syukurlah ada suara keras yang berteriak agar Leafie berhati-hati, waspada untuk menghindari si musang. Suara misterius itu berasal dari si Bebek Jantan berjambul hijau yang berusaha menyelamatkan Leafie. Untunglah Leafie selamat dan kagum pada kepahlawanan si Bebek Jantan, yang disebutnya si Pengembara.

Bahagianya Leafie ternyata tidak dapat membuatnya memperoleh teman untuk mendapatkan tempat tinggal bersama kawanan ayam-ayam kampung dan bebek di peternakan itu. Leafie malah diusir, ditendang keluar oleh mereka, dihina sebagai ayam gila yang kabur dari peternakan. Sedih menyelimuti hati Leafie  yang kesepian tanpa teman. Tapi Leafie tidak putus asa, dia pun berjalan terus keluar peternakan karena dia tidak menyesal dan merasa pantas memperoleh kebebasannya sendiri. 

Setelah berjalan-jalan, bertemulah dia dengan si berang-berang yang menyebut dirinya si walikota sibuk. Leafie pun diterima dan dibantu oleh teman barunya itu, si berang-berang untuk memperoleh tempat tinggal baru yaitu di kebun bunga semak mawar. Wanginya bunga mawar dalap menghindari penciuman hidung si musang mata satu. Ternyata tidak jauh dari lokasinya, juga tinggal si Bebek Jantan atau si Bebek Pengembara, yg disukainya. Tapi sayang, rasa suka Leafie pupuslah sudah karena dia baru menyadari dirinya sebagai ayam yang bodoh malah kagum menyukai seekor Bebek, dan si Bebek Jantan itu pun telah memiliki pasangan Bebek Betina yg sangat cantik putih, hubungan mereka telah sangat serius dan juga meminta si berang-berang mencarikan rumah bagi mereka berdua. 

Tinggallah Leafie seorang ayam sendiri dalam sepi dan rasa bosan tanpa memiliki pasangan maupun kawan di tempat tinggalnya yang baru. Tapi ketika suatu malam, si Bebek berteriak-teriak mengejar si musang mata satu, yang tengah menggigit leher istrinyah. Apalah daya ternyata si Bebek tidak mampu mengejarnya, terlalu cepat dan sangat tinggi, musang berlari ke atas bukit bebatuan, tak mampu diraihnya akibat sayapnya yang sebelah telah patah.
Leafie yang ingin tau, datang mengintip ke dalam rumah si Bebek. Dilihatnya ada tempat mengeram telur milik istrinya si Bebek Jantan, dan terkagetlah dilihatnya ada telur yang masih hangat baru saja dierami oleh ibunya yang telah mati disantap si musang mata satu. Tadinya Leafie ingin pergi dari situ, tetapi melihat keadaan yang terjadi pada si Bebek Jantan, dia pun tidak tega, dan ingin mencoba melindungi telurnya dan memeliharanya sebagai anaknya sendiri.

Si Bebek Pengembara pun menyadari waktunya semakin dekat anaknya akan segera menetas. Si Bebek meminta Leafie untuk membawa anaknya ke Hutan Liar bagian Timur setelah anaknya nanti menetas di saat bulan purnama. Di saat bulan purnama itu, musang akan sangat kelaparan untuk mencari mangsa. Leafie tidak tau bahwa si Pengembara akan menghadapi si musang sendirian, hingga akhirnya si Pengembara pun tewas tidak mampu menghadapi si musang. Tujuannya hanya agar Leafie dan anaknya selamat, si Bebek pun mengorbankan dirinya. Leafie hanya dapat menangis sedih, sambil memeluk si anak bebek yang yatim piatu, dan baru saja lahir dan memanggilnya "mama / ibu". Leafie pun bergegas membawa si anak bebek berjalan menuju hutan liar sebelah timur, seperti titahnya mendiang ayah si anak bebek. 

