Saturday, July 20, 2013

NO JUSTICE !!! TIDAK ADA KEADILAN !!!


HOW MONEY CAN BUY JUSTICE???!!! Bagaimana Uang dapat memBeli KeAdilan?! Jawabannya : Tergantung dari Berapa Jumlah Uangnya. Aneh Tapi Nyata, Memang Uang lebih Berat dari pada Keadilan.

Nilai Hukum menjadi sangat tergantung dari jumlah hitungan besar kecil uangnya. Semakin banyak dan besar, maka semakin jelas juga Kemenangannya. Ada istilah "Hukum Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas", "Kok Bisa ya?!". Bukankah Hukum Tidak Pandang Bulu, Tidak melihat ataupun membedakan dari derajat, kedudukan, golongan, ras ataupun warna kulitnya??.

Jawabannya : Hukum dan Keadilan itu sudah semakin Tidak Jelas arahnya, semakin menuju kegelapan (film horor kali), "kegelapan mata" alias sudah dibutakan oleh kehebatan uang. Istilahnya Men-Tuhan-kan Uang, segalanya sudah indah tatkala uang membius manusia terjerumus kedalam lembah hitam.

Berapa banyak kasus terlihat jelas, bagaimana para tahanan bebas dengan uang ataupun kenyamanan di penjara dapat bertamasya dan merasakan nikmatnya pelayanan penjara layak di hotel bintang (5)*****, dapat sambil berbisnis hingga jutaan milyaran trilyunan di dalam penjara, sampai ke sogok menyogok agar mendapatkan keringanan hukum. Inikah cermin Hukum dan Keadilan yang Baik dan Benar?!.

Jika semua sudah merasa lelah, bosan dan jenuh dengan hukum dan keadilan yang sudah tidak seimbang dan berat sebelah, munculah masalah selanjutnya yaitu "violence" atau kekejaman. Mengapa? Karena sudah tidak ada lagi keadilan. Semakin memanas, brutal, kejam, keji, dan berlaku semena-mena demi mendapatkan apapun yang diinginkan dengan berbagai cara. Gambar sebelah kiri menunjukan beratnya pistol daripada palu (menandakan keadilan dan hukum). Bagaimana pistol bekerja lebih cepat daripada hukum keadilan itu. Merasa tidak adil lalu menjadi keji, kejam, memberontak, merusak, menghancurkan dan membinasakan. Berapa banyak lagi rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan alias bahasa halusnya dari "Penjara" akan dijebol maupun dibobol, siapa lagi yang akan menjadi korban sasaran penipuan, pencurian, penculikan, perampokan, kekerasan, penganiayaan, pemerkosaan, pencabulan, hingga penyiksaan dan pembunuhan. Betapa mengerikan bila masalah ini terus menerus terjadi dimana-mana tanpa ditindak lanjuti. 

Bagaimana nasib manusia yang hidup berdasarkan kebenaran dan keadilan? bila semua berlaku dan bertindak sewenang-wenang, semaunya sendiri-sendiri, masing-masing, karena melihat kenyataan hukum dan keadilan sudah tidak berjalan, begitu ringan, sudah tidak berwibawa, tidak adil dan tidak seimbang. Mungkin akhirnya tidak ada lagi kata "KeDAMAIan", yang ada tinggal menunggu meletusnya "Perang Saudara" karena masing-masing membela diri untuk keselamatan dan kepentingan hidup pribadinya sendiri-sendiri, tidak perduli alias masa bodoh dengan kebersamaan, persaudaraan, apalagi cinta kasih atau kasih sayang.

Memang terlihat sangat bahagia hidup punya uang/kekayaan/harta berlimpah, bisa mendapatkan semua yang diinginkan dengan mudah. Tapi banyak yang menjadi "LUPA" hingga terjadi kebohongan, penipuan, kejahatan dan bahkan :
1. Kekeluargaan bisa rusak karena masalah ini,
2. PerSaudaraan putus hubungan karena ini,
3. PerSahabatan pun hancur karena ini,
4. Cinta dan Kasih Sayang musnah akibat ini.
5. Hukum dan Keadilan jadi "Cacat" gara-gara yang satu ini.
Masalah dari kecil menjadi besar, entah dari hal apa saja mungkin dari masalah cinta, salah paham penyampaian komunikasi saling menuduh, kecemburuan, iri hati, sakit hati, dendam, masalah jual beli tanah, properti, gedung, bangunan, bisnis, perdagangan, pekerjaan, kesehatan, warisan, pembayaran hutang piutang, dsbnya sampai saling menjatuhkan, menghancurkan, membunuh dan bahkan mencelakakan. Sungguh Mengerikan...!!! Dimanakah Hati Nurani itu berada??!! saat berhadapan dengan Benda Mati (UANG), yang satu ini...??? Berapapun Jumlah Uang / Harta Kekayaan yang dimiliki, tetap Tidak Akan Mampu dibawa ke Akherat (Alam Kematian) nanti.

Apakah pada saat mati dapat membawa mobil mewah? Apakah pada saat mati dapat memakai perhiasan dan baju / pakaian mahal? Apakah pada saat mati dapat membawa rumah mewah? Jangankan uang atau harta, rumah, mobil, pakaian mewah, perhiasan, dan ranjang sekalipun tak mampu dibawa saat kematian menjemput, hanya digulung sepenggalan kain kafan atau baju seadanya, ditidurkan dalam peti mati ataupun keranda, digotong menuju rumah kecil berupa sepetak tanah kuburan yang dihiasi batu nisan, begitu dinginnya dipenuhi tanah, batu kerikil, dan binatang-binatang kecil pun sedikit demi sedikit mulai menggerogoti kulit dan daging hingga tersisa tulang belulang belaka. Apalagi bila dikremasi, tubuh ini habis terbakar dan hanya tersisa menjadi abu, debu dan butiran. Kedudukan, derajat, kehormatan dan nama besar hanyalah tinggal goresan ukiran yang ditulisan di atas batu nisan.  Apakah yang dapat dibawa Mati??? Hanya Amal dan Kebajikan (Kebaikan). Tapi Siapa yang Percaya??? Bila semua sudah terlanjur Lupa?!. (Written by : Kepik Romantis / PVA)

No comments:

Post a Comment