Sesampainya di hutan sebelah timur, Leafie pun tinggal bersama si anak bebek, yang kini disebut si Kepala Hijau. Meskipun semua teman-teman Leafie dan warga hutan itu mencibir, menghina dan mengolok-olok Leafie sebagai ayam betina gila, ayam tidak tahu diri, ayam yang tidak waras karena hidup sendiri dan memelihara anak bebek, yang dianggap melanggar kodratnya sebagai ayam ternak malah hidup keliaran dan menyukai bebek, tapi Leafie tidak peduli, yang dia pikirkan hanyalah tanggung jawabnya untuk menjaga, melindungi dan memelihara si Kepala Hijau sampai dengan remaja dan beranjak dewasa.

Hingga suatu ketika, tanpa disengaja, si Kepala Hijau mengetahui bahwa Leafie bukanlah ibu kandungnya, karena Leafie hanyalah ayam ternak, sedangkan dirinya adalah seekor bebek jantan yang bisa berenang dengan kaki dan paruh yang berbeda, bahkan dapat terbang seperti bebek / angsa lainnya. Anaknya Leafie pun mulai berubah, masa remaja dengan segala keingintahuannya, mulai melawan dari ibu dan pergi meninggalkan ibunya sendirian. Hingga suatu ketika, si Kepala Hijau pun dibawa sekumpulan bebek peternakan, untuk menjebaknya agar dapat dijadikan bahan santapan tuannya. Untunglah si burung pipit melihat dan memberitahukan secepatnya kepada Leafie bahwa anaknya dalam bahaya.

Bersama burung pipit, berang-berang, dan Leafie pun bergegas berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan anaknya, sebelum terlambat karena si manusia peternak akan memotong kedua sayap anaknya itu. Berkat kerjasama para sahabat Leafie, si Kepala Hijau pun selamat dari marabahaya. Tapi menjadi pelajaran berharga bagi si anak nakal. 

Waktu cepat berlalu, tibalah datang waktunya segerombolan bebek-bebek hijrah yang datang ke hutan timur untuk menetap sementara selama menjelang musim gugur ke musim dingin. Leafie sadar, saat-saat ini dia harus mulai melepaskan si anak untuk dapat kumpul diterima oleh ras kawanan anaknya, sesama bebek. Leafie setiap malam berusaha hingga patuknya terluka, demi memutus tali jerat manusia yg panjang, telah membuat si anak dipermalukan oleh kawanan bebek lainnya. Si Kepala Hijau pun menangis dan menyadari betapa seekor ayam seperti Leafie begitu sayang padanya bagai kasih seorang ibu kandungnya sendiri.

Kontes Penerbangan Bebek pun telah tiba, bagi pemenangannya sebagai bebek tercepat, akan menjadi Bebek Penjaga terbaru, yang akan melindungi para komunitas bebek. Leafie pun merestui dan mendoakan si Kepala Hijau agar mengikuti Kontes/Lomba tersebut agar kelak dapat menjadi Bebek Penjaga seperti ayahnya dulu, sekaligus agar anaknya itu dapat membuktikan dirinya sendiri mampu berhasil menjadi juara dan diterima di dalam komunitasnya sendiri sesama bebek.

Si Kepala Hijau pun telah berhasil membuat Leafie bangga sebagai ibunya, meskipun seekor ayam, namun dapat menjadikan anak asuhannya itu menjadi seorang Juara, diantara para kawanan bebek lainnya. Leafie menyadari dirinya sudah tidak kuat lagi, sudah mulai menua karena usia dan sakit-sakitan. Pastilah kelak akan mati juga, mungkin ini sudah waktunya pikir Leafie untuk saat-saat perpisahan dengan anaknya.

Tidak lama lagi, kawanan komunitas bebek terbang akan pergi bermigrasi ke tempat lain. Pemimpin Bebek mengingatkan si Kepala Hijau agar tidak kabur meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya. Si Kepala Hijau meminta waktu sejenak untuk berpamitan dengan keluarga di hutan timur ini, khususnya kepada si Berang-berang dan Leafie. Dicarinya ibunya kemana-mana, ternyata Leafie malah masuk ke kandang musang, yang dilihatnya dalam bahaya. Leafie, si ayam bodoh dan tua, tidak menyadarinya, karena merasa kasihan pada anak-anak bayi si musang yang kedinginan dan kelaparan, lag-lagi naluri keibuan Leafie ingin menjaga apa bayi musang itu. Si Musang mata satu pun tiba, langsung menangkap si Kepala Hijau yang ingin dimakannya karena kelaparan untuk menyusui anak-anak bayinya. Leafie pun marah, mengancam akan membunuh bayinya bila anaknya tidak dilepaskan oleh si musang. Akhirnya Musang mata satu itu pun berjanji melepaskan anaknya, si Kepala Hijau. 

Si Kepala Hijau pun selamat dan berpamitan pada Leafie (ibu asuhnya), sebelum dia pergi berangkat bersama kawanan bebek lainnya. Setelah Si Kepala Hijau pergi jauh, Leafie menyadari dirinya sudah tua dan sakit menjelang ajalnya. Ternyata dibelakangnya ada si Musang Mata Satu yang telah kelaparan mengintip Leafie. Dengan pasrah Leafie pun rela dan meminta si Musang membunuhnya, karena Leafie sadar dengan mengorbankan dirinya, mungkin dapat berguna agar dapat menyelamatkan nyawa bayi-bayi si musang yang butuh air susu ibunya, bila kelaparan si musang tidak akan mampu menyusui anak-anaknya. Si Musang mata satu pun insaf dan menangis sedih, menunggu setelah Leafie mati, barulah si Musang menyantapnya dengan perasaan sedih, bersalah dan terpaksa demi bayi-bayinya.   
          
Pesan dari Kisah Leafie ini adalah kasih sayang yang tulus ikhlas itu tidak harus terjalin hanya karena sesama ras, suku, ataupun sesama agama saja, Tetapi dari perbedaan pun dapat terjalin kasih sayang, dan dendam amarah pun dapat dimaafkan dengan kelembutan kasih sayang serta pengertian kesadaran bahwa di alam dunia ini, semua saling ketergantungan karena hukum karma itu mutlak adanya. Di Korea, Ayam betina ini disebut Leafie. Tetapi dalam saduran versi Bhs.Inggris, si Ayam betina ini menjadi bernama Daisy.

Sumbet Photo : wikipedia ; youTube ; hancinema.net ; shescribes.com

Written by : Kepik Romantis / PVA

Tuesday, December 27, 2016

Kado Liburan Terindah

Setiap akhir tahun tiba, pada umumnya anak-anak sekolah dan muda-mudi kuliah terlihat berhamburan berlari-lari riang gembira bermain bersama kawan-kawannya, serasa waktu liburan begitu lamanya...

Tidak dengan para karyawan, pekerja, maupun petugas penjaga keamanan, terkadang mereka harus terus tetap bekerja demi mencari nafkah untuk keluarga sekaligus menjaga keselamatan dan keamanan warga sekitar dan sekelilingnya. Begitu pula mereka (anak-anak terlantar), yang hidupnya kesusahan sekalipun liburan sekolah telah tiba, mereka ikut bekerja ataupun berdagang demi membantu orang tuanya dalam mencari nafkah kehidupan, demi menyicil membayar hutang dan untuk tabungan biaya sekolahnya nanti.

Bukan sebuah keistimewaan ataupun kemeriahan pesta yang didapatkan dalam setiap liburan akhir tahun. Tetapi adalah rasa bersyukur karena selama setahun lamanya melewati hari demi hari yang melelahkan, berat, penuh masalah, penuh duka luka, sakit dan kesedihan, dengan liburan ini meskipun mungkin dirasakan berbeda-beda setiap orang, ada yang hanya beberapa menit, beberapa jam, ataupun hanya beberapa hari saja, syukurilah itu sebagai karunia indah telah melewati kurang lebih 365 hari dalam setahun dengan selamat.

Hargailah waktu yang hanya sesaat, namun penuh rasa syukur atas berkah karunia keselamatan yang telah Tuhan/Allah (Maha Kuasa, Maha Pengasih, dll) berikan selama setahun lamanya untuk membuat kita menjadi manusia tegar, sabar, kuat dan selamat, sehingga mampu dalam menghadapi berbagai cobaan, masalah, sakit, luka, dan kesedihan apapun yang terjadi kepada diri kita selama kurang lebih 365 hari (setahun) lamanya.

Nikmatilah rasa syukur heningnya doa dan lantunan lagu-lagu indah, kehangatan kasih bersama keluarga, bersama sahabat teman-teman terdekat, ataupun kawan-kawan di sekeliling kita, ataupun berbagi bersama saudara-saudara kita yang kurang mampu juga, yang hidupnya mungkin jauh lebih susah dan miskin dari kita. Jangan merasa sedih sendiri karena di luar sana, masih banyak mereka yang hidupnya jauh lebih berat dan sedih dibandingkan diri kita sendiri. Berbagi suka dan duka bukanlah sesuatu hal yang buruk, tidak perlu mengharapkan pemberian kado dari siapapun, tetapi lebih baik menjadi kado spesial untuk siapapun.

Jadikanlah dirimu sebagai kado spesial terindah bagi semua orang yang susah, sedih dan menderita. Menjadi terang diantara kegelapan, menjadi cinta kasih sayang diantara rasa kebencian, amarah dan dendam. Tidak selalu kado pemberian berupa barang, benda dan harga yang mahal, tetapi hal-hal sederhana pun dapat menjadi kado yang istimewa untuk membahagiaan banyak orang, bila diberikan dengan doa, rasa tulus ikhlas dan penuh rasa cinta kasih sayang, yang membawa ketenangan kedamaian bagi dunia dan semesta alam. 271216 Written by : Kepik Romantis / PVA.
Sumber Photo:  http://longwallpapers.com/Desktop-Wallpaper/christmas-snow-wallpapers-1080p-For-Desktop-Wallpaper.jpeg

Saturday, December 24, 2016

Have Yourself A Merry Little Christmas – Lyrics Meaning -

New lyric and Original Lyric - combined
Music composed by Hugh Martin, lyrics by Ralph Blane
Have yourself a merry little Christmas,
Let your heart be light
(From now on) - Next year all
our troubles will be out of sight

Have yourself a merry little Christmas,
Make *the "Yule-tide gay",
(From now on) - Next year all
our troubles will be miles away.

(Here we are as in olden days) -
Once again as in olden days
Happy golden days of yore.
Faithful friends who are dear to us
(Gather near to us once more) -
Will be near to us once more.

- Someday soon we all will be together
If the fates allow
Until then we'll have to muddle through somehow
So have yourself a merry little Christmas now -

Through the years
We all will be together,
If the Fates allow
Hang a shining star upon the highest bough.
And have yourself A merry little Christmas now.

*Meaning of : Make the "Yuletide gay"
As we just reviewed, “gay” means happy—Judy Garland was not singing about a Yuletide with homosexual leanings. “Yuletide,” etymologically, roots in the Old English word “ġéol,” which has since been translated to “Yule,” referring to the 12-day religious festival celebrated by Northern Europeans hundreds of years ago. Over the years, the meaning has evolved, essentially, to “Christmastime,” and describes the period between Dec. 24 and Jan. 6. Judy, as depressing as she sounds in this song, just wants your holiday season to be happy.    
Memiliki Sendiri Kebahagiaan Natal Sederhana - lirik
Musik disusun oleh Hugh Martin, lirik oleh Ralph Blane

Memilikilah / nikmatilah sendiri kebahagian hari Natal yang sederhana / kecil,
Biarkan hatimu menjadi ringan / tenang
(Di mulai dari sekarang) - Pada Tahun depan semua - ,
masalah-masalah hidup kita biar pergi dulu dari hadapan kita

Nikmatilah sendiri kebahagian hari Natal yang sederhana,
Membuat waktu peringatan di kebahagiaan hari "Yule" ,
(Di mulai dari sekarang) - Pada Tahun depan semua - ,
masalah-masalah hidup kita akan pergi ber-"mile-mile" sejauh jauhnya.

(Di sini kita seperti berada di masa lalu),
- Sekali lagi seperti berada di masa lalu -
Bahagia merayakan di hari keemasan dahulu kala.
teman setia yang percaya sayang peduli kepada kita
(Kumpulkan dekatkan kembali dengan kita sekali lagi)
- Akan kembali dekat kembali dengan kita sekali lagi -

Suatu saat nanti kita semua akan dapat bersama kembali
Apabila / Jika takdir memungkinkan
Sampai dengan suatu saat itu nanti kita tetap harus mengatasi kekacauan masalah itu entah bagaimanapun untuk menemukan solusinya gimana
Maka sekarang milikilah/nikmatilah sendiri kebahagian hari Natal yang sederhana / kecil -

Selama bertahun-tahun,
Kita semua akan dapat bersama-sama,
Apabila / Jika takdir memungkinkan
Menggantung sebuah bintang bersinar pada dahan yang tertinggi.
Dan memilikilah sendiri kebahagiaan hari Natal yang sederhana.

*Penjelasan mengenai : Membuat "the Yule-tide gay"
Karena kami hanya meninjau kata "gay" berarti senang - Judy Garland tidak bernyanyi tentang Natal (Yule-tide) yang berkaitan dengan kecenderungan homoseksual. "Yuletide," secara etimologis, berasal dalam kata Bahasa Inggris Kuno yaitu "Geol," yang sejak itu telah diterjemahkan menjadi "Yule," mengacu pada 12 hari festival keagamaan yang dirayakan oleh orang Eropa Utara sudah sejak ratusan tahun yang lalu. Selama bertahun-tahun, artinya juga telah berkembang, pada dasarnya, untuk "waktu Natal," dan selalu menggambarkan setiap periode antara 24 Desember dan 6 Januari. Judy,  yang menyanyikan lagu ini dengan nada menyedihkan karena kita mendengarnya dalam lagu ini, hanya ingin berharap agar musim liburan Anda menjadi bahagia.
Sumber data dan Photo :
http://www.theatlantic.com/entertainment/archive/2015/12/have-yourself-a-merry-little-christmas-an-ode-to-seasonal-melancholy/421374/; https://www.carols.org.uk/have_yourself_a_merry_little_christmas.htm;
http://www.metrolyrics.com/have-yourself-a-merry-little-christmas-lyrics-judy-garland.html ;
http://www.npr.org/2010/11/19/131412133/the-story-behind-have-yourself-a-merry-little-christmas ;
http://www.thedailybeast.com/articles/2012/12/25/the-most-confusing-christmas-music-lyrics-explained-video.html ;
http://wallpapersafari.com/w/gih8NI/

Friday, November 18, 2016

Jalan Pilihan

Hidup adalah sebuah pilihan, apapun pilihan yang diambil, dibuat dan ditentukan, itupula juga yang akan berdampak bagi kehidupan sekarang maupun akan datang. Pilihlah jalan yang baik dan benar agar suatu ketika nanti tidak akan merasa menyesal di kemudian hari, pada saat semuanya telah berlalu dan hanya dapat teringat kembali sebagai sebuah kenangan ingatan yang telah menjadi bagian dari sejarah masa lalu, yang tidak akan mungkin dapat mengubah mengulangnya kembali.

Ada begitu banyak macam pilihan dalam kehidupan, beaneka ragamnya, setiap pilihan yang diambil dalam setiap langkah kehidupan adalah seperti menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam alam pikiran dan perasaan batin sendiri. Itulah sebabnya, menjadi bermacam-macam pula masalah maupun kejadian yang terjadi di setiap kehidupan manusia. Karena setiap individu memiliki pilihan jalannya masing-masing, hanya akan menjadi sedikit sama apabila mereka memutuskan untuk memilih jalan hidup mereka secara bersama-sama atau menikah dan berkeluarga. Tetapi bukan berarti yang menikah, hidup bersama dan berkeluarga, sudah dipastikan akan memiliki jalan kehidupan yang sama pula, hanya sedikit sama, tetapi tetap ada perbedaan, mengapa? Karena dari sikap dan prilaku manusia per-individu pada dasarnya adalah berbeda-beda atau beraneka ragam uniknya, kalaupun dapat disamakan perlu waktu dan penyesuaian hingga beradaptasi, tetapi hasil akhir penentuan di ujung batas kehidupan mereka tetap adalah ditentukan oleh pilihan jalan masing-masing individu manusia, siapapun dan apapun tidak dapat memaksakannya menjadi apa yang diinginkannya, kalaupun dipaksakan belum tentu membawa kebahagiaan bagi individu yang merasa terpaksa hidupnya.
     
Hidup memang tidaklah mudah tapi kita harus memilih jalan hidup kita sendiri-sendiri. Kehidupan menawarkan bermacam tujuan, keinginan, cita-cita, kenikmatan duniawi, kemewahan, keagungan, keindahan, hingga kemiskinan, kesengsaraan / kesusahan maupun penderitaan. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia, diuji apakah mampu menghadapi setiap tawaran yang ada di sekeliling lingkungan kehidupan kita sehari-hari. Sadar atau tidak sadar, anda sendiri yang menentukan jawabannya masing-masing.

Setiap pilihan juga ada konsekuensinya sendiri, tidak jarang semuanya hanyalah kepalsuan, penipuan, kebohongan, rekayasa, cobaan, ilusi dan bahkan ujian yang dapat menjerumuskan ke dalam situasi masalah ataupun sebaliknya mendapatkan jawaban baru untuk menyelesaikan tugas, misi dan tanggung jawab masing-masing individu manusia di dunia fana ini, yang pastinya akan dilepaskan dan ditinggalkan juga semuanya, tiada suatu apapun yang mampu dimiliki di alam dunia fana, yang sementara ini, sudah pasti tidak ada yang abadi, semua akan lapuk, hancur, musnah dan kematian adalah akhir dari semuanya. 

Tetapi kematian yang bagaimanakah? Semuanya adalah pilihan, termasuk hasil ujian akhir kematian itu sendiri. Sudah pasti semua manusia memilih kebahagiaan, bukan untuk memilih yang sakit, takut, sedih, sengsara dan menderita. Tidak ada yang mau membeli neraka, pasti memilih ingin ke surga. Akan menjadi mudah dan sesulit apakah pilihan jalan itu? Teka teki penuh misteri yang aneh tapi nyata dan hanya diri anda sendiri yang mampu menjawabnya. Lebih banyak yang pandai berbicara dan bersuara lantang tentang kemudahan, tetapi lebih banyak yang menggunakan tipu muslihat dan jebakan kebohongan dan pembodohan, sehingga sangat jarang yang mampu mengajarkan untuk membuktikan tentang kebenaran dan kebaikan. Ingat dan berhati-hatilah dengan kebingungan dan keragu-raguan, sebab pada saat anda kehilangan fokus, kehilangan konsentrasi, lupa diri, lengah, ceroboh dan hilang kesadaran, maka di sanalah anda diuji kemampuan diri anda. Maka sadarilah dan waspadalah pada apapun juga dan kalaupun anda sampai jatuh ke jurang, kehilangan arah dan tersesat dalam perjalanan, ingatlah bahwa masih ada "petunjuk arah" itu selalu akan ada, yakni tanya dan jawablah kepada diri anda sendiri, kemana anda ingin berjalan / melangkah? Ingatlah dan sadarilah pada setiap saat, setiap waktu bahwa kita akan menuju kematian, lakukan yang terbaik dan menjadi benar. Benar dan baik yang bagaimanakah? Sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya diri anda sebagai manusia, agar kita dapat kembali ke pangkuan Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi seluruh umat manusia tanpa membeda-bedakan apapun dan siapapun juga.
            
Hidup adalah sebuah perjalanan dan anda dapat memilih dan membuat jalan anda sendiri. Biarkan hati anda membimbing anda, tidak perlu anda melihat / mencontek / meniru dari orang lain, anda adalah pemimpin yang memandu / membimbing yang terbaik bagi diri anda sendiri. 

Setiap manusia memiliki perjalanannya kehidupannya masing-masing, sering mendengar ungkapan peribahasa "Banyak jalan menuju Roma", jadi janganlah khawatir, ada banyak cara, ada banyak bentuk usaha dan alternatif untuk mencari solusi jawaban dalam setiap kesulitan, permasalahan dan tujuan untuk meraih cita-cita, impian, tujuan dan hasil akhir yang membahagiakan bagi setiap individu manusia, maka janganlah menyerah dan jangan berputus asa apabila kita mengalami kegagalan, tetaplah fokus untuk terus berusaha mencari jalan terbaik menemukan solusi dari semua permasalahan dan kekacauan hidup di dunia ini. 
    
Hidup ini adalah milik anda. Ambillah kekuatan untuk memilih apa yang anda inginkan, yang harus dilakukan dan melakukannya dengan sebaik-baik / sebenar-benarnya. Ambillah kekuatan untuk mencintai / menyayangi / mengasihi apa yang anda inginkan di kehidupan ini dan cintailah / sayangilah / kasihilah dengan sejujur-jujurnya. Ambillah kekuatan untuk berjalan di dalam hutan dan menjadi bagian dari alam (melestarikan kehidupan keindahan keasrian dan kebahagiaan semesta alam, agar dapat bermanfaat untuk banyak makhluk hidup, dan menjaga merawat melestarikan agar tidak cepat musnah karena keserakahan / ketamakan / keegoisan pribadi). Ambillah kekuatan untuk mengendalikan hidup anda sendiri. Tidak ada orang lain siapapun juga yang dapat melakukannya untuk anda. Ambillah kekuatan untuk membuat, menentukan, melakukan dan merancang kehidupan anda agar menjadi bahagia.

Kita tidak mampu memilih bagaimana kita memulai di dalam kehidupan nyata yang seluas / sebesar ini? Melainkan apa yang anda lakukan dengan pilihan keputusan / penentuan jawaban di tangan anda sendiri yang harus anda terima ikhlaskan sebagai hasil akhirnya.

Apa yang telah kita terima pada saat kita lahir di dunia ini, adalah bagian dari proses perjalanan hidup yang harus dijalani dengan ikhlas dan sabar. Bukan berarti tidak mampu berubah, semua perubahan dapat terjadi, tetapi perlu perjuangan, usaha dan prilaku sikap yang berani dalam menjalani setiap keputusan perjalanan hidup ini, dimana anda sendirilah yang menentukan dan menjalaninya. Jadi jangan salahkan siapapun dan apapun juga yang terjadi kepada diri kita, anggaplah semua kegagalan, kejatuhan, kesusahan, kesengsaraan, penderitaan dan kesalahan itu sebagai awal mula dari proses pembelajaran hidup ini agar menjadi lebih baik, benar dan berguna lagi di kemudian hari nantinya.

"saya sendiri memilih...untuk hidup dengan pilihan, tidak karena kesempatan secara kebetulan;
Untuk membuat perubahan, bukan membuat alasan;
Memilih untuk termotivasi, bukan memanipulasi / menipu / berbohong / berdusta;
Memilih menjadi berguna, bukan dimanfaatkan / diguna-gunakan / dibodohi;
Memilih untuk menjadi unggul / terbaik, bukan untuk bersaing.
saya sendiri memilih untuk menghargai diri, bukan untuk mengasihani diri.
saya sendiri memilih untuk mendengarkan suara batin hati saya sendiri, bukan dari katanya pendapat / opini beragam acak dari perkataan / penjelasan orang lain yang belum tentu dapat terbukti benar kenyataannya."

Memilih jalan yang gelap atau yang terang, hanya diri sendiri yang mengetahuinya, sadar atau tidak sadar perjalanan itu akan terus dan akan tetap berjalan, entah akan ke arah kegelapan ataukah akan ke arah penerangan. Menjadi baik ataupun buruk adalah diri sendiri juga yang mengetahui dan menyadarinya. Bukan salahkan kepada orang lain, bukan salahkan kepada siapapun ataupun apapun. Pepatah "Dimana ada api, di situ pasti ada asap", dimana-mana ada kejadian dan masalah kekacauan pastilah ada sebab-sebabnya, tidak akan mungkin akibat dapat terjadi, apabila tidak ada penyebab atau asal muasal permulaan terjadinya.

Sekalipun seseorang manusia dapat salah jalan, tersesat dan bahkan terjatuh ke dalam jurang sekalipun, semua ada permulaan sebab-sebabnya, bisa jadi karena ketidaktahuan, kebodohan, kealpaan, kelalaian, kemalasan, kecerobohan dan ataupun ketidaksadaran diri seseorang karena salah pemikiran, salah pemahaman, salah pengertian, ataupun bisa ekstrem karena menutup pemikiran / kesadarannya akibat keegoisan, keyakinan dan kepercayaannya pada hal-hal ataupun sesuatu yang belum tentu benar adanya. Itulah perlunya pembuktian akan kebenaran itu sendiri, tidak hanya sekedar meyakini dan mempercayai sesuatunya hanya karena tertulis di dalam buku, catatan dari ilmu pengetahuan penjelasan apapun juga, hanya karena diucapkan oleh orang-orang yang telah menjadi para pemuka / terkemuka / teragung, terkenal, terhebat, terpercaya ataupun terhormat dan tertinggi lainnya. Tetapi jalani keyakinan dan kepercayaan itu disertai dengan bukti-bukti kebenaran dan kebaikan yang dapat membawa keselamatan dan kebahagiaan bagi kehidupan seluruh umat manusia dan semua makhluk di manapun juga di dunia dan alam semesta ini.
          
Kebahagiaan adalah sebuah pilihan, jadi pilihlah jalan untuk melepaskan hal-hal yang membuat anda menderita / frustrasi dan mulailah untuk menikmati hidup anda. Menikmati kehidupan ini agar dapat berbagi dan membawa berkah, anugrah, manfaat, keselamatan dan kebahagiaan juga bagi sesama umat manusia lainnya, tanpa membeda-bedakan apapun juga. Karena kebahagiaan itu juga pilihan dan hak yang dapat diperoleh untuk semua orang. Jadi untuk apa lagi membeli penderitaan, membeli kesengsaraan, kesusahan, sakit hati, membeli amarah emosi dan neraka yang menyakitkan diri sendiri. Mulailah membuka mata, hati dan pikiran kita agar mampu lebih bijaksana dalam memilih jalan hidup ini, yang tentunya pasti memilih untuk Selamat dan Bahagia.
      
"saya memilih untuk bahagia."
161116 Written by : Kepik Romantis / PVA
Sumber Photo : www.pixteller.com ; www.jarofquotes.com ; ilikesayings.blogspot.com ; cdn.quotesgram.com ; jpmorganjr.com ; www.coachdennistan.com ; picturequotes.com ; loristillman.files.wordpress.com ; www.bluebeetle.me ; www.franklin.edu ; cdn.merchantmaverick.com ; quotesjunk.com ; data.whicdn.com ; authorsheilabliss.blogspot.co.